Masjid Alhidayah Cimahpar Endah 2, Sukaraja Sukabumi
Dalam Islam, tutup tahun Hijriah (akhir tahun Islam, biasanya menjelang 1 Muharram) bukanlah ibadah khusus yang diwajibkan atau disunnahkan secara khusus. Namun, banyak umat Islam memaknainya sebagai momen muhasabah (introspeksi diri) atas perjalanan hidup selama setahun yang telah berlalu.
Makna yang dapat diambil dari tutup tahun Islam antara lain:
Evaluasi diri
Mengingat kembali amal baik dan kesalahan yang telah dilakukan.
Menilai apakah keimanan, ibadah, dan akhlak kita semakin baik.
Bersyukur kepada Allah
Bersyukur atas nikmat kesehatan, rezeki, keluarga, dan kesempatan hidup yang masih diberikan.
Bertaubat
Memohon ampun atas dosa dan kekhilafan yang telah dilakukan selama setahun.
Memperbaiki niat dan tujuan hidup
Menyusun tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun Hijriah berikutnya.
Mengingat perjalanan waktu
Waktu yang berlalu tidak akan kembali, sehingga setiap Muslim diingatkan untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
Allah berfirman:
"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran serta kesabaran." (QS. Al-'Ashr: 1–3)
Jadi, makna utama tutup tahun Islam adalah muhasabah, syukur, taubat, dan memperbaiki diri untuk menyambut tahun baru Hijriah dengan semangat yang lebih baik.
Kegiatan di MAsjid Alhidayah, melaksanakan kegiatan do'a bersama yang dipimpin oleh ust. Kholid Rasid dan Drs. Wawan Irawan. Dengan teks yang sudah tersedia menandakan persiapan yang matang disertai suara yang indah diiringi oleh jemaah dari komplek terasa dan tersadar bahwa betapa banyak dosa yang telah kami perbuat, tidak cukup hanya dengan doa tutup tahun saja namun harus disertai dengan taubatan nasuha. Semoga kita diberikan kekuatan dan kesabaran dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal alamiin....
AdR






Pak Anen nuju ningal saha nya eta......
BalasHapus