Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi

Minggu, 09 Agustus 2026

Agustus 09, 2026 | by cme2 | No comments

Jumat, 7 Agustus 2026

Penceramah : KH. IPTU JUJUN JUNAEDI (DA'I POLRI)

Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kepada kita berbagai nikmat, terutama nikmat iman, Islam, kesehatan, kesempatan, dan nikmat berkumpul di rumah Allah untuk melaksanakan ibadah Jumat.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti ajaran beliau hingga akhir zaman.

Mari Meningkatkan Ketakwaan

Dalam khutbah Jumat, khatib mengawali nasihatnya dengan mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Takwa bukan hanya persoalan seberapa banyak kita melaksanakan ibadah ritual. Takwa juga harus memberikan pengaruh nyata terhadap perilaku, ucapan, sikap, dan hubungan kita dengan sesama manusia.

Shalat seharusnya membuat kita semakin mampu meninggalkan perbuatan buruk. Puasa seharusnya melatih kita mengendalikan hawa nafsu. Membaca Al-Qur'an seharusnya membentuk akhlak yang lebih baik. Dan semakin dekat seseorang kepada Allah, seharusnya semakin baik pula perilakunya terhadap orang lain.

Karena itu, ukuran ketakwaan tidak cukup hanya dilihat dari bagaimana seseorang beribadah ketika berada di masjid, tetapi juga bagaimana ia bersikap ketika berada di tengah masyarakat.

Apakah ia jujur?

Apakah ia menjaga amanah?

Apakah ia menjaga lisannya?

Apakah ia menghormati hak orang lain?

Apakah ia mampu meminta maaf ketika melakukan kesalahan?

Dan apakah ia mampu menerima bahwa dirinya tidak selalu benar?

Semua itu merupakan bagian dari akhlak yang harus tumbuh dari ketakwaan.

---

Jangan Meremehkan Dosa

Khatib juga mengingatkan jamaah agar tidak meremehkan dosa sekecil apa pun.

Kadang-kadang seseorang berkata, “Ah, hanya bohong sedikit.”

"Hanya membicarakan orang sebentar."

"Hanya meneruskan berita dari WhatsApp."

"Tidak ada yang dirugikan."

Padahal sesuatu yang dianggap kecil dan dilakukan berulang-ulang dapat menjadi perkara yang besar.

Allah SWT berfirman dalam QS. Az-Zalzalah ayat 7–8:

«فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ۝ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ»

«“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.”»

Ayat ini mengingatkan kita bahwa tidak ada amal yang benar-benar hilang dari pengetahuan Allah SWT.

Kebaikan sekecil apa pun akan diketahui Allah, demikian pula keburukan sekecil apa pun.

Karena itu, jangan merasa aman hanya karena sebuah dosa tidak diketahui manusia.

Mungkin manusia tidak melihat.

Mungkin keluarga tidak mengetahui.

Mungkin tetangga tidak tahu.

Mungkin tidak ada yang memberikan teguran.

Tetapi Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu.

---

Dosa yang Terus Diulang Dapat Menutupi Hati

Yang lebih berbahaya bukan hanya melakukan dosa, tetapi ketika seseorang sudah tidak lagi merasa bahwa perbuatannya adalah dosa.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Muthaffifin ayat 14:

«كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ»

«“Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang selalu mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.”»

Ayat ini memberikan peringatan bahwa perbuatan buruk yang terus dilakukan dapat menimbulkan karat atau penutup pada hati.

Awalnya seseorang berbuat dosa dan merasa bersalah.

Kemudian dosa itu diulangi.

Lama-kelamaan rasa bersalah berkurang.

Akhirnya, sesuatu yang dahulu dianggap salah mulai dianggap biasa.

Bahkan pada keadaan tertentu, seseorang bisa sampai menganggap perbuatan buruknya sebagai sesuatu yang benar.

Allah berfirman dalam QS. Fathir ayat 8:

«“Maka apakah orang yang dijadikan terasa indah baginya perbuatan buruknya, lalu dia memandangnya sebagai sesuatu yang baik...”»

Inilah keadaan yang harus kita takuti.

Bukan hanya takut melakukan dosa, tetapi juga takut kehilangan kemampuan untuk merasa bahwa dosa itu adalah dosa.

