Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi
Selamat datang di Web Cimahpar Endah 2 RW 11, Pasirhalang, Sukaraja, Sukabumi

Rabu, 29 Juli 2026

Juli 29, 2026 | by cme2 | 2 comments

 


Cimahpar Endah 2 RW 11, Rabu, 29 Juli 2026 – Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan terasa di kediaman Pak Deni Ramdhany setelah salat Dzuhur. Anggota Grup APRAK (Ajang Paguyuban Rutin Aktivitas Kesehatan), yaitu komunitas jalan santai warga RW 11 Perum Cimahpar Endah 2, berkumpul untuk menikmati makan siang bersama dengan menu istimewa berbahan dasar ikan marlin.

Kegiatan ini berawal dari perjalanan Grup APRAK ke Palabuhanratu pada Rabu, 22 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, beberapa anggota membeli tulang ikan marlin beserta dagingnya untuk kemudian diolah menjadi berbagai hidangan khas yang menggugah selera.

Pada hari ini, seluruh bahan tersebut dimasak langsung oleh Pak Deni Ramdhany di rumahnya. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, lahirlah beragam menu lezat, di antaranya sop ikan marlin, rendang ikan marlin, serta beberapa olahan pendamping lainnya yang semakin melengkapi santapan siang bersama.

Kegiatan makan bersama ini bukan sekadar menikmati hidangan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. Dalam suasana santai, penuh canda dan tawa, setiap anggota saling bertukar cerita, pengalaman, serta memperkuat rasa persaudaraan yang selama ini telah terjalin melalui kegiatan jalan santai rutin.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi."

(HR. Bukhari dan Muslim)»

Hadis ini mengingatkan bahwa silaturahmi bukan hanya membawa kebahagiaan di dunia, tetapi juga menjadi sebab turunnya keberkahan rezeki dan umur yang penuh manfaat.

Selain mempererat persaudaraan, kegiatan ini juga menjadi wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Rezeki yang diperoleh dari hasil perjalanan dapat dinikmati bersama, sehingga kebahagiaan pun dirasakan oleh seluruh anggota.

Allah SWT berfirman:

«"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu."

(QS. Ibrahim: 7)»

Ayat tersebut mengajarkan bahwa rasa syukur tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga diwujudkan melalui berbagi, kebersamaan, dan memanfaatkan nikmat Allah untuk mempererat ukhuwah.

Semoga kebersamaan Grup APRAK terus terjaga, semakin kompak, sehat, serta menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk terus membangun persaudaraan, saling membantu, dan menghidupkan budaya gotong royong di lingkungan RW 11 Cimahpar Endah 2.

Resep Sop Ikan Marlin

Bahan:

- 500 gram daging ikan marlin.

- Tulang ikan marlin secukupnya.

- 2 liter air.

- 5 siung bawang putih, memarkan.

- 6 siung bawang merah, iris.

- 2 ruas jahe, memarkan.

- 2 batang serai, memarkan.

- 3 lembar daun salam.

- 2 batang daun bawang.

- Seledri secukupnya.

- Wortel dan kentang sesuai selera.

- Garam, gula, merica, dan kaldu secukupnya.

Cara Membuat:

1. Rebus tulang ikan hingga keluar kaldunya, kemudian saring.

2. Tumis bawang merah, bawang putih, dan jahe hingga harum.

3. Masukkan ke dalam kaldu bersama serai dan daun salam.

4. Tambahkan wortel dan kentang hingga setengah matang.

5. Masukkan potongan daging ikan marlin, masak sekitar 5–7 menit.

6. Beri garam, gula, merica, dan kaldu secukupnya.

7. Masukkan daun bawang dan seledri, kemudian sajikan hangat.


Resep Rendang Ikan Marlin

Bahan:

- 500 gram daging ikan marlin.

- 800 ml santan.

- 8 siung bawang merah.

- 5 siung bawang putih.

- 5 cabai merah besar.

- Cabai rawit sesuai selera.

- 2 ruas lengkuas.

- 2 ruas jahe.

- 2 ruas kunyit.

- 2 batang serai.

- 4 lembar daun jeruk.

- 2 lembar daun kunyit.

- Garam dan gula secukupnya.

