Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi
Selamat datang di Web Cimahpar Endah 2 RW 11, Pasirhalang, Sukaraja, Sukabumi

Minggu, 30 Agustus 2026

Agustus 30, 2026 | by cme2 | No comments

 




Memperkuat Cinta kepada Rasulullah SAW melalui Tolabul Ilmi

Cimahpar Endah 2, Sukaraja — 30 Agustus 2026

Masjid Al Hidayah Cimahpar Endah 2 kembali dipenuhi suasana religius dan penuh kebersamaan pada malam ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW (Muludan).

Kegiatan yang dilaksanakan ba’da Isya hingga sekitar pukul 21.30 WIB tersebut dihadiri kurang lebih 120 jamaah, yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, serta anak-anak warga Cimahpar Endah 2.

Hadir sebagai penceramah, Ustadz Ujang Zaenudin dari Villa Anggrek, Sukaraja, yang menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya menuntut ilmu agama, mengenal Allah SWT dan Rasul-Nya, serta memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

📖 Rangkaian Acara

Acara Muludan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Rangkaian kegiatan meliputi:

1. Pembukaan

2. Sambutan DKM Masjid Al Hidayah

3. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an

4. Sambutan Ketua RW 11 Cimahpar Endah 2

5. Ceramah agama oleh Ustadz Ujang Zaenudin

6. Penutup dan doa

Kehadiran warga dari berbagai usia menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan masih menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman agama di lingkungan masyarakat.

---

📚 Pentingnya Tolabul Ilmi

Dalam ceramahnya, Ustadz Ujang Zaenudin mengingatkan jamaah tentang pentingnya tolabul ilmi, yaitu bersungguh-sungguh mencari dan mempelajari ilmu, terutama ilmu agama.

Rasulullah SAW bersabda:

«مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ»

"Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Dia akan memahamkannya dalam urusan agama."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Menuntut ilmu bukan hanya aktivitas untuk menambah pengetahuan, tetapi merupakan jalan menuju kebaikan. Dengan ilmu, seseorang dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, mana yang halal dan haram, serta bagaimana beribadah kepada Allah SWT dengan benar.

Rasulullah SAW juga bersabda:

«مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ»

"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."

(HR. Muslim)

Karena itu, duduk di majelis ilmu, membaca Al-Qur’an, mempelajari tauhid, fiqih, akhlak, dan ilmu agama lainnya merupakan bagian dari amal yang sangat mulia.

Keutamaan yang Sangat Besar

Dalam ceramah juga disampaikan ungkapan yang populer di tengah masyarakat bahwa menuntut ilmu lebih utama daripada ibadah-ibadah sunnah tertentu dalam jumlah yang sangat banyak, seperti shalat 1.000 rakaat atau menjenguk 1.000 orang sakit.

Namun, angka tersebut tidak boleh dinisbatkan sebagai hadis sahih kepada Rasulullah SAW tanpa sumber yang jelas. Makna yang dapat diambil adalah bahwa ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi karena dengan ilmu seseorang dapat memperbaiki seluruh amal ibadahnya.

Allah SWT berfirman:

«قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ»

"Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"

(QS. Az-Zumar: 9)

---

❤️ Nabi Muhammad SAW adalah Rahmat bagi Alam Semesta

Materi berikutnya mengingatkan jamaah bahwa kehadiran Nabi Muhammad SAW merupakan rahmat dan karunia yang sangat besar dari Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

«وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ»

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."

(QS. Al-Anbiya: 107)

Nabi Muhammad SAW membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya, dari kesyirikan menuju tauhid, dari kebodohan menuju ilmu, serta mengajarkan akhlak yang mulia.

Allah SWT juga berfirman:

«لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ»

"Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika Dia mengutus seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri."

(QS. Ali 'Imran: 164)

---

🌹 Kisah Abu Lahab dan Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Dalam kajian Maulid, sering disampaikan kisah bahwa Abu Lahab merasa gembira ketika mendengar kelahiran Nabi Muhammad SAW, karena berita tersebut disampaikan oleh budaknya yang bernama Tsuwaibah (Thuwaybah).

Dalam riwayat yang disebutkan dalam Shahih Bukhari, Tsuwaibah adalah budak Abu Lahab yang kemudian dibebaskan olehnya. Riwayat tersebut berkaitan dengan mimpi Al-Abbas tentang keadaan Abu Lahab setelah meninggal.

Namun perlu dicatat, kisah tersebut tidak berarti Abu Lahab mendapatkan keselamatan karena bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Al-Qur'an secara tegas menyebutkan ancaman terhadap Abu Lahab dalam Surah Al-Masad.

Pelajaran yang dapat diambil adalah bahwa kelahiran Rasulullah SAW merupakan peristiwa yang sangat agung bagi umat manusia, tetapi keselamatan seseorang tetap berkaitan dengan iman dan amalnya.

---

🕌 Tiga Ilmu Pokok yang Wajib Dipelajari

Ustadz Ujang juga menjelaskan pentingnya mempelajari ilmu agama, khususnya tiga bidang pokok:

1. TAUHID

Tauhid adalah ilmu untuk mengenal dan mengesakan Allah SWT.

Seorang muslim harus mengetahui bahwa hanya Allah yang wajib disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Allah SWT berfirman:

«فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ»

"Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah."

(QS. Muhammad: 19)

Dengan ilmu tauhid, seorang muslim memahami siapa Rabb-nya, mengenal sifat-sifat Allah SWT, serta menjaga dirinya dari kesyirikan.

2. FIQIH

Fiqih adalah ilmu yang membantu seorang muslim memahami hukum-hukum syariat yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

- Tata cara wudhu

- Shalat

- Puasa

- Zakat

- Haji dan umrah

- Muamalah

- Pernikahan

- Halal dan haram

Dengan fiqih, seseorang tidak hanya beribadah, tetapi mengetahui bagaimana beribadah dengan tata cara yang benar.

3. TASAWUF / ILMU AKHLAK

Dalam konteks kajian keislaman, tasawuf berkaitan dengan upaya membersihkan hati dan memperbaiki akhlak.

Seorang muslim tidak cukup hanya memiliki ilmu dan banyak beribadah, tetapi juga harus memiliki hati yang bersih serta akhlak yang baik.

Di antaranya:

- Ikhlas

- Sabar

- Tawakal

- Rendah hati

- Tidak sombong

- Tidak dengki

- Tidak riya

- Menjauhi penyakit hati

Rasulullah SAW bersabda:

«إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ»

"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak."

Riwayat ini dikenal dalam sejumlah kitab hadis, antara lain Al-Adab Al-Mufrad karya Imam Al-Bukhari dan Al-Muwatta' Imam Malik dengan redaksi yang berdekatan.

---

✨ Mengenal Sifat Wajib Allah SWT

Dalam pelajaran ilmu tauhid yang umum diajarkan di pesantren dan masyarakat Muslim Indonesia, dikenal 20 sifat wajib bagi Allah SWT.

Di antaranya:

1. Wujud — Allah itu ada.

2. Qidam — Allah tidak mempunyai permulaan.

3. Baqa' — Allah tidak mempunyai akhir dan kekal.

4. Mukhalafatuhu lil-hawadits — Allah berbeda dengan seluruh makhluk.

5. Qiyamuhu binafsihi — Allah berdiri sendiri dan tidak membutuhkan makhluk.

6. Wahdaniyah — Allah Maha Esa.

7. Qudrat — Allah Maha Kuasa.

8. Iradat — Allah Maha Berkehendak.

9. Ilmu — Allah Maha Mengetahui.

10. Hayat — Allah Maha Hidup.

11. Sama' — Allah Maha Mendengar.

12. Bashar — Allah Maha Melihat.

13. Kalam — Allah Maha Berfirman.

Dan seterusnya hingga 20 sifat wajib Allah SWT yang dipelajari dalam ilmu tauhid.