---

Dusta: Dosa yang Sering Dianggap Sepele

Salah satu dosa yang menjadi perhatian khusus dalam khutbah adalah dusta atau kebohongan.

Dusta sering dianggap sebagai sesuatu yang ringan. Padahal Rasulullah SAW memberikan peringatan keras tentang bahaya kebohongan.

Rasulullah SAW bersabda:

«“Jauhilah kebohongan, karena kebohongan membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa ke neraka.”

(HR. Bukhari dan Muslim)»

Kebohongan tidak selalu berupa perkataan secara langsung.

Pada zaman sekarang, dusta dapat dilakukan melalui:

- pesan WhatsApp;

- Facebook;

- Instagram;

- TikTok;

- video;

- komentar;

- berita yang belum terverifikasi;

- foto yang diberi keterangan palsu;

- atau menyebarkan informasi yang kita sendiri belum mengetahui kebenarannya.

Karena itu, jari-jari kita juga harus bertakwa, bukan hanya lisan kita.

Sebelum menekan tombol kirim, bertanyalah kepada diri sendiri:

Apakah ini benar?

Apakah sumbernya jelas?

Apakah bermanfaat?

Apakah jika ternyata salah saya siap mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah?

Jika tidak yakin, maka lebih baik diam daripada menyebarkan sesuatu yang dapat menjadi dosa.

---

Dusta yang Berubah Menjadi Fitnah

Dusta menjadi semakin berbahaya ketika berkembang menjadi fitnah.

Sebuah berita yang tidak benar dapat merusak nama baik seseorang.

Satu pesan yang tidak benar dapat menimbulkan permusuhan.

Satu tuduhan yang tidak terbukti dapat menghancurkan hubungan keluarga.

Bahkan sebuah unggahan di media sosial dapat dilihat oleh ratusan atau ribuan orang.

Karena itu, jangan pernah menganggap ringan kalimat:

«“Saya hanya meneruskan.”»

Meneruskan informasi yang salah tetap dapat membawa akibat.

Islam mengajarkan tabayun, yaitu memeriksa dan memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil sikap.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 6:

«“Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”»

Ayat ini sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini.

Jangan cepat percaya. Jangan cepat menyebarkan. Jangan cepat menuduh. Tabayun terlebih dahulu.

---

Tanda-Tanda Kemunafikan

Rasulullah SAW juga mengingatkan tentang beberapa sifat yang merupakan tanda kemunafikan.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:

«“Tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia mengingkari, dan apabila diberi amanah dia berkhianat.”»

Maka yang harus kita lakukan bukan sibuk mencari siapa orang munafik di sekitar kita.

Justru hadis ini harus menjadi cermin bagi diri sendiri.

Apakah saya masih sering berbohong?

Apakah saya sering mengingkari janji?

Apakah saya pernah menyalahgunakan amanah?

Kalau ada, mari segera memperbaikinya.

Jangan sampai kita rajin mencari kesalahan orang lain, tetapi lupa melakukan introspeksi terhadap diri sendiri.

---

Jangan Merasa Diri Paling Benar

Pesan penting lainnya yang dapat kita ambil adalah agar kita tidak mudah merasa paling benar dan paling baik.

Dalam kehidupan bermasyarakat, perbedaan pendapat adalah sesuatu yang wajar.

Bisa jadi pendapat kita benar dalam satu hal, tetapi ada bagian yang belum kita ketahui.

Bisa jadi orang yang kita anggap salah ternyata memiliki alasan yang belum kita dengar.

Bisa jadi kita memiliki sebagian kebenaran dan orang lain juga memiliki sebagian kebenaran.

Karena itu Allah SWT berfirman:

«فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ»

«“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.”

(QS. An-Najm: 32)»

Ayat ini mengajarkan kepada kita agar tidak mudah merasa diri paling baik, paling suci, atau paling benar.

Dalam menghadapi perbedaan, hendaknya kita mendengar sebelum menilai, bertanya sebelum menuduh, dan bermusyawarah sebelum mengambil keputusan.