Cara Membuat:

1. Haluskan bumbu, lalu tumis hingga harum.

2. Masukkan serai, daun jeruk, daun kunyit, dan lengkuas.

3. Tuangkan santan, aduk hingga mendidih.

4. Masukkan potongan ikan marlin secara perlahan.

5. Masak dengan api kecil sambil sesekali diaduk hingga kuah menyusut dan bumbu meresap.

6. Setelah rendang mengering dan berwarna kecokelatan, angkat dan sajikan.

Semoga kegiatan sederhana seperti makan bersama ini terus menjadi penguat tali persaudaraan, memperkokoh semangat kebersamaan, serta menjadi ladang amal yang penuh keberkahan bagi seluruh anggota Grup APRAK dan warga RW 11 Cimahpar Endah 2.

Read More
Juli 29, 2026 | by cme2 | 1 comment

 




Segala puji hanya milik Allah SWT yang masih memberikan nikmat iman, Islam, kesehatan, serta kesempatan kepada kita untuk kembali menghadiri majelis ilmu. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Oleh karena itu, menghadiri pengajian bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan ikhtiar untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.

1. Keutamaan Shalat Berjamaah

Shalat berjamaah memiliki keutamaan yang sangat besar dibandingkan shalat sendirian. Rasulullah ﷺ bersabda:

«"Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat."

(HR. Bukhari dan Muslim)»

Keutamaan ini menunjukkan betapa Islam sangat menganjurkan umatnya untuk memakmurkan masjid. Selain memperoleh pahala yang berlipat, shalat berjamaah juga mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan persaudaraan, serta melatih kedisiplinan dan kebersamaan dalam beribadah.

Allah SWT juga berfirman:

«"Dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk."

(QS. Al-Baqarah: 43)»

Ayat ini menjadi salah satu dalil penting mengenai anjuran melaksanakan ibadah bersama kaum muslimin.

2. Silaturahmi Membuka Pintu Rezeki dan Memperpanjang Umur

Silaturahmi bukan hanya mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan, tetapi juga membawa keberkahan hidup.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi."

(HR. Bukhari dan Muslim)»

Makna dipanjangkan umur menurut para ulama dapat berupa umur yang benar-benar dipanjangkan oleh Allah, atau umur yang diberkahi sehingga waktu yang dimiliki dipenuhi dengan amal-amal kebaikan yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

3. Keutamaan Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Allah memberikan keistimewaan kepada beberapa masjid yang memiliki nilai ibadah luar biasa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«"Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali daripada shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Sedangkan shalat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali dibandingkan shalat di masjid lainnya."

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)»

Keutamaan ini menjadi motivasi bagi setiap muslim yang diberi kesempatan menunaikan ibadah haji maupun umrah agar memperbanyak shalat selama berada di dua tanah suci tersebut.

4. Tiga Penyebab Malas Shalat Berjamaah

Di antara penyebab seseorang enggan melaksanakan shalat berjamaah ialah:

1. Malas melangkahkan kaki menuju masjid, padahal setiap langkah menuju masjid akan menghapus dosa dan mengangkat derajat.

2. Tidak mau meninggalkan kesibukan atau kesenangan dunia, sehingga urusan dunia lebih diutamakan daripada panggilan Allah.

3. Selalu ingin terburu-buru, sehingga menganggap shalat berjamaah menghabiskan waktu.

Padahal Allah SWT berfirman:

«"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."

(QS. An-Nisa: 103)»

Seorang mukmin hendaknya menjadikan panggilan adzan sebagai prioritas utama dalam kehidupannya.

5. Amal Kebaikan Menghapus Keburukan

Setiap amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi sebab dihapusnya dosa-dosa kecil.

Allah SWT berfirman:

«"Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk."

(QS. Hud: 114)»

Ayat ini mengajarkan bahwa jangan pernah berhenti berbuat baik. Membantu sesama, menjaga lisan, menghormati orang tua, bersedekah, dan beribadah dengan sungguh-sungguh akan menjadi penebus berbagai kesalahan yang pernah dilakukan.

6. Tujuh Golongan yang Mendapat Naungan Allah

Pada hari kiamat, ketika tidak ada naungan selain naungan Allah, terdapat tujuh golongan yang memperoleh perlindungan-Nya.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa di antaranya adalah:

- Pemimpin yang adil.

- Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.

- Orang yang hatinya terpaut dengan masjid.