Allah SWT berfirman:

«لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ»

"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat."

(QS. Asy-Syura: 11)

---

🌟 Sifat Wajib bagi Rasulullah SAW


Umat Islam juga perlu mengenal sifat-sifat wajib bagi para Rasul Allah SWT, yaitu:


1. Shiddiq


Rasulullah SAW selalu benar dan tidak berdusta.


2. Amanah


Rasulullah SAW dapat dipercaya dalam menyampaikan risalah Allah SWT.


3. Tabligh


Rasulullah SAW menyampaikan seluruh wahyu dan risalah yang diperintahkan Allah SWT.


4. Fathanah


Rasulullah SAW memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan yang sempurna dalam menjalankan tugas kerasulan.


Keempat sifat tersebut menjadi teladan bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


---


🌹 Pentingnya Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW


Salah satu pesan penting dalam peringatan Maulid adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.


Allah SWT berfirman:


«إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا»


"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."


(QS. Al-Ahzab: 56)


Rasulullah SAW bersabda:


«"Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali."»


(HR. Muslim)


Karena itu, mari kita biasakan memperbanyak shalawat dalam kehidupan sehari-hari, dengan tetap memahami makna dan adabnya.


---


📖 Kisah Seorang Pendosa dan Kecintaan kepada Nama Muhammad SAW


Dalam ceramah juga disampaikan sebuah kisah yang dinisbatkan dalam literatur kisah/riwayat seperti Hilyatul Auliya' (Kitab Hilyah).


Dikisahkan pada zaman Bani Israil terdapat seseorang yang selama bertahun-tahun melakukan banyak dosa. Ketika meninggal dunia, masyarakat memperlakukannya dengan buruk dan membuang jasadnya.


Kemudian Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS untuk mengurus jenazah orang tersebut.


Nabi Musa AS merasa heran karena orang tersebut dikenal sebagai pendosa. Setelah ditelusuri, ternyata orang tersebut pernah membuka kitab Taurat dan menemukan nama Muhammad SAW di dalamnya.


Ia kemudian menunjukkan kecintaan dan penghormatan kepada nama Muhammad SAW, bahkan dalam kisah tersebut disebutkan ia mencium nama tersebut dan meletakkannya pada matanya.


Kisah tersebut mengandung pesan tentang besarnya kecintaan kepada Rasulullah SAW dan kemuliaan nama beliau.


Namun, kisah seperti ini sebaiknya dipahami sebagai kisah yang dinukil dalam literatur keagamaan, bukan dijadikan dasar hukum atau dinyatakan sebagai hadis sahih tanpa penelitian sanad.


Pelajaran terpentingnya adalah: jangan pernah meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun dan jangan berputus asa dari rahmat Allah SWT.


Allah SWT berfirman:


«قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ»


"Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah."


(QS. Az-Zumar: 53)


---


🤲 Penutup: Jadikan Maulid sebagai Momentum Memperbaiki Diri


Peringatan Muludan di Masjid Al Hidayah Cimahpar Endah 2 bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenal Rasulullah SAW, mencintai beliau, memperbanyak shalawat, serta meningkatkan semangat menuntut ilmu agama.


Dari kegiatan malam ini, jamaah diajak untuk terus belajar:


Belajar tauhid agar benar dalam mengenal Allah.

Belajar fiqih agar benar dalam beribadah.

Belajar akhlak agar baik dalam bermasyarakat.

Belajar sirah agar semakin mengenal Rasulullah SAW.


Semoga kegiatan Muludan ini membawa keberkahan bagi seluruh warga Cimahpar Endah 2, mempererat silaturahmi antarwarga, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta menjadikan Masjid Al Hidayah sebagai pusat ilmu, ibadah, dan persaudaraan.


اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ


Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.


Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.


📸 Dokumentasi Kegiatan


Muludan Masjid Al Hidayah Cimahpar Endah 2

30 Agustus 2026 | Ba'da Isya – 21.30 WIB

Penceramah: Ustadz Ujang Zaenudin – Villa Anggrek, Sukaraja

Jamaah: ±120 orang


Read More

Jumat, 28 Agustus 2026

Agustus 28, 2026 | by cme2 | No comments





Pasirhalang, 28 Agustus 2026 — Pemerintah Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, melaksanakan pertemuan bersama para Ketua RT dan Ketua RW dalam rangka pendistribusian insentif RT dan RW, sekaligus membahas sejumlah persoalan strategis yang berkaitan dengan kondisi keuangan desa, penyusunan rencana anggaran tahun mendatang, serta rencana Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antarwaktu (PAW).

Pertemuan dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 WIB sampai selesai, bertempat di Kantor Desa Pasirhalang, Jalan Raya Gentong No. 28/394, Sukaraja, Sukabumi.

Pertemuan ini menjadi penting karena pembahasan tidak hanya menyangkut distribusi insentif RT dan RW, tetapi juga menyentuh persoalan keberlanjutan keuangan desa dan bagaimana seluruh program pemerintahan desa dapat tetap berjalan dengan memperhatikan kemampuan anggaran yang tersedia.

Desa Mulai Mempersiapkan Rencana Anggaran Tahun Mendatang

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa Pemerintah Desa Pasirhalang saat ini mulai mempersiapkan rencana anggaran untuk tahun anggaran berikutnya.

Perencanaan tersebut harus dilakukan dengan sangat cermat karena kemampuan keuangan desa menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan prioritas kegiatan. Setiap program harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, ketentuan peraturan perundang-undangan, serta kemampuan riil APB Desa.

Salah satu perhatian utama Pemerintah Desa adalah pemenuhan insentif bagi Ketua RT dan Ketua RW. Insentif tersebut dipandang sebagai bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pelayanan masyarakat di tingkat kewilayahan.

Dalam pembahasan bersama RT dan RW, muncul penegasan bahwa insentif RT dan RW hendaknya menjadi salah satu prioritas yang tetap diperhatikan dalam penyusunan anggaran, sehingga jangan sampai keterbatasan anggaran desa kemudian berdampak pada pengurangan hak atau insentif yang selama ini menjadi bagian dari dukungan terhadap tugas RT dan RW.

Kondisi Keuangan Desa Menjadi Perhatian Bersama

Pemerintah Desa juga menyampaikan kondisi keuangan desa yang harus dikelola secara hati-hati.

Tahun anggaran 2026 saat ini sudah memasuki periode akhir tahun. Dengan waktu yang tersisa sekitar empat bulan, desa harus melakukan pengelolaan anggaran secara efektif sekaligus mempersiapkan kebutuhan anggaran tahun 2027.

Situasi menjadi semakin kompleks karena desa juga harus mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan apabila proses Pemilihan Kepala Desa Antarwaktu (PAW) dilaksanakan.

Oleh karena itu, diperlukan komunikasi dan musyawarah yang terbuka antara Pemerintah Desa, BPD, RT, RW, serta unsur masyarakat lainnya agar keputusan yang diambil tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga tidak menimbulkan persoalan keuangan yang lebih besar di kemudian hari.

Persoalan PAW Kepala Desa Menjadi Pembahasan Utama

Salah satu pembahasan yang cukup serius adalah mengenai rencana Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antarwaktu atau PAW.

Saat ini pemerintahan desa masih dijalankan oleh Penjabat Kepala Desa, sementara di sisi lain terdapat agenda pemilihan Kepala Desa definitif pada periode berikutnya sesuai dengan ketentuan dan jadwal yang ditetapkan pemerintah.