---

Menjaga Lisan adalah Bentuk Ketakwaan

Rasulullah SAW bersabda:

«“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”

(HR. Bukhari dan Muslim)»

Betapa sederhana tuntunan ini, tetapi betapa besar manfaatnya.

Jika perkataan kita benar dan bermanfaat, sampaikan.

Jika perkataan kita dapat mendamaikan, sampaikan.

Jika perkataan kita dapat memberikan nasihat, sampaikan dengan cara yang baik.

Tetapi jika perkataan kita hanya akan menimbulkan fitnah, mempermalukan orang, membuka aib, atau menimbulkan permusuhan, maka diam adalah pilihan yang lebih selamat.

Jangan sampai lisan yang seharusnya digunakan untuk berdzikir kepada Allah justru digunakan untuk menyakiti sesama.

---

Mari Kita Jadikan Takwa sebagai Akhlak

Pada akhirnya, ketakwaan harus terlihat dalam kehidupan nyata.

Orang yang bertakwa akan berusaha jujur meskipun kejujuran itu berat.

Ia menjaga amanah meskipun tidak ada yang mengawasi.

Ia menjaga lisannya meskipun memiliki kesempatan untuk membicarakan keburukan orang lain.

Ia mau meminta maaf ketika salah.

Ia mau menerima nasihat.

Ia tidak mudah menuduh.

Ia tidak menyebarkan berita yang belum jelas.

Dan ia tidak merasa dirinya selalu benar.

Mari kita jadikan masjid bukan hanya tempat kita memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi juga tempat kita belajar memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Semoga setelah keluar dari masjid, kita menjadi manusia yang lebih jujur, lebih santun, lebih sabar, lebih bijaksana, dan lebih berhati-hati dalam berbicara.

Ya Allah, bersihkan hati kami dari kesombongan, kedengkian, kebencian, dan prasangka buruk.

Ya Allah, jadikan lisan kami lisan yang jujur dan senantiasa berkata baik.

Jauhkan kami dari dusta, fitnah, ghibah, namimah, dan segala perkataan yang dapat menyakiti serta merugikan sesama.

Ya Allah, jika kami salah, berikanlah kepada kami kekuatan untuk mengakui kesalahan. Jika kami benar, jauhkan kami dari kesombongan. Dan jika kami menghadapi perbedaan, berikanlah kami kebijaksanaan untuk menyelesaikannya dengan musyawarah dan cara yang Engkau ridhai.

Semoga Allah SWT menjadikan kita semua hamba-hamba-Nya yang senantiasa bertakwa, menjaga lisan, menjaga amanah, mencintai kejujuran, dan memperbaiki akhlak.

Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Pesan Utama Khutbah

«“Jangan hanya bertanya: Apakah saya benar? Tetapi tanyakan juga: Apakah cara saya sudah benar? Jangan hanya takut melakukan dosa, tetapi takutlah ketika hati kita sudah tidak lagi merasa bahwa dosa itu adalah dosa.”»

KH. IPTU JUJUN JUNAEDI (DA'I POLRI)

Masjid Al Hidayah – Cimahpar Endah 2

Jumat, 7 Agustus 2026

Read More
Agustus 09, 2026 | by cme2 | No comments

Beberapa orang kadang merasa paling benar, padahal bisa jadi dia salah atau orang lain juga benar. Tabayunlah sebelum kita berkesimpulan, mintalah petunjuk kepada اَللّهُ agar kita selalu diberi petunjuk dan perlindungan dari اَللّهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. 

1. QS. An-Najm ayat 32 — jangan merasa diri paling suci

فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.”
(QS. An-Najm: 32)

Ini sangat tepat untuk orang yang merasa dirinya paling benar atau paling baik. Kita boleh meyakini pendapat kita benar berdasarkan dalil, tetapi tidak pantas menganggap diri pasti paling benar dan orang lain pasti salah.


2. QS. Al-Isra ayat 36 — jangan mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.”

Ayat ini mengajarkan pentingnya ilmu dan kepastian sebelum menilai orang lain. Jangan hanya berdasarkan cerita, dugaan, atau informasi sepihak.

Sangat relevan dengan kehidupan sekarang, terutama ketika seseorang langsung menyimpulkan sesuatu dari WhatsApp, media sosial, atau kabar dari orang lain.