- Dua orang yang saling mencintai karena Allah.

- Orang yang menolak ajakan maksiat karena takut kepada Allah.

- Orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya.

- Orang yang mengingat Allah ketika sendirian hingga meneteskan air mata.

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengingatkan kita agar memperbanyak sedekah dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan pujian manusia.

7. Setiap Kebaikan Adalah Sedekah

Sedekah tidak selalu berupa harta atau uang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«"Setiap kebaikan adalah sedekah."

(HR. Bukhari dan Muslim)»

Senyum kepada saudara, membantu tetangga, menyingkirkan duri dari jalan, memberikan nasihat yang baik, mengajarkan ilmu, bahkan menahan diri dari menyakiti orang lain semuanya bernilai sedekah di sisi Allah SWT.

Karena itu, jangan pernah merasa tidak mampu bersedekah. Selama kita masih mampu berbuat baik, pintu sedekah selalu terbuka.

Penutup

Para ulama mengatakan bahwa orang-orang yang membiasakan diri dengan amal kebaikan di dunia akan dimuliakan Allah dengan berbagai kebaikan di akhirat. Kehidupan dunia hanyalah tempat menanam, sedangkan akhirat adalah tempat memanen hasilnya.

Marilah kita menjadikan shalat berjamaah sebagai kebutuhan, mempererat silaturahmi, memakmurkan masjid, memperbanyak sedekah, serta terus mengisi hari-hari dengan amal saleh. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, memberikan keberkahan umur dan rezeki, serta mengumpulkan kita kelak bersama orang-orang yang saleh di surga-Nya.

Aamiin ya Rabbal 'Alamiin.

AdR

Read More
Juli 29, 2026 | by cme2 | 4 comments




Pasirhalang, 29 Juli 2026,
Pemerintahan Desa Pasirhalang memasuki babak baru dalam perjalanan penyelenggaraan pemerintahan desa. Bertempat di Aula Desa Pasirhalang, pada Rabu, 29 Juli 2026, telah dilaksanakan Rapat Paripurna Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pasirhalang yang dirangkaikan dengan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Penjabat (Pj.) Kepala Desa Pasirhalang, serta Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pasirhalang. Momentum ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah tonggak penting dalam menjaga kesinambungan roda pemerintahan desa agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, efektif, dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, Forkopimcam, Badan Permusyawaratan Desa, perangkat desa, lembaga kemasyarakatan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua RW dan RT, kader PKK, Karang Taruna, serta berbagai elemen masyarakat Desa Pasirhalang. Pada kesempatan yang penuh khidmat tersebut, Bapak Asep Hermawan, S.IP. secara resmi diambil sumpahnya dan dilantik sebagai Penjabat Kepala Desa Pasirhalang, menggantikan almarhum Bapak Yusuf Purnama, Kepala Desa Pasirhalang yang telah wafat. 

Selain itu, juga dilaksanakan pelantikan dan serah terima jabatan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pasirhalang sebagai bagian dari kesinambungan pelaksanaan program pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Mengenang Pengabdian Almarhum Bapak Yusuf Purnama Suasana haru menyelimuti rangkaian acara ketika seluruh hadirin mengenang sosok almarhum Bapak Yusuf Purnama , Kepala Desa Pasirhalang yang semasa hidupnya telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk kemajuan desa serta kesejahteraan masyarakat. Kepergian beliau merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Desa Pasirhalang. Selama memimpin desa, almarhum dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan masyarakat, terbuka terhadap aspirasi warga, serta memiliki komitmen dalam membangun pelayanan publik yang lebih baik. 

Atas nama seluruh masyarakat RW 11 Cimahpar Endah 2, kami menyampaikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhum Bapak Yusuf Purnama atas seluruh dedikasi, pengabdian, dan jasa yang telah diberikan kepada Desa Pasirhalang. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala kekhilafannya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

«"Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)»

Pengabdian yang dilakukan dengan penuh keikhlasan untuk kepentingan masyarakat merupakan warisan yang akan selalu dikenang sepanjang masa. Selamat Datang kepada Penjabat Kepala Desa yang Baru Dengan dilantiknya Bapak Asep Hermawan, S.IP. sebagai Penjabat Kepala Desa Pasirhalang, diharapkan estafet kepemimpinan desa dapat terus berjalan secara optimal. 