Dalam kondisi tersebut, peserta rapat mempertimbangkan secara rasional pertanyaan yang sangat mendasar:

> Apakah pelaksanaan PAW dengan biaya yang cukup besar menjadi pilihan yang paling tepat apabila masa jabatan Kepala Desa hasil PAW nantinya hanya efektif untuk waktu yang relatif singkat sebelum dilaksanakannya pemilihan Kepala Desa definitif?

Pertanyaan tersebut bukan dimaksudkan untuk menolak proses demokrasi desa maupun mengabaikan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bagian dari pertimbangan efisiensi, kemampuan keuangan desa, dan kepentingan masyarakat.

Sebab, apabila PAW membutuhkan anggaran yang cukup besar, sementara kemampuan keuangan desa terbatas, maka harus dihitung secara matang dari mana pembiayaan tersebut akan diperoleh dan apa dampaknya terhadap program lain yang telah direncanakan.

Jangan Sampai Anggaran PAW Mengorbankan Insentif RT dan RW

Dalam diskusi tersebut juga muncul kekhawatiran apabila kebutuhan anggaran PAW kemudian berdampak terhadap pos anggaran lainnya, khususnya insentif RT dan RW.

Para Ketua RT dan RW pada prinsipnya menyampaikan bahwa tidak menghendaki adanya pengurangan insentif RT maupun RW sebagai akibat dari kebutuhan pembiayaan PAW.

Sikap tersebut perlu dipahami bukan semata-mata sebagai persoalan nominal insentif, tetapi berkaitan dengan keberlangsungan pelayanan masyarakat di tingkat paling bawah.

RT dan RW merupakan unsur yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat, mulai dari pelayanan administrasi, pendataan warga, keamanan lingkungan, kegiatan sosial, hingga membantu Pemerintah Desa menyampaikan berbagai program kepada masyarakat.

Karena itu, setiap kebijakan anggaran yang berpotensi mengurangi insentif RT dan RW perlu dibicarakan secara terbuka dan mendapatkan pertimbangan yang matang.

Apa Itu PAW Kepala Desa?

Dalam rapat juga diberikan penjelasan mengenai Pergantian Antarwaktu (PAW) Kepala Desa.

PAW merupakan mekanisme pengisian jabatan Kepala Desa yang berhenti atau diberhentikan sebelum berakhirnya masa jabatan, melalui mekanisme Musyawarah Desa, bukan melalui pemilihan langsung oleh seluruh pemilih sebagaimana pemilihan Kepala Desa reguler.

Untuk Kabupaten Sukabumi, ketentuan mengenai Pemilihan Kepala Desa Antarwaktu diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 6 Tahun 2021 tentang Pemilihan Kepala Desa. Regulasi tersebut mengatur bahwa pemilihan Kepala Desa antarwaktu dilakukan melalui Musyawarah Desa dengan tahapan persiapan, pembentukan panitia, penjaringan dan penyaringan calon, sampai dengan pemilihan melalui mekanisme yang ditetapkan dalam Musyawarah Desa. 

Dalam ketentuan tersebut, BPD mempunyai peran penting dalam pembentukan panitia pemilihan PAW. Panitia kemudian melaksanakan proses penjaringan dan penyaringan bakal calon hingga diperoleh calon yang berhak mengikuti Musyawarah Desa. 

Dengan demikian, PAW bukan sekadar proses administratif untuk mengganti seorang Kepala Desa, tetapi merupakan rangkaian proses pemerintahan dan musyawarah yang memiliki tahapan serta konsekuensi pembiayaan.

Pembiayaan PAW Harus Diperhitungkan Secara Matang

Hal penting lainnya yang dijelaskan dalam pertemuan adalah mengenai sumber pembiayaan pelaksanaan PAW.

Secara regulasi, pembiayaan pemilihan Kepala Desa antarwaktu ditempatkan dalam APB Desa. Karena itu, kemampuan keuangan desa harus menjadi pertimbangan penting dalam menyusun rencana pembiayaan tersebut. Ketentuan Kabupaten Sukabumi juga mengatur pengajuan dan persetujuan biaya pemilihan melalui APB Desa. 

Dalam penjelasan Camat Sukaraja, Bapak Arid Ahmad Ridwan, S.IP., A.KP., M.Si., persoalan sumber dana dan kemampuan keuangan desa harus dilihat secara hati-hati. ADD yang tersedia bagi desa juga memiliki keterbatasan, sementara kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan desa sangat banyak.

Oleh sebab itu, apabila PAW dilaksanakan, kebutuhan biaya untuk seluruh tahapan teknis harus terlebih dahulu dihitung secara transparan, antara lain kebutuhan panitia, administrasi, perlengkapan, pelaksanaan musyawarah, keamanan, konsumsi, dokumentasi, serta kebutuhan teknis lainnya.

Regulasi Kabupaten Sukabumi sendiri menempatkan pembiayaan pemilihan Kepala Desa antarwaktu dalam APB Desa dan mengatur bahwa panitia mengajukan kebutuhan biaya kepada Penjabat Kepala Desa. 

Dengan demikian, tidak tepat apabila persoalan PAW hanya dilihat dari sisi siapa yang akan menjadi Kepala Desa, tetapi harus dilihat pula dari sisi kemampuan keuangan desa dan dampaknya terhadap program pelayanan masyarakat.

Camat Sukaraja: Musyawarah Menjadi Jalan Penyelesaian

Penjelasan yang disampaikan Camat Sukaraja, Bapak Arid Ahmad Ridwan, S.IP., A.KP., M.Si., memberikan gambaran yang cukup rinci mengenai posisi PAW dalam tata kelola pemerintahan desa.

Beliau menekankan pentingnya seluruh pihak memahami regulasi dan tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan kepentingan kelompok atau kepentingan sesaat.

Persoalan yang menyangkut masa depan pemerintahan desa harus ditempatkan dalam mekanisme musyawarah, keterbukaan, kepatuhan terhadap regulasi, dan kemampuan keuangan desa.

Dalam konteks ini, Musyawarah Desa (Musdes) menjadi forum penting untuk membahas dan menetapkan keputusan desa sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Untuk PAW sendiri, regulasi Kabupaten Sukabumi secara tegas menempatkan Musyawarah Desa sebagai bagian utama dari proses pemilihan Kepala Desa antarwaktu. BPD menyelenggarakan Musyawarah Desa, calon disahkan melalui Musyawarah Desa, mekanisme pemilihan disepakati dalam musyawarah, dan hasil akhirnya dituangkan dalam berita acara. 

RT dan RW Memilih Mengawal Kepentingan Masyarakat

Dari sisi RT dan RW, terdapat satu kepentingan yang sangat jelas, yaitu jangan sampai persoalan politik pemerintahan desa berdampak pada berkurangnya pelayanan kepada masyarakat.

Apabila terdapat beberapa pilihan kebijakan, maka pilihan tersebut seharusnya dihitung berdasarkan:

1. Dasar hukum yang berlaku;

2. Kemampuan keuangan desa;

3. Besarnya biaya pelaksanaan PAW;

4. Lamanya masa jabatan Kepala Desa hasil PAW;

5. Agenda pemilihan Kepala Desa definitif berikutnya;

6. Dampak terhadap insentif RT dan RW;

7. Dampak terhadap pembangunan dan pelayanan masyarakat;

8. Ketersediaan ADD dan sumber pembiayaan lain yang sah;

9. Hasil Musyawarah Desa; dan

10. Kepentingan masyarakat Desa Pasirhalang secara keseluruhan.

Dengan pertimbangan tersebut, RT dan RW tidak menghendaki adanya pengurangan insentif RT/RW hanya untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan kegiatan yang belum diperhitungkan secara matang.