3. QS. Al-Hujurat ayat 6 — periksa informasi sebelum mengambil sikap

فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”

Ini sangat penting dalam persoalan perselisihan antarwarga.

Seseorang bisa merasa dirinya benar karena hanya mendengar cerita dari satu pihak. Padahal setelah dilakukan tabayun, ternyata persoalannya berbeda.


4. QS. Al-Hujurat ayat 12 — jangan berprasangka

اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

“Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.”

Orang yang merasa paling benar terkadang sampai pada tahap menilai niat orang lain:

"Dia pasti sengaja."
"Dia memang orangnya begitu."
"Dia pasti punya maksud buruk."

Padahal kita tidak mengetahui isi hati seseorang.


5. QS. Al-Baqarah ayat 216 — sesuatu yang kita benci bisa jadi baik

وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

Ayat ini mengingatkan bahwa penilaian manusia terbatas. Apa yang menurut kita benar belum tentu seluruh persoalannya kita ketahui.


6. QS. Al-Baqarah ayat 113 — masing-masing pihak mengklaim dirinya benar

Ayat ini bahkan menggambarkan fenomena yang sangat mirip:

وَقَالَتِ الْيَهُودُ لَيْسَتِ النَّصَارَىٰ عَلَىٰ شَيْءٍ وَقَالَتِ النَّصَارَىٰ لَيْسَتِ الْيَهُودُ عَلَىٰ شَيْءٍ

“Dan orang-orang Yahudi berkata, ‘Orang-orang Nasrani itu tidak memiliki suatu pegangan,’ dan orang-orang Nasrani berkata, ‘Orang-orang Yahudi tidak memiliki suatu pegangan.’”

Ayat ini menggambarkan bagaimana masing-masing kelompok merasa pihaknyalah yang benar dan pihak lain salah.


Yang paling cocok untuk kasus yang Anda maksud

Kalau konteksnya adalah perselisihan di masyarakat, saya akan menggabungkan tiga ayat:

QS. An-Najm: 32 → jangan merasa diri paling benar/suci.
QS. Al-Hujurat: 6 → tabayun sebelum menilai.
QS. Al-Hujurat: 12 → jangan berprasangka.

Pesan yang sangat bagus untuk disampaikan:

“Dalam kehidupan bermasyarakat, jangan merasa bahwa kebenaran selalu berada di pihak kita. Bisa jadi kita benar dalam satu hal, tetapi keliru dalam hal yang lain. Bisa jadi orang yang kita anggap salah ternyata memiliki sebagian kebenaran. Karena itu Allah mengingatkan, ‘Janganlah kamu menganggap dirimu suci; Dialah yang paling mengetahui siapa yang bertakwa.’ (QS. An-Najm: 32).

Sebelum menilai, lakukan tabayun. Sebelum menuduh, cari tahu. Sebelum menyalahkan, dengarkan kedua belah pihak. Sebab manusia memiliki keterbatasan pengetahuan, sedangkan Allah Maha Mengetahui.”

Menurut saya, kalimat “bisa jadi kita benar, tetapi tidak berarti orang lain seluruhnya salah” sangat bagus dijadikan prinsip dalam menyelesaikan persoalan warga.

Read More

Sabtu, 08 Agustus 2026

Agustus 08, 2026 | by cme2 | 1 comment

Sukabumi, 6 Agustus 2026 — Dalam upaya mencari jalan keluar yang konstruktif atas perbedaan pandangan mengenai keberadaan dan aktivitas lembaga pendidikan di lingkungan Perumahan Cimahpar Endah 2, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memfasilitasi pertemuan antara unsur masyarakat, pengelola lembaga pendidikan, dan yayasan yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan di kawasan tersebut.

Pertemuan dilaksanakan pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di ruang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan berbagai pihak secara langsung, membuka ruang komunikasi, menyampaikan pandangan masing-masing, serta mencari solusi yang dapat diterima bersama dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat dan keberlangsungan pendidikan.