Atas nama keluarga besar RW 11 Cimahpar Endah 2, kami mengucapkan: Selamat mengemban amanah kepada Bapak Asep Hermawan, S.IP. sebagai Penjabat Kepala Desa Pasirhalang. Amanah sebagai pemimpin merupakan tanggung jawab yang besar. Masyarakat berharap kepemimpinan beliau mampu menjaga stabilitas pemerintahan desa, memperkuat pelayanan publik, melanjutkan program-program pembangunan yang telah berjalan, serta menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami percaya bahwa dengan pengalaman, integritas, serta semangat pengabdian yang dimiliki, Bapak Asep Hermawan mampu menjalankan tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan menjunjung tinggi nilai-nilai pelayanan kepada masyarakat. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan kemudahan dalam setiap langkah pengabdian beliau. Pentingnya Peran Kepala Desa Kepala Desa merupakan ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. 

Berhasil atau tidaknya pembangunan desa sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan kepala desa. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah beberapa kali diubah dan ketentuannya disesuaikan melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024, kepala desa memiliki tugas menyelenggarakan pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan, melakukan pembinaan kemasyarakatan, serta memberdayakan masyarakat. 
 Selain itu, tugas kepala desa mencakup: 

  • - menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat; 
  • - mengelola keuangan dan aset desa secara transparan dan akuntabel; 
  • - meningkatkan pelayanan publik; - membina kehidupan sosial kemasyarakatan; 
  • - mendorong pertumbuhan ekonomi desa; 
  • - menjalin kemitraan dengan seluruh lembaga desa; 
  • - memastikan seluruh program pembangunan tepat sasaran. 

Seorang kepala desa bukan hanya pemimpin administratif, tetapi juga menjadi pengayom, pemersatu, motivator, dan teladan bagi seluruh warga. Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 58: «"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil."» Ayat tersebut mengingatkan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang harus dijalankan secara adil, jujur, dan penuh tanggung jawab. 

Rasulullah SAW juga bersabda: «"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya." (HR. Bukhari dan Muslim)» 

Hadis ini menjadi pengingat bahwa setiap jabatan adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Peran Strategis Tim Penggerak PKK Selain pelantikan Penjabat Kepala Desa, kegiatan hari ini juga dirangkaikan dengan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Tim Penggerak PKK Desa Pasirhalang. PKK memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga. Melalui berbagai program pemberdayaan, PKK menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam membangun masyarakat dari tingkat keluarga. 
Program PKK tidak hanya berkaitan dengan kegiatan ibu-ibu, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, antara lain: 
  • - pendidikan keluarga; 
  • - kesehatan ibu dan anak; 
  • - pencegahan stunting; 
  • - peningkatan gizi keluarga; 
  • - pemberdayaan ekonomi rumah tangga; 
  • - pelestarian lingkungan; 
  • - ketahanan pangan keluarga; 
  • - pembinaan karakter generasi muda; 
  • - peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

 Keberhasilan pembangunan desa tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif kaum perempuan melalui organisasi PKK. Oleh karena itu, sinergi antara Pemerintah Desa, PKK, BPD, LPM, Karang Taruna, RT, RW, kader Posyandu, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat. Sinergi untuk Membangun Desa Pasirhalang Kemajuan Desa Pasirhalang merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah desa tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Pasirhalang harus terus dipelihara sebagai modal sosial dalam membangun desa yang lebih maju, aman, sehat, religius, dan sejahtera. Masyarakat diharapkan terus mendukung berbagai program pemerintah desa melalui partisipasi aktif, menjaga persatuan, serta memperkuat budaya musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan. 

 Bagi masyarakat RW 11 Cimahpar Endah 2, sinergi dengan Pemerintah Desa Pasirhalang akan terus dijaga melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan, pembangunan lingkungan, pelayanan administrasi, pemberdayaan warga, pembinaan kepemudaan, olahraga, serta kegiatan sosial keagamaan. Harapan untuk Masa Depan Desa Pasirhalang Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika pemerintahan yang harus disikapi dengan optimisme. Setiap pemimpin datang membawa amanah untuk melanjutkan perjuangan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. 