Mencari Solusi Bersama, Bukan Saling Menyalahkan

Pertemuan ini juga menunjukkan pentingnya membangun komunikasi antara Pemerintah Desa, BPD, RT, RW, lembaga desa, dan masyarakat.

Persoalan keuangan desa tidak seharusnya menjadi persoalan Pemerintah Desa semata. Demikian pula persoalan PAW tidak seharusnya hanya dibicarakan oleh BPD atau panitia.

Semua pihak mempunyai kepentingan yang sama, yaitu memastikan agar Pemerintahan Desa Pasirhalang tetap berjalan dengan baik, pelayanan masyarakat tetap terjaga, pembangunan tetap dapat dilaksanakan, dan seluruh keputusan memiliki dasar hukum yang jelas.

Karena itu, musyawarah menjadi jalan terbaik untuk mencari solusi.

Bukan siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana keputusan yang diambil benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, administratif, keuangan, dan moral kepada seluruh masyarakat Desa Pasirhalang.

Sikap dan Harapan

Sebagai bagian dari masyarakat Desa Pasirhalang, RT dan RW berharap setiap kebijakan yang akan diambil Pemerintah Desa ke depan dapat dilakukan dengan prinsip:

Transparan dalam anggaran, terbuka dalam musyawarah, taat terhadap regulasi, realistis terhadap kemampuan keuangan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.

Khusus mengenai PAW, sebelum keputusan final diambil, sangat penting agar Rencana Anggaran Biaya (RAB) PAW disampaikan secara terbuka, termasuk sumber dananya, besaran kebutuhannya, serta dampaknya terhadap APB Desa dan program lainnya.

Dengan demikian, seluruh unsur yang terlibat dapat melihat persoalan secara utuh dan tidak mengambil keputusan berdasarkan asumsi.

Penutup

Rapat hari ini bukan sekadar pertemuan mengenai pembagian atau pendistribusian insentif RT dan RW. Lebih dari itu, pertemuan menjadi ruang penting untuk membicarakan masa depan tata kelola pemerintahan dan kemampuan keuangan Desa Pasirhalang.

Pesan yang dapat diambil adalah bahwa setiap rupiah anggaran desa harus direncanakan, digunakan, dan dipertanggungjawabkan untuk kepentingan masyarakat.

Ketika desa menghadapi keterbatasan anggaran, maka seluruh unsur harus duduk bersama. Ketika terdapat pilihan kebijakan yang membutuhkan biaya besar, maka manfaat dan konsekuensinya harus dihitung secara objektif.

Dan ketika menyangkut keputusan strategis seperti PAW Kepala Desa, maka Musyawarah Desa, BPD, Pemerintah Desa, RT, RW, serta unsur masyarakat harus menjadi bagian dari proses sesuai kewenangan masing-masing dan berdasarkan regulasi yang berlaku.

Desa kuat bukan karena tidak memiliki persoalan, tetapi karena mampu menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, keterbukaan, aturan yang jelas, dan kepentingan masyarakat sebagai tujuan utama.

Read More

Kamis, 27 Agustus 2026

Agustus 27, 2026 | by cme2 | No comments

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Warga Cimahpar Endah 2 yang saya banggakan, 

Innal hamda lillah, nahmaduhu wa nasta'inuhu wanastaghfiruh, wa na'uudzu billaahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyi-aati a'maalinaa. May yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wamay yudhlil falaa haadiya lah, wa asyhadu an laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan abduhuu wa rosuuluh. 

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ اَنْ تَمُوْتَ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَاۚ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الْاٰخِرَةِ نُؤْتِهٖ مِنْهَا ۗ وَسَنَجْزِى الشّٰكِرِيْنَ 

Setiap yang bernyawa tidak akan mati, kecuali dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Siapa yang menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu dan siapa yang menghendaki pahala akhirat, niscaya Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu. Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.Āli ‘Imrān [3]:145

QS. Āli ‘Imrān ayat 145, kita dapat mengambil pelajaran yang sangat relevan dengan kehidupan seorang guru, terutama tentang niat, perjuangan, keteguhan, dan keikhlasan dalam mendidik.

1. Guru harus memiliki niat yang lurus

Ayat ini mengajarkan bahwa setiap perjuangan akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkan. Bagi seorang guru, mengajar bukan hanya pekerjaan untuk mendapatkan gaji, tetapi merupakan ibadah. 

2. Guru tidak boleh mudah menyerah

Ayat ini turun dalam konteks Perang Uhud, ketika sebagian kaum Muslimin meninggalkan perjuangan karena takut menghadapi bahaya. Dari sini guru dapat belajar tentang keteguhan. Dalam mendidik, guru mungkin menghadapi murid yang sulit belajar, kelas yang penuh tantangan, keterbatasan fasilitas, atau perubahan zaman. Semua itu tidak seharusnya membuat guru berhenti berjuang.

3. Guru perlu berani menghadapi tantangan

Seorang guru adalah pejuang pendidikan. Tantangan pendidikan tidak selalu berupa sesuatu yang besar. Bisa berupa murid yang belum bisa membaca, kurang percaya diri, sulit berkonsentrasi, atau kurang motivasi belajar. Guru dipanggil untuk hadir, mendampingi, dan mencari jalan keluar, bukan menghindari masalah.

4. Guru perlu memahami bahwa hasil bukan sepenuhnya berada di tangannya

Guru wajib berusaha sebaik mungkin, tetapi perkembangan setiap anak berada dalam ketetapan dan kehendak Allah. Karena itu, guru tidak perlu merasa gagal ketika hasil yang diharapkan belum segera terlihat. Tugas guru adalah menanam, merawat, dan terus berusaha; Allah yang menentukan hasilnya.

5. Guru harus bersyukur atas kesempatan mendidik

Pada bagian akhir ayat disebutkan bahwa Allah akan memberikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Guru dapat menunjukkan rasa syukur dengan menggunakan ilmu, waktu, kesempatan, dan kemampuan untuk kebaikan murid. Mengajar dengan sabar, memberikan perhatian kepada anak, terus belajar, dan memperbaiki cara mengajar merupakan bentuk syukur seorang guru.

Menjadi guru adalah sebuah perjuangan. Luruskan niat, jangan mudah menyerah, terus berusaha mendidik dengan ikhlas, dan serahkan hasilnya kepada Allah.

🫴 Siapa Kita ... ?!!

 🇮🇩 INDONESIA !!




Read More

Rabu, 26 Agustus 2026

Agustus 26, 2026 | by cme2 | No comments

 


 "Ya Allah, jadikanlah hati kami hati yang saling mencintai karena-Mu, lisan yang selalu berdzikir kepada-Mu, dan langkah yang selalu membawa kebaikan."

### Pentingnya Menjalin Silaturahmi

Silaturahmi adalah salah satu amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Dengan silaturahmi, hubungan persaudaraan menjadi erat, hati menjadi lapang, dan rezeki serta umur diberi keberkahan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi."(HR. Bukhari No. 5986 dan Muslim No. 2557)

Allah SWT juga berfirman:

> "Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan kekeluargaan (silaturahmi)."(QS. An-Nisa: 1)

Silaturahmi bukan hanya berkunjung, tetapi juga saling mendoakan, saling membantu, dan menjaga hubungan baik dengan sesama.