Dari unsur masyarakat RW 11 Cimahpar Endah 2, hadir Ketua RW Ade Rusliana (AdR) bersama beberapa unsur pengurus dan warga, yaitu Anen, Subekti, dan Chece. Sementara itu, dari TK Dharma Ayah hadir Bapak Wawan dan Ibu Ade. Dari pihak Yayasan Al-Khoiriyah hadir Sakti, Ine, Dewi 1, Dewi 2, Teguh, serta beberapa perwakilan lainnya.

Hal yang menarik dalam pertemuan tersebut adalah bahwa hampir seluruh peserta yang hadir merupakan warga Cimahpar Endah 2. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan yang sedang dibicarakan sesungguhnya merupakan persoalan internal masyarakat yang membutuhkan penyelesaian dengan semangat kekeluargaan, komunikasi, dan musyawarah.

Mencari Titik Temu

Pertemuan ini dilaksanakan karena terdapat perbedaan pandangan antara sebagian warga dengan pihak yayasan/lembaga pendidikan mengenai aktivitas pendidikan yang berlangsung di kawasan Perumahan Cimahpar Endah 2, khususnya berkaitan dengan pemanfaatan fasilitas umum (fasum) kompleks.

Sebagian warga menyampaikan keberatan karena berpendapat bahwa fasilitas umum yang berada di lingkungan perumahan pada prinsipnya harus dilindungi dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya serta tetap memperhatikan kepentingan seluruh warga. Warga juga mempertanyakan aspek rekomendasi atau persetujuan lingkungan terhadap penggunaan fasilitas tersebut untuk kegiatan yang bersifat kelembagaan.

Di sisi lain, pihak yayasan dan lembaga pendidikan tentu memiliki argumentasi dan kepentingan tersendiri, terutama berkaitan dengan keberlangsungan kegiatan pendidikan serta kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan.

Masing-masing pihak kemudian diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, alasan, serta argumentasinya. Perbedaan pendapat tersebut dibahas dalam suasana yang relatif terbuka dan konstruktif.

Dari pembahasan yang berkembang, terdapat satu kesimpulan penting yang patut menjadi perhatian bersama, yaitu bahwa perbedaan pandangan yang terjadi salah satunya dipengaruhi oleh kurang optimalnya komunikasi dan koordinasi antarpihak.

Karena itu, penyelesaian persoalan tidak semata-mata harus dilihat sebagai pertentangan antara warga dengan yayasan, tetapi sebagai persoalan bersama yang perlu diselesaikan melalui komunikasi yang lebih baik.

Pendidikan Tetap Menjadi Kepentingan Bersama

Dalam konteks yang lebih luas, masyarakat tentu menyadari bahwa pendidikan merupakan kebutuhan fundamental dan hak setiap anak. Pemerintah saat ini juga terus memperkuat kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup pendidikan wajib selama 12 tahun serta penguatan satu tahun pendidikan prasekolah.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan anak sejak usia dini hingga jenjang pendidikan menengah merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Oleh karena itu, masyarakat Cimahpar Endah 2 pada prinsipnya tidak berada pada posisi yang menolak pendidikan. Justru keberadaan lembaga pendidikan di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi anak-anak dan keluarga di lingkungan sekitar.

Namun demikian, keberlangsungan kegiatan pendidikan juga perlu berjalan seiring dengan ketertiban lingkungan, kepentingan warga, kepastian administrasi, serta perlindungan terhadap aset dan fasilitas umum yang berada di lingkungan perumahan.

Dengan demikian, kepentingan pendidikan dan kepentingan masyarakat sebenarnya bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan berdampingan apabila terdapat komunikasi, aturan yang jelas, kesepakatan bersama, serta penghormatan terhadap hak dan kepentingan masing-masing pihak.

Fasum Kompleks Harus Dilindungi dan Dikelola Secara Bijaksana

Salah satu hal penting yang menjadi perhatian masyarakat adalah keberadaan fasilitas umum Cimahpar Endah 2.

Fasilitas umum merupakan bagian penting dari lingkungan permukiman. Keberadaannya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat dan harus dijaga agar tetap memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Karena itu, setiap pemanfaatan fasum untuk kegiatan tertentu idealnya dilakukan dengan memperhatikan status, peruntukan, ketentuan pengelolaan, persetujuan atau rekomendasi yang diperlukan, serta kepentingan warga secara keseluruhan.