Kami berharap Penjabat Kepala Desa bersama seluruh perangkat desa mampu menjaga kesinambungan pembangunan, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, serta membuka ruang komunikasi yang luas dengan seluruh elemen masyarakat. Demikian pula Tim Penggerak PKK Desa Pasirhalang diharapkan semakin aktif dalam memberdayakan keluarga, meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan desa. Acara ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Amir Desa Pasirhalang Bapak H.N. Ilyas, S.Ag.

Semoga Desa Pasirhalang senantiasa menjadi desa yang aman, harmonis, maju, mandiri, religius, serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakatnya. Akhirnya, keluarga besar RW 11 Cimahpar Endah 2 mengucapkan terima kasih atas seluruh pengabdian almarhum Bapak Yusuf. Selamat bertugas kepada Bapak Asep Hermawan, S.IP. sebagai Penjabat Kepala Desa Pasirhalang, serta selamat kepada jajaran Tim Penggerak PKK Desa Pasirhalang yang baru dilantik. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, dan keberkahan kepada seluruh pemimpin dan masyarakat Desa Pasirhalang dalam mewujudkan desa yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing. "Bersama membangun desa, memperkuat persatuan, dan menghadirkan pelayanan terbaik untuk seluruh masyarakat Pasirhalang."(AdR)
Read More

Selasa, 21 Juli 2026

Juli 21, 2026 | by cme2 | No comments

 



Makharijul Huruf (مخارج الحروف) adalah ilmu yang mempelajari tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah ketika diucapkan. Menguasai makhraj sangat penting agar bacaan Al-Qur'an benar dan tidak mengubah makna.

Apa itu makhraj?

Secara bahasa, makhraj berarti tempat keluar. Secara istilah, makhraj adalah tempat keluarnya suatu huruf sehingga huruf tersebut terdengar berbeda dari huruf lainnya.

Sebagai contoh:

  • ت (ta) keluar dari ujung lidah yang menyentuh pangkal gigi seri atas.
  • ط (tha) keluar dari tempat yang hampir sama, tetapi dengan sifat huruf yang lebih tebal (tafkhim). Jika salah mengucapkannya, arti kata bisa berubah.

Lima tempat utama makhraj

Menurut mayoritas ulama tajwid, terdapat 17 makhraj yang dikelompokkan ke dalam 5 tempat utama.

1. Al-Jauf (الجوف) – Rongga mulut dan tenggorokan

Huruf:

  • ا (Alif mati setelah fathah)
  • و (Wau mati setelah dhammah)
  • ي (Ya mati setelah kasrah)

Ketiga huruf ini disebut huruf mad (huruf panjang).

Contoh:

  • قَالَ
  • يَقُولُ
  • قِيلَ

2. Al-Halq (الحلق) – Tenggorokan

Terbagi menjadi tiga bagian:

a. Pangkal tenggorokan

  • ء (Hamzah)
  • ه (Ha)

b. Tengah tenggorokan

  • ع ('Ain)
  • ح (Ha)

c. Ujung tenggorokan

  • غ (Ghain)
  • خ (Kha)

3. Al-Lisan (اللسان) – Lidah

Merupakan tempat keluarnya sebagian besar huruf hijaiyah.

Huruf-hurufnya antara lain:

  • ق
  • ك
  • ج
  • ش
  • ي (bukan huruf mad)
  • ض
  • ل
  • ن
  • ر
  • ط
  • د
  • ت
  • ص
  • ز
  • س
  • ظ
  • ذ
  • ث

Setiap huruf memiliki posisi lidah yang berbeda sehingga menghasilkan bunyi yang khas.


4. Asy-Syafatan (الشفتان) – Dua bibir

Huruf:

  • ف (gigi atas menyentuh bibir bawah)
  • ب
  • م
  • و (bibir membulat)

5. Al-Khaisyum (الخيشوم) – Rongga hidung

Tempat keluarnya suara dengung (ghunnah) pada:

  • Mim bertasydid (مّ)
  • Nun bertasydid (نّ)
  • Bacaan tertentu pada hukum nun mati dan tanwin serta mim mati.

Mengapa makhraj penting?

  1. Menjaga kemurnian bacaan Al-Qur'an.
  2. Menghindari perubahan makna.
  3. Menyempurnakan tajwid sebagaimana diajarkan Rasulullah ﷺ.
  4. Membuat bacaan lebih indah dan jelas.