### Larangan Tertawa Terbahak-bahak di Masjid

Masjid adalah rumah Allah, tempat untuk beribadah, berdzikir, membaca Al-Qur'an, dan menenangkan hati. Karena itu, kita dianjurkan menjaga adab ketika berada di dalamnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Akan datang suatu zaman, manusia menjadikan masjid sebagai tempat berbincang urusan dunia. Janganlah kalian duduk bersama mereka."(HR. Al-Hakim)

Tertawa sewajarnya tidak dilarang, tetapi tertawa keras hingga mengganggu kekhusyukan orang lain adalah adab yang harus dihindari.

### Larangan Ngabodor atau Membuat Orang Lain Tertawa

Islam mengajarkan agar lisan digunakan untuk kebaikan. Candaan yang berlebihan, apalagi sampai menghina atau membuat orang lain menjadi bahan tertawaan, tidak disukai oleh Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Celakalah orang yang berbicara lalu berdusta agar orang lain tertawa. Celakalah dia, celakalah dia."(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Humor boleh, tetapi harus jujur, sopan, dan tidak menyakiti hati orang lain.

### Larangan Bergunjing (Ghibah)

Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain yang memang ada pada dirinya. Walaupun benar, tetap termasuk dosa apabila dilakukan di belakangnya.

Allah SWT berfirman:

> "Janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik."(QS. Al-Hujurat: 12)

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa ghibah adalah menyebut sesuatu tentang saudaramu yang ia tidak suka jika mendengarnya. (HR. Muslim)

Karena itu, biasakan membicarakan kebaikan orang lain, bukan keburukannya.

### Adab Bertamu: Sebaiknya Tidak Lebih dari Tiga Hari

Islam mengajarkan agar tamu dimuliakan, namun tamu juga harus memahami keadaan tuan rumah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Menjamu tamu itu selama tiga hari. Adapun jamuan yang paling utama adalah pada hari pertama."(HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan, bila tidak ada keperluan penting, bertamu satu hari atau beberapa jam saja sudah lebih baik agar tidak memberatkan tuan rumah.

### Memuliakan Tamu dengan Wajah yang Berseri

Senyum adalah sedekah. Menyambut tamu dengan wajah ceria merupakan akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah ﷺ.

Beliau bersabda:

> "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya."(HR. Bukhari dan Muslim)

Memuliakan tamu tidak harus dengan hidangan mewah. Senyuman, keramahan, dan perhatian sudah menjadi bentuk penghormatan yang sangat bernilai.

### Perbanyak Obrolan yang Bermanfaat

Saat berkumpul, hendaknya pembicaraan berisi hal-hal yang bermanfaat: berbagi pengalaman hidup, saling menasihati, bertukar ilmu, atau saling menguatkan dalam kebaikan.

Allah SWT berfirman:

> "Dan saling menasihatilah dalam kebenaran dan saling menasihatilah dalam kesabaran."(QS. Al-'Ashr: 3)

Hindari obrolan yang sia-sia, apalagi yang mengandung fitnah, ghibah, atau memperolok orang lain.

### Adab Ketika Berada di Masjid

Jika sudah berada di masjid, sebaiknya memperbanyak:

* Berdzikir kepada Allah.

* Membaca Al-Qur'an.

* Berdoa.

* Melaksanakan shalat sunnah.

* Diam dan menjaga ketenangan.

Allah SWT berfirman:

> "Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian."(QS. At-Taubah: 18)

Masjid adalah tempat membersihkan hati, bukan tempat memperbanyak urusan dunia.

### Tamu Membawa Rezeki dan Menghapus Dosa

Di kalangan ulama terdapat nasihat yang sangat indah:

> "Tamu datang membawa rezeki, dan ketika ia pulang, Allah menghapus dosa-dosa penghuni rumah."

Walaupun ungkapan ini bukan hadis yang sahih, maknanya selaras dengan ajaran Islam tentang keberkahan memuliakan tamu. Menyambut tamu dengan ikhlas dapat menjadi sebab datangnya keberkahan, bertambahnya persaudaraan, dan pahala dari Allah SWT.

### Hikmah yang Dapat Diamalkan

* Jaga silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan sesama muslim.

* Hormati kesucian masjid dengan menjaga lisan dan perilaku.

* Hindari bercanda berlebihan yang membuat orang lain tertawa karena kebohongan atau penghinaan.


* Tinggalkan ghibah dan biasakan membicarakan hal-hal yang baik.


* Bertamulah secukupnya dan pahami kondisi tuan rumah.


* Sambut tamu dengan senyum, keramahan, dan hati yang ikhlas.


* Jadikan setiap pertemuan sebagai sarana berbagi ilmu, nasihat, dan pengalaman hidup.


### Penutup


Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang menjaga silaturahmi, memuliakan tamu, menjaga adab di rumah Allah, serta senantiasa menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia dan menyakiti orang lain.


> Doa: "Allahumma allif baina qulubina, wa ashlih dzata bainina, wahdina subulas salam." Ya Allah, satukanlah hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, dan tunjukkanlah kami jalan keselamatan. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.


Read More
Agustus 26, 2026 | by cme2 | No comments

 







Hari Rabu kali ini terasa sedikit berbeda. Bukan karena ada rapat, bukan juga karena ada acara resmi yang harus pakai pakaian rapi. Kali ini warga RT 03 RW 11 Cimahpar Endah 2 memilih cara yang sederhana tapi seru untuk mempererat kebersamaan: makan bersama dalam rangka syukuran.

Destinasinya juga bukan tempat biasa. Warga meluncur ke kawasan Pondok Halimun, Sukabumi, tepatnya ke Mouvie Cafe Liwet, sebuah tempat makan dengan suasana khas pegunungan yang bikin siapa pun betah berlama-lama.

Acara dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung hingga kurang lebih pukul 16.00 WIB. Untuk menuju lokasi, rombongan berangkat bersama menggunakan 5 mobil dan 2 sepeda motor. Jadi, sejak perjalanan saja sebenarnya suasana kebersamaan sudah mulai terasa.

Berangkat Bareng, Serunya Sudah Dimulai dari Jalan

Namanya juga pergi ramai-ramai. Belum sampai lokasi saja sudah ada cerita.

Ada yang sibuk memastikan semua sudah berangkat, ada yang memastikan kendaraan aman, ada juga yang mungkin sudah mulai bertanya, “Sampai sana makannya apa?” 😄

Rombongan bergerak bersama menuju kawasan Pondok Halimun. Perjalanan menuju daerah pegunungan ini memberikan suasana yang berbeda dari keseharian di lingkungan perumahan.

Semakin mendekati lokasi, udara terasa semakin sejuk. Pemandangan mulai berubah menjadi lebih hijau. Pepohonan, kebun, dan suasana alam membuat perjalanan terasa seperti healing tipis-tipis.

Dan yang paling penting, perjalanan kali ini bukan sekadar pindah lokasi. Ada rasa kebersamaan yang ikut dibawa.

Sampai di Mouvie Cafe Liwet, Langsung Mode Santai

Begitu sampai di Mouvie Cafe Liwet, suasana langsung berubah menjadi lebih santai.

Tidak ada acara yang terlalu formal. Tidak ada susunan acara yang bikin tegang. Semua datang untuk menikmati kebersamaan.

Pemandangan alam menjadi bonus yang luar biasa.

Kawasan Pondok Halimun memang punya daya tarik tersendiri. Udara pegunungan yang sejuk, pepohonan yang hijau, serta kebun dan lingkungan yang asri membuat suasana makan bersama menjadi semakin nikmat.

Kalau biasanya makan hanya fokus ke makanan, kali ini paket lengkap: makan + alam + ngobrol + musik + ketawa-ketiwi.

Begitu makanan liwet tersaji, suasana semakin hidup.