Perlindungan fasum bukan berarti masyarakat menutup diri terhadap kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan, atau kegiatan positif lainnya. Sebaliknya, perlindungan tersebut diperlukan agar setiap penggunaan fasilitas bersama memiliki dasar yang jelas, tidak menimbulkan konflik di kemudian hari, serta tetap memberikan rasa keadilan bagi seluruh warga.

Prinsip yang perlu dikedepankan adalah fasilitas bersama harus memberikan manfaat bersama.

Apabila suatu kegiatan menggunakan fasilitas yang berada di lingkungan masyarakat, maka komunikasi dengan pengurus lingkungan dan warga menjadi sangat penting. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan seperti akses, keamanan, kebersihan, lalu lintas, parkir, penggunaan lahan, dan pemeliharaan fasilitas dapat dibicarakan sejak awal.

Penyelesaian Dikembalikan kepada Musyawarah di Lingkungan

Setelah mendengarkan pandangan dari berbagai pihak, pertemuan menghasilkan kesimpulan bahwa persoalan tersebut perlu dikembalikan kepada lingkungan masyarakat untuk diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat.

Artinya, pihak-pihak yang berkepentingan diharapkan dapat duduk bersama kembali di tingkat lingkungan RW 11 Cimahpar Endah 2, dengan mengedepankan suasana kekeluargaan dan mencari solusi yang tidak merugikan pihak mana pun.

Musyawarah nantinya diharapkan tidak hanya membahas siapa yang benar dan siapa yang salah, tetapi lebih jauh mencari formula terbaik mengenai:

  1. Keberlangsungan kegiatan pendidikan.
  2. Kepentingan dan kenyamanan warga.
  3. Status serta peruntukan fasilitas umum.
  4. Mekanisme pemanfaatan fasum.
  5. Aspek administrasi dan rekomendasi lingkungan.
  6. Ketertiban, keamanan, kebersihan, dan lalu lintas di sekitar lokasi.
  7. Tanggung jawab pemeliharaan fasilitas yang digunakan.
  8. Bentuk kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi warga Cimahpar Endah 2.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan persoalan yang ada tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan, melainkan dapat menjadi momentum untuk membangun tata kelola lingkungan yang lebih baik.

Peran RW sebagai Jembatan Komunikasi

Sebagai pengurus lingkungan, RW 11 Cimahpar Endah 2 memiliki tanggung jawab untuk menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan berbagai pihak yang berkegiatan di lingkungan RW.

RW tidak seharusnya menjadi pihak yang memperuncing perbedaan, tetapi justru harus hadir untuk menjembatani kepentingan, membuka ruang dialog, menjaga ketertiban, dan mencari solusi yang adil.

Karena itu, hasil pertemuan di Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi akan menjadi dasar bagi pengurus RW untuk kembali melakukan komunikasi dan musyawarah dengan pihak-pihak terkait di lingkungan Cimahpar Endah 2.

Diharapkan semua pihak dapat mengedepankan prinsip tabayun, musyawarah, saling menghormati, dan mengutamakan kepentingan bersama.

Pada akhirnya, yang ingin dicapai bukanlah kemenangan salah satu pihak, melainkan terciptanya kondisi di mana anak-anak tetap mendapatkan pendidikan yang baik, lembaga pendidikan dapat menjalankan kegiatannya secara tertib, sementara hak dan kepentingan warga serta keberadaan fasilitas umum tetap terlindungi.

Apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi

Pengurus RW 11 Cimahpar Endah 2 menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi yang telah membuka ruang dialog dan memfasilitasi pertemuan antara ketiga pihak.

Pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa persoalan di tengah masyarakat dapat dicarikan jalan keluar melalui komunikasi dan dialog yang difasilitasi oleh pihak yang memiliki kewenangan.

Dari Cimahpar Endah 2 menuju Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, perjalanan yang ditempuh kurang lebih 27 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar satu jam. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pengurus RW untuk menjalankan tanggung jawab kepada warga dan mencari solusi terbaik atas persoalan yang berkembang di lingkungan.

Mampir Makan, Menutup Perjalanan dengan Kebersamaan

Sepulang dari pertemuan, rombongan menyempatkan diri untuk beristirahat sekaligus makan bersama di SIMLI Resto, yang dikenal dengan sajian sop sapi dan sop kambing.