Tips belajar makhraj

  • Belajar langsung kepada guru yang menguasai tajwid.
  • Latih setiap huruf secara perlahan di depan cermin untuk memperhatikan gerakan lidah dan bibir.
  • Dengarkan bacaan qari yang baik, lalu tirukan.
  • Berlatih setiap hari, meskipun hanya 10–15 menit.
  • Fokus pada huruf yang sering tertukar, seperti:
    • س dengan ص
    • ت dengan ط
    • د dengan ض
    • ذ dengan ز
    • ح dengan ه
    • ع dengan ء
    • ق dengan ك

Menguasai makharijul huruf adalah langkah pertama dalam membaca Al-Qur'an dengan benar. Setelah makhraj dikuasai, pembelajaran dapat dilanjutkan dengan sifat-sifat huruf (ṣifātul ḥurūf), hukum nun mati dan tanwin, hukum mim mati, mad, waqaf, dan kaidah tajwid lainnya. Semoga Allah memudahkan kita membaca Al-Qur'an dengan bacaan yang benar dan penuh kekhusyukan. Aamiin.

Read More

Minggu, 19 Juli 2026

Juli 19, 2026 | by cme2 | No comments

 

Cimahpar Endah 2 RW 11 kembali menunjukkan semangat kebersamaan dan sportivitas melalui penyelenggaraan Turnamen Futsal dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT RI yang bertujuan mempererat tali silaturahmi, meningkatkan rasa persaudaraan, serta menumbuhkan semangat hidup sehat di kalangan masyarakat.

Turnamen berlangsung dengan penuh antusiasme dan diikuti oleh perwakilan dari seluruh RT di lingkungan CME2 RW 11. Sejak pertandingan pertama hingga babak final, para peserta menampilkan permainan yang menarik, penuh semangat juang, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan fair play. Sorak sorai para pendukung semakin menambah semarak suasana, menjadikan setiap pertandingan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.

Setelah melalui persaingan yang kompetitif, diperoleh hasil sebagai berikut:

🏆 Juara 1 : RT 05

🥈 Juara 2 : RT 02

🥉 Juara 3 : RT 01

Selamat kepada seluruh tim yang berhasil meraih prestasi. Kemenangan ini merupakan hasil dari kerja sama tim, disiplin, latihan yang sungguh-sungguh, serta semangat pantang menyerah. Bagi tim yang belum berhasil menjadi juara, tetaplah menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan kembali berprestasi pada kesempatan berikutnya.

Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, perangkat RW, para ketua RT, wasit, panitia pelaksana, sponsor, serta seluruh warga yang telah memberikan dukungan sehingga Turnamen Futsal CME2 RW 11 dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan sukses.

Semangat kebersamaan yang tercipta melalui kegiatan olahraga ini menjadi bukti bahwa peringatan Hari Kemerdekaan bukan hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, dan membangun masyarakat yang sehat, kompak, serta harmonis.

Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81

"Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju."

Mari terus menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan demi mewujudkan lingkungan Cimahpar Endah 2 RW 11 yang semakin maju, aman, nyaman, dan penuh prestasi.

Selamat kepada para juara, dan terima kasih atas sportivitas serta semangat kebersamaan seluruh peserta. Sampai jumpa pada Turnamen Futsal HUT RI tahun berikutnya!Apabila akan dipasang di website desa atau media sosial RW.(AdR)



Read More

Sabtu, 18 Juli 2026

Juli 18, 2026 | by cme2 | No comments

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendekatkan layanan kepada masyarakat, Pemerintah Desa Pasirhalang menyelenggarakan kegiatan Pelayanan Jemput Bola di lingkungan Perum Cimahpar Endah 2 RW 11. Kegiatan ini dilaksanakan pada:


Hari/Tanggal : Sabtu, 18 Juli 2026

Waktu : Pukul 09.00 WIB s.d. selesai

Tempat : Bale Pertemuan Warga RW 11


Salah satu layanan utama yang diberikan dalam kegiatan ini adalah Pelayanan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai layanan administrasi desa, seperti pembuatan surat pengantar KTP, surat pengantar berbagai perizinan, serta pelayanan administrasi lainnya yang berkaitan dengan kebutuhan warga.