Makan bersama memang punya kekuatan yang sederhana. Orang yang awalnya duduk agak berjauhan bisa akhirnya ngobrol. Yang biasanya hanya berpapasan di jalan bisa saling cerita. Yang biasanya cuma menyapa singkat, akhirnya punya kesempatan untuk ngobrol lebih panjang.

Dan ternyata, dari obrolan santai seperti itulah hubungan antarwarga bisa semakin dekat.

Bukan Sekadar Makan, Tapi Menambah Keakraban

Salah satu hal menarik dari kegiatan seperti ini adalah tidak perlu acara yang mewah untuk menciptakan kenangan.

Cukup duduk bersama.

Cukup makan bersama.

Cukup ngobrol tanpa terburu-buru.

Ditambah suasana alam yang indah, semuanya terasa lebih rileks.

Berbagai cerita pun mengalir begitu saja. Mulai dari cerita sehari-hari, pengalaman masing-masing, cerita keluarga, sampai candaan-candaan ringan yang membuat suasana semakin cair.

Sesekali terdengar tawa. Sesekali ada yang nyeletuk. Kadang pembicaraan serius, beberapa detik kemudian berubah menjadi bahan bercanda.

Begitulah kalau tetangga sudah kumpul.

Tidak perlu banyak agenda. Yang penting ketemu, ngobrol, dan ketawa bareng.

Musik Live Gitar, Suasana Makin Asyik

Keseruan semakin lengkap dengan adanya musik live gitar.

Petikan gitar dan lagu-lagu yang dibawakan membuat suasana makan bersama terasa semakin hangat. Ada yang ikut menikmati sambil ngobrol, ada yang mungkin ikut bernyanyi, dan tentu saja ada yang cukup duduk santai menikmati suasana.

Musik memang punya cara sendiri untuk menyatukan suasana.

Tidak peduli usia, tidak peduli kesibukan sehari-hari, ketika lagu mulai dimainkan, suasana menjadi lebih cair.

Pemandangan pegunungan di depan mata, udara yang sejuk, makanan yang enak, teman-teman yang akrab, ditambah musik gitar.

Kalau begini sih, siapa yang mau buru-buru pulang? 😄

Dari Warga, Untuk Warga

Kegiatan syukuran RT 03 RW 11 ini menjadi contoh sederhana bahwa kebersamaan tidak selalu harus dibangun melalui kegiatan yang besar.

Justru kegiatan yang sederhana dan santai seperti makan bersama bisa menjadi ruang untuk saling mengenal lebih dekat.

Dalam kehidupan bertetangga, kadang kita terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Bertemu hanya saat ada keperluan. Berpapasan hanya sekadar mengangguk atau mengucapkan salam.

Padahal, hubungan bertetangga akan terasa lebih hangat ketika ada kesempatan untuk duduk bersama tanpa agenda yang terlalu berat.

Acara seperti ini memberikan kesempatan untuk kembali membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, sekaligus menciptakan suasana lingkungan yang lebih guyub.

Karena lingkungan yang nyaman bukan hanya soal jalan yang bagus atau rumah yang rapi.

Lingkungan yang nyaman juga lahir dari warga yang saling mengenal, saling menyapa, saling peduli, dan bisa tertawa bersama.

Tiga Jam yang Berkesan

Sekitar pukul 16.00 WIB, kegiatan pun berakhir.

Waktu berjalan cepat ketika kita sedang menikmati suasana.

Dari pukul 13.00 sampai 16.00, tiga jam terasa seperti sebentar. Mungkin karena sebagian besar waktu diisi dengan hal-hal sederhana: makan, ngobrol, bercanda, mendengarkan musik, menikmati pemandangan, dan tentu saja menikmati kebersamaan.

Rombongan kemudian bersiap untuk kembali pulang.

Namun yang dibawa pulang bukan hanya perut yang kenyang.

Ada cerita baru.

Ada tawa baru.

Ada kenangan baru.

Dan yang paling penting, ada rasa kekeluargaan yang semakin kuat antarwarga RT 03 RW 11.

Kebersamaan Itu Mahal, Tapi Bisa Dimulai dari Hal Sederhana

Syukuran RT 03 RW 11 di Mouvie Cafe Liwet Pondok Halimun menjadi pengingat bahwa kebersamaan sebenarnya tidak membutuhkan sesuatu yang rumit.

Kadang cukup dengan mengumpulkan orang-orang yang kita kenal, menyediakan waktu untuk bersama, lalu membiarkan suasana berjalan secara natural.

Makan bersama menjadi sarana silaturahmi.

Perjalanan bersama menjadi cerita.

Musik menjadi hiburan.

Alam menjadi latar yang indah.

Dan canda tawa menjadi perekat hubungan antarwarga.

Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan di kesempatan-kesempatan berikutnya.

Tidak harus selalu ke tempat jauh. Tidak harus selalu dengan acara besar.

Yang penting adalah kebersamaannya.

Karena pada akhirnya, tetangga bukan sekadar orang yang rumahnya berdekatan dengan kita. Tetangga adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Saat suka, kita bisa berbagi cerita. Saat ada kesulitan, kita bisa saling membantu.

Dan ketika ada kesempatan untuk bersyukur, alangkah indahnya jika rasa syukur itu dirayakan bersama.

RT 03 RW 11: sederhana acaranya, hangat suasananya, banyak ceritanya.

Sampai ketemu di agenda berikutnya!

Salam guyub, salam kompak, dan tetap jaga silaturahmi.

#RT03RW11 #CimahparEndah2 #PondokHalimun #Sukabumi #MouvieCafeLiwet #MakanBersama #Syukuran #Silaturahmi #WargaKompak #GuyubRukun


Read More

Rabu, 19 Agustus 2026

Agustus 19, 2026 | by cme2 | No comments


Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering memperhatikan kesehatan tubuh. Ketika tubuh sakit, kita berusaha mencari obat dan melakukan pengobatan. Namun, ada satu hal yang sering terlupakan, yaitu kesehatan hati atau batin.

Penyakit batin tidak terlihat secara fisik. Seseorang mungkin tampak sehat, tersenyum dan beraktivitas seperti biasa, tetapi di dalam hatinya terdapat penyakit yang dapat merusak amal, hubungan dengan sesama manusia, bahkan hubungan dengan Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

«"Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwa itu, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."
(QS. Asy-Syams: 9–10)»

Karena itu, membersihkan hati merupakan bagian penting dari kehidupan seorang Muslim.

Berikut 7 penyakit batin yang perlu kita kenali dan kita berusaha menjauhinya.

1. Sombong (Takabbur)

Sombong adalah merasa diri lebih baik, lebih tinggi, lebih pintar, lebih kaya, atau lebih mulia daripada orang lain sehingga meremehkan mereka.

Rasulullah SAW bersabda:

«"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar zarrah."
(HR. Muslim)»

Sombong dapat muncul dalam berbagai bentuk. Tidak hanya karena harta atau jabatan, tetapi juga karena ilmu, keturunan, penampilan, bahkan amal ibadah.

Orang yang merasa dirinya paling benar dan selalu menganggap orang lain salah juga harus berhati-hati terhadap penyakit ini.

Obatnya: memperbanyak tawadhu, mengingat bahwa semua yang kita miliki adalah pemberian Allah, serta menyadari bahwa manusia berasal dari tanah dan pada akhirnya akan kembali kepada Allah.

2. Iri dan Dengki (Hasad)

Hasad adalah tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat dan bahkan berharap nikmat tersebut hilang dari orang tersebut.

Allah mengajarkan kita untuk berlindung dari kejahatan orang yang dengki:

«"...dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
(QS. Al-Falaq: 5)»

Misalnya, ketika tetangga membeli kendaraan baru, mendapatkan pekerjaan yang baik, memperoleh jabatan, atau mendapatkan keberhasilan, hati kita merasa tidak senang.