Nama "SIMLI" sendiri merupakan singkatan dari Simpangan Lio. Makan bersama menjadi penutup perjalanan yang cukup panjang sekaligus menjadi kesempatan untuk kembali berdiskusi secara santai mengenai berbagai hal yang telah dibicarakan dalam pertemuan di Dinas Pendidikan.

Perjalanan hari itu bukan sekadar perjalanan menghadiri sebuah rapat. Lebih dari itu, perjalanan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga komunikasi, mencari titik temu, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat dengan cara yang baik.

Membangun Cimahpar Endah 2 dengan Komunikasi dan Musyawarah

Pengurus RW 11 Cimahpar Endah 2 meyakini bahwa setiap persoalan di masyarakat selalu memiliki jalan keluar apabila semua pihak bersedia membuka ruang komunikasi.

Perbedaan pendapat adalah sesuatu yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana perbedaan tersebut dikelola agar tidak berubah menjadi konflik.

Pendidikan harus terus didukung. Anak-anak harus mendapatkan kesempatan belajar yang baik. Lembaga pendidikan harus dapat berkembang secara tertib. Pada saat yang sama, masyarakat juga memiliki hak untuk mendapatkan lingkungan yang aman, nyaman, tertib, dan memiliki kepastian dalam pemanfaatan fasilitas umum.

Karena itu, pendidikan, kepentingan warga, dan perlindungan fasilitas umum harus ditempatkan dalam satu kerangka kepentingan bersama.

Semoga musyawarah lanjutan di tingkat RW nantinya dapat menghasilkan kesepakatan yang terbaik bagi seluruh pihak. Bukan sekadar menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga membangun mekanisme komunikasi dan tata kelola yang lebih baik untuk masa yang akan datang.

Dari Cimahpar Endah 2, kita belajar bahwa perbedaan tidak harus menjadi perpecahan. Dengan komunikasi, musyawarah, dan niat baik, perbedaan dapat menjadi jalan menuju kesepakatan dan kemajuan bersama.

Pengurus RW 11 Cimahpar Endah 2

"Menjaga Pendidikan, Melindungi Fasilitas Bersama, dan Merawat Kerukunan Warga."

 

Read More

Rabu, 05 Agustus 2026

Agustus 05, 2026 | by cme2 | No comments
Pada hari Rabu, 5 Agustus 2026 telah dilaksanakan pertemuan rutin kelompok PKK Cimahpar Endah 2, yg dihadiri oleh 36 orang. Dilaksanakan dari pukul 9.30 - 11.45 di Balai Pertemuan Warga.
Pertemuan ini diselenggarakan oleh ibu² PKK dari RT 05 dengan sangat apik dan terkoordinir dengan baik.
Pada kesempatan ini pembahasan masih tetap membahas program dari tiap pokja, baik itu evaluasi kegiatan yg telah terlaksana maupun yg akan dilaksanakan.
Pokok pembahasan yg lebih spesifik adalah mengenai pendirian koperasi PKK yg di beri nama " Koperasi Makmur Sejahtera", dengan susunan kepengurusan sbb :
Penanggung Jawab : Ibu Ketua PKK, Ibu Nina Ade
Pengawas 1 : Ibu Winda Chaerul
Pengawas 2 : Ibu Yuyu Suharna
Pengawas 3 : Ibu Aan Achdy
Ketua            : Ibu Rida Cece
Sekertaris    : Ibu Tia Doni
Bendahara Simpan Pinjam :
1. Ibu Letty Iwan
2. Ibu Dini Rinantha
Bendahara Barang :
1. Ibu Ratu Ache
2. Ibu Meni Adnan

Persyaratan menjadi anggota diantaranya :
- Berusia lebih dari 18 thn
- Warga Cimahpar Endah 2
- siap melaksanakan ketentuan dan syarat program simpan pinjam dan pembelian barang
- menyimpan simpanan pokok sebesar 20 rb, simpanan wajib tiap bulan sebesar 10 rb dan sukarela (bebas)