Perasaan seperti ini harus segera dilawan.

Obatnya: belajar bersyukur atas nikmat yang kita miliki dan mendoakan kebaikan bagi orang lain.

Ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat, biasakan mengucapkan:

"Alhamdulillah, semoga Allah memberikan keberkahan kepadanya."

3. Riya

Riya adalah melakukan amal ibadah bukan semata-mata karena Allah, tetapi agar dilihat, dipuji, atau mendapatkan penghargaan dari manusia.

Allah SWT berfirman:

«"Maka celakalah orang-orang yang salat, yaitu orang-orang yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat ria."
(QS. Al-Ma'un: 4–6)»

Riya sangat berbahaya karena amal yang secara lahiriah terlihat baik ternyata dapat kehilangan nilai di hadapan Allah apabila niatnya bukan karena-Nya.

Contohnya adalah bersedekah agar dipuji sebagai orang dermawan, beribadah agar dianggap saleh, atau membantu orang lain supaya mendapatkan pengakuan.

Obatnya: selalu memperbaiki niat sebelum, ketika, dan setelah melakukan amal.

Tanamkan dalam hati:

"Saya melakukan ini karena Allah, bukan karena ingin dipuji manusia."

4. Ujub

Ujub adalah merasa kagum terhadap diri sendiri, merasa amal, ilmu, kemampuan, atau kelebihan yang dimiliki merupakan sesuatu yang membuat dirinya lebih baik daripada orang lain.

Ujub berbeda dengan sombong. Sombong cenderung merendahkan orang lain, sedangkan ujub lebih berupa kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri.

Misalnya:

"Saya sudah banyak beribadah."

"Saya lebih banyak bersedekah daripada mereka."

"Saya lebih tahu agama daripada orang lain."

Padahal semua amal dan kemampuan kita pada hakikatnya adalah pertolongan dan karunia Allah.

Allah mengingatkan:

«"Dan janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa."
(QS. An-Najm: 32)»

Obatnya: menyadari kelemahan diri dan mengingat bahwa tanpa pertolongan Allah, kita tidak mampu melakukan apa pun.

5. Cinta Dunia yang Berlebihan

Islam tidak melarang manusia memiliki harta, rumah, kendaraan, pekerjaan, atau kehidupan yang nyaman. Yang menjadi masalah adalah ketika dunia terlalu menguasai hati sehingga manusia melupakan akhirat.

Allah SWT berfirman:

«"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, saling berbangga di antara kamu dan berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan..."
(QS. Al-Hadid: 20)»

Cinta dunia yang berlebihan dapat membuat seseorang rela mengorbankan kejujuran, persaudaraan, bahkan kewajiban agama.

Obatnya: menjadikan dunia sebagai sarana, bukan tujuan akhir.

Kita boleh memiliki harta, tetapi jangan sampai harta memiliki hati kita.

6. Marah dan Dendam

Marah adalah sifat manusiawi. Namun, apabila kemarahan tidak dikendalikan, ia dapat melahirkan kebencian, pertengkaran, fitnah, bahkan permusuhan.

Allah SWT memuji orang-orang yang mampu menahan amarah:

«"...orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Ali 'Imran: 134)»

Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan hanya kemampuan mengalahkan orang lain, tetapi kemampuan mengendalikan diri ketika marah.

Obatnya: diam ketika marah, berwudu, mengubah posisi tubuh, menjauh sementara dari sumber pertengkaran, serta belajar memaafkan.

Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain. Memaafkan berarti kita tidak membiarkan kebencian menguasai hati kita.

7. Su'uzan dan Kebencian kepada Orang Lain

Su'uzan berarti berprasangka buruk kepada orang lain tanpa dasar yang jelas.

Allah SWT berfirman:

«"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa..."
(QS. Al-Hujurat: 12)»

Sering kali kita menilai seseorang hanya berdasarkan perkiraan.

Seseorang tidak menyapa, kita menganggap dia sombong. Seseorang terlambat datang, kita menganggap dia tidak peduli. Seseorang melakukan sesuatu yang tidak kita sukai, kita langsung berpikir buruk tentang niatnya.

Padahal kita tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Obatnya: tabayyun, mencari informasi yang benar, memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menjelaskan, dan membiasakan diri mencari alasan yang baik sebelum memberikan penilaian.

---

Bagaimana Cara Membersihkan Penyakit Batin?

Penyakit hati tidak cukup diobati dengan pengetahuan. Kita harus melatih diri secara terus-menerus.

Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

1. Memperbanyak dzikir kepada Allah

Dzikir membuat hati selalu mengingat Allah.

«"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd: 28)»

2. Memperbanyak membaca Al-Qur'an

Al-Qur'an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami dan diamalkan.

3. Melakukan muhasabah

Setiap malam, tanyakan kepada diri sendiri:

- Apakah hari ini saya menyakiti orang lain?
- Apakah saya merasa lebih baik daripada orang lain?
- Apakah saya iri terhadap nikmat orang lain?
- Apakah amal saya benar-benar karena Allah?
- Apakah hari ini saya mampu memaafkan?
- Apakah saya telah bersyukur?

4. Memperbanyak istighfar

Kita semua memiliki kekurangan. Jangan merasa diri sudah bersih dari dosa dan penyakit hati.

5. Bergaul dengan orang-orang yang baik

Lingkungan sangat memengaruhi hati dan perilaku kita.

6. Memperbanyak doa

Salah satu doa yang baik adalah:

"Allahumma inni a'udzu bika min qalbin laa yakhsya', wa min du'aain laa yusma', wa min nafsin laa tasyba', wa min 'ilmin laa yanfa'."

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyuk, doa yang tidak didengar, jiwa yang tidak pernah puas, dan ilmu yang tidak bermanfaat."

---

Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah,

Penyakit tubuh dapat kita lihat dan rasakan. Tetapi penyakit hati sering kali tidak terlihat, bahkan oleh pemilik hati itu sendiri.

Karena itu, jangan hanya sibuk memperbaiki penampilan di hadapan manusia, tetapi juga sibuk memperbaiki hati di hadapan Allah.

Kita mungkin belum mampu menjadi manusia yang sempurna. Tetapi kita harus terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik dari hari kemarin.

Jangan takut menyadari bahwa hati kita masih memiliki penyakit. Yang harus kita takutkan adalah ketika kita tidak menyadari penyakit tersebut dan tidak berusaha mengobatinya.

Mari kita memohon kepada Allah agar diberikan hati yang bersih, hati yang ikhlas, hati yang rendah hati, hati yang penuh kasih sayang, dan hati yang selalu mengingat-Nya.

Allah SWT berfirman:

«"Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."
(QS. Asy-Syu'ara: 88–89)»

Semoga Allah SWT membersihkan hati kita, mengampuni dosa-dosa kita, memperbaiki akhlak kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang memiliki hati yang selamat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Sejarah Semangat dan Nasionalisme Bangsa Indonesia

Selain membersihkan hati secara pribadi, kita juga perlu membangun semangat persaudaraan, persatuan, kepedulian, dan cinta tanah air. Semangat tersebut tidak muncul begitu saja. Nasionalisme bangsa Indonesia lahir dari perjalanan panjang dan perjuangan para pendahulu.

1. Perjuangan Melawan Penjajahan

Selama berabad-abad, berbagai daerah di Nusantara mengalami penjajahan. Perlawanan terhadap penjajah dilakukan oleh banyak tokoh dan masyarakat di berbagai wilayah.

Kita mengenal perjuangan Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Pattimura, Sultan Hasanuddin, Cut Nyak Dien, Teuku Umar, dan banyak pejuang lainnya.