Tiap acara yg dilaksanakan diikuti dengan khidmat, penuh antusias dan terprogram dgn baik.
Harapan : Dengan didirikannya koperasi dapat membantu mensejahterakan para anggotanya dan lebih memakmurkan warga Cimahpar Endah 2.
Read More
Agustus 05, 2026 | by cme2 | No comments

 




Rabu, 5 Agustus 2026, menjadi agenda rutin yang kembali dinantikan oleh anggota APRAK (Ajang Pagi Rakyat Aktif) RW 11 Cimahpar Endah 2. Kegiatan jalan kaki yang biasa dilaksanakan setiap hari Rabu kali ini mengambil lokasi di Lapang Merdeka (Lapdek) Kota Sukabumi, salah satu ruang terbuka hijau yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Sukabumi.

Perjalanan dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Seluruh peserta berangkat dari Perumahan Cimahpar Endah 2 menggunakan mobil Agya Hitam "Kejujuran" dengan penuh semangat dan suasana kekeluargaan. Selama perjalanan, obrolan ringan, canda tawa, dan berbagai cerita membuat perjalanan terasa singkat dan menyenangkan.

Sebelum memulai aktivitas olahraga, rombongan terlebih dahulu menikmati sarapan bersama berupa bubur ayam di kawasan sekitar Pendopo Kota Sukabumi. Sarapan sederhana tersebut menjadi momen kebersamaan yang hangat sekaligus menambah energi sebelum memulai aktivitas fisik. Sambil menikmati hidangan, para anggota saling bertukar cerita mengenai kegiatan sehari-hari, kesehatan, hingga berbagai rencana kegiatan APRAK ke depan.

Usai sarapan, rombongan menuju kawasan Lapang Merdeka (Lapdek) untuk memulai jalan kaki. Udara pagi yang masih segar, pepohonan yang rindang, serta suasana taman kota yang bersih membuat aktivitas olahraga terasa semakin nyaman. Jalur pejalan kaki yang tertata rapi mengajak setiap peserta menikmati setiap langkah dengan santai namun tetap bermanfaat bagi kesehatan.

Beberapa putaran berhasil ditempuh mengelilingi Lapang Merdeka. Di sela-sela perjalanan, peserta beberapa kali berhenti untuk mengabadikan momen melalui foto bersama di berbagai sudut yang menarik. Senyum ceria dan semangat kebersamaan tampak menghiasi wajah seluruh peserta, menjadi kenangan indah yang layak disimpan.

Suasana semakin berkesan ketika salah seorang anggota bertemu dengan kawan lama yang sudah cukup lama tidak berjumpa. Pertemuan yang tidak direncanakan tersebut menjadi kejutan yang menyenangkan. Mereka saling berbincang, mengenang masa lalu, dan mengabadikan momen pertemuan tersebut dalam sebuah foto bersama. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan olahraga tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan jasmani, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi.

Kegiatan jalan kaki rutin seperti ini memberikan banyak manfaat. Selain membantu menjaga kebugaran tubuh, menurunkan risiko berbagai penyakit, dan meningkatkan stamina, olahraga bersama juga memperkuat rasa persaudaraan di antara anggota APRAK. Kebersamaan yang terjalin dalam suasana santai menjadi modal penting untuk terus membangun kekompakan dan semangat gotong royong di lingkungan RW 11 Cimahpar Endah 2.

Menjelang siang, setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan pun kembali pulang ke Cimahpar Endah 2 dengan hati yang gembira. Meskipun hanya berlangsung beberapa jam, kegiatan sederhana ini mampu menghadirkan pengalaman yang menyenangkan, menyehatkan, sekaligus mempererat hubungan persahabatan antaranggota.

Semoga kegiatan Rabu Sehat APRAK ini terus dapat dilaksanakan secara rutin dengan tujuan yang berbeda-beda sehingga semakin banyak tempat menarik yang dapat dikunjungi. Semangat hidup sehat, mempererat silaturahmi, dan menikmati indahnya kebersamaan diharapkan terus menjadi ciri khas komunitas APRAK RW 11 Cimahpar Endah 2.

"Tubuh yang sehat lahir dari kebiasaan yang baik, sedangkan kebersamaan yang kuat lahir dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama."


Read More

Search Our Site