Pada masa itu, perjuangan masih banyak dilakukan secara kedaerahan. Masing-masing daerah berjuang mempertahankan tanah dan kehormatannya.

Dari sejarah tersebut kita belajar bahwa keberanian saja belum cukup. Persatuan merupakan kekuatan yang sangat penting.

2. Kebangkitan Nasional

Kesadaran untuk bersatu sebagai sebuah bangsa semakin berkembang pada awal abad ke-20.

Pada 20 Mei 1908, berdirilah Budi Utomo, yang kemudian diperingati sebagai tonggak Kebangkitan Nasional.

Perjuangan mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya lebih banyak dilakukan melalui perlawanan fisik dan bersifat kedaerahan, mulai tumbuh kesadaran bahwa bangsa Indonesia harus membangun persatuan melalui pendidikan, organisasi, dan pergerakan.

Ini memberikan pelajaran penting kepada kita:

Bangsa yang ingin maju harus membangun persatuan dan meningkatkan kualitas manusianya.

3. Sumpah Pemuda 1928

Salah satu tonggak terpenting nasionalisme Indonesia adalah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Para pemuda dari berbagai daerah berkumpul dan menyatakan:

Bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia.

Berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.

Menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Bayangkan, para pemuda berasal dari berbagai suku, daerah, dan latar belakang. Mereka memiliki bahasa daerah dan budaya yang berbeda.

Namun mereka memilih untuk bersatu sebagai satu bangsa.

Inilah salah satu pelajaran terbesar bagi kita saat ini:

Perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan. Perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan.

4. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Setelah melalui perjuangan panjang, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Proklamasi bukanlah hadiah. Kemerdekaan lahir dari perjuangan, pengorbanan, persatuan, keberanian, dan doa dari para pendahulu bangsa.

Karena itu, ketika kita mengibarkan bendera Merah Putih, mengikuti upacara, atau memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, jangan hanya melihatnya sebagai kegiatan seremonial.

Di balik Merah Putih terdapat sejarah panjang pengorbanan manusia Indonesia.

5. Nasionalisme Setelah Kemerdekaan

Setelah merdeka, perjuangan bangsa tidak berhenti.

Jika dahulu para pahlawan berjuang melawan penjajahan, maka sekarang perjuangan kita adalah mengisi kemerdekaan.

Bentuk perjuangan masa kini antara lain:

- menjaga persatuan dan kerukunan;
- menaati aturan;
- menjaga keamanan lingkungan;
- membantu tetangga yang membutuhkan;
- mendidik anak-anak dengan baik;
- bekerja dengan jujur;
- menjaga kebersihan lingkungan;
- membayar kewajiban sebagai warga negara;
- menghargai perbedaan;
- melawan berita bohong dan fitnah;
- serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan demikian, menjadi warga negara yang baik juga merupakan bentuk perjuangan.

---

Nasionalisme dan Penyakit Batin

Menariknya, semangat nasionalisme juga memiliki hubungan dengan tujuh penyakit batin yang kita bahas sebelumnya.

Jangan Sombong

Kita tidak boleh merasa kelompok, suku, organisasi, atau lingkungan kita paling hebat.

Indonesia besar karena keberagaman.

Jangan Dengki

Keberhasilan daerah lain, kelompok lain, atau sesama warga seharusnya menjadi motivasi untuk ikut maju, bukan alasan untuk iri.

Jangan Riya

Berbuat baik kepada bangsa dan masyarakat hendaknya dilakukan dengan ikhlas, bukan semata-mata untuk mencari pujian.

Jangan Ujub

Prestasi bangsa Indonesia harus kita syukuri, tetapi jangan sampai membuat kita merendahkan bangsa lain.

Jangan Terlalu Mencintai Dunia

Kemajuan ekonomi memang penting, tetapi pembangunan bangsa juga harus dibarengi moral, akhlak, kejujuran, dan kepedulian sosial.

Kendalikan Marah

Perbedaan pilihan, pendapat, organisasi, maupun latar belakang jangan menjadi alasan untuk saling membenci.

Hindari Prasangka

Jangan mudah menuduh kelompok lain sebagai musuh hanya karena berbeda pendapat.

---

Nasionalisme dalam Perspektif Islam

Islam mengajarkan kita untuk mencintai kebaikan, menjaga persaudaraan, memenuhi amanah, dan tidak melakukan kerusakan.

Allah SWT berfirman:

«"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."
(QS. Al-Hujurat: 10)»

Semangat persaudaraan ini sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Kita boleh berbeda suku, bahasa, pilihan, pekerjaan, maupun latar belakang. Tetapi kita tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga kedamaian dan persatuan.

Allah juga berfirman:

«"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali Allah dan janganlah kamu bercerai-berai."
(QS. Ali 'Imran: 103)»

Ayat ini memberikan pelajaran bahwa persatuan adalah sesuatu yang harus dijaga.

---

Dari Pejuang Kemerdekaan kepada Pejuang Masa Kini

Dahulu para pahlawan berjuang dengan senjata.

Hari ini kita mempunyai medan perjuangan yang berbeda.

Orang tua berjuang dengan mendidik anak.

Guru berjuang dengan memberikan ilmu.

Petani berjuang menyediakan pangan.

Pedagang berjuang menggerakkan ekonomi.

Pemuda berjuang dengan belajar dan berkarya.

Tokoh masyarakat berjuang menjaga kerukunan.

Dan setiap warga dapat berjuang dengan menjadi manusia yang jujur, bertanggung jawab, peduli dan bermanfaat bagi orang lain.

Inilah cara kita meneruskan semangat para pahlawan.

---

Penutup: Membersihkan Hati, Membangun Negeri

Jamaah yang dirahmati Allah,

Kemerdekaan tidak hanya membutuhkan pembangunan jalan, gedung, ekonomi dan teknologi. Bangsa juga membutuhkan manusia yang memiliki hati yang baik.

Apa gunanya bangsa yang maju jika masyarakatnya saling membenci?

Apa gunanya kekayaan jika kejujuran hilang?

Apa gunanya jabatan jika digunakan untuk kesombongan?

Apa gunanya ilmu jika tidak memberikan manfaat?

Karena itu, perjuangan membangun Indonesia sesungguhnya dimulai dari perjuangan memperbaiki diri sendiri.

Mari kita bersihkan hati dari sombong, dengki, riya, ujub, cinta dunia yang berlebihan, marah dan dendam, serta prasangka buruk.

Kemudian kita isi hati dengan:

iman, keikhlasan, rasa syukur, rendah hati, kasih sayang, persaudaraan, kepedulian, dan semangat untuk memberikan manfaat.

Jika hati masyarakat baik, insya Allah kehidupan masyarakat menjadi baik.

Jika masyarakat bersatu, bangsa menjadi kuat.

Dan jika bangsa kuat, amanah kemerdekaan dapat kita jaga dan kita wariskan kepada generasi berikutnya.

Kemerdekaan adalah hasil perjuangan para pahlawan.

Menjaga persatuan adalah tanggung jawab kita.

Membangun bangsa adalah perjuangan kita.

Membersihkan hati adalah perjuangan setiap pribadi.

Semoga Allah SWT menjadikan kita generasi yang mampu menghargai perjuangan para pendahulu, menjaga persatuan Indonesia, serta menjadi warga negara yang baik dan hamba Allah yang saleh.

Dirgahayu Republik Indonesia.

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Semoga Indonesia semakin maju, aman, damai, bersatu, dan diberkahi Allah SWT.

Aamiin ya Rabbal 'alamin.
AdR
Read More

Search Our Site