Sebelum kegiatan berlangsung, pengurus RW telah mengimbau seluruh warga agar memanfaatkan kesempatan pelayanan jemput bola ini untuk memenuhi kewajiban perpajakan secara tepat waktu. Warga juga diingatkan untuk membawa dokumen pendukung, terutama SPPT PBB tahun sebelumnya, guna memperlancar proses pelayanan.

Pelayanan ini dipimpin oleh petugas Pemerintah Desa Pasirhalang, Yoga Agung Agusti, bersama lima orang petugas lainnya yang memberikan pelayanan dengan ramah, cepat, dan profesional. Kehadiran mereka mendapat apresiasi dari masyarakat karena mampu memberikan kemudahan tanpa harus datang langsung ke kantor desa.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Tercatat sekitar 60 warga hadir dan memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia. Hal ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan dan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Program pelayanan jemput bola seperti ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Selain menghemat waktu dan biaya, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara pemerintah desa dan warga. Kehadiran aparatur desa secara langsung di tengah masyarakat mencerminkan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan yang mudah dijangkau, cepat, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai wujud pelayanan publik yang prima. Melalui sinergi yang baik antara Pemerintah Desa Pasirhalang, pengurus RW, dan seluruh masyarakat, diharapkan tercipta pelayanan pemerintahan yang semakin berkualitas, transparan, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Atas terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Desa Pasirhalang beserta Pengurus RW 11 menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang telah hadir dan berpartisipasi aktif. Semoga semangat kebersamaan dan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat ini terus terjaga demi mewujudkan Desa Pasirhalang yang maju, tertib, dan melayani.





Read More

Jumat, 17 Juli 2026

Juli 17, 2026 | by cme2 | No comments


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Diberitahukan kepada seluruh warga Kampung PERUM CIMAHPAR ENDAH 2 RW 11, bahwasanya pada hari SABTU akan dilaksanakan Pelayanan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

Hari/Tanggal: Sabtu, 18 Juli 2026

Waktu: Pukul 09.00 WIB s.d. Selesai

Tempat: BALE PERTEMUAN WARGA RW 11

Kami menghimbau kepada seluruh warga untuk memanfaatkan kesempatan pelayanan jemput bola ini guna memenuhi kewajiban perpajakan tepat waktu. Mohon membawa dokumen kelengkapan pajak (SPPT TAHUN LALU)

Demikian informasi ini disampaikan untuk menjadi perhatian. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,


Hormat kami 

YOGA AGUNG AGUSTI 

Kepala Wilayah (Kadus Cibereum) Pasirhalang

Read More

Rabu, 15 Juli 2026

Juli 15, 2026 | by cme2 | No comments

 



Dalam ajaran Islam, terdapat sebuah hadis yang sangat masyhur tentang empat perkara yang dianjurkan untuk disegerakan. Hadis tersebut berbunyi:

> "Empat perkara yang tidak boleh ditunda-tunda:

1. Salat, apabila telah tiba waktunya.

2. Jenazah, apabila telah siap untuk dimakamkan.

3. Seorang wanita yang belum menikah, apabila telah mendapatkan pasangan yang sekufu (baik agamanya dan akhlaknya).

4. Melunasi utang, apabila telah mampu membayarnya."

Makna dari keempat perkara tersebut adalah:

1. Salat pada waktunya Salat adalah tiang agama. Menyegerakan salat menunjukkan ketaatan kepada Allah dan merupakan amalan yang paling dicintai-Nya.

2. Mengurus jenazah Jenazah hendaknya segera dimandikan, dikafani, disalatkan, dan dimakamkan tanpa menunda-nunda kecuali ada alasan yang dibenarkan syariat.

3. Menikahkan orang yang telah siap Jika seorang laki-laki dan perempuan telah siap serta ditemukan pasangan yang baik agamanya dan akhlaknya, maka tidak dianjurkan menunda pernikahan karena dapat menghindarkan dari berbagai fitnah.

4. Membayar utang Orang yang telah mampu melunasi utangnya hendaknya segera membayarnya. Menunda pembayaran tanpa alasan yang benar termasuk perbuatan zalim terhadap pihak yang memberi pinjaman.

Perlu diketahui bahwa redaksi "empat perkara yang harus disegerakan" ini sering dinukil dalam kitab-kitab hikmah dan adab, namun para ulama hadis berbeda pendapat mengenai kekuatan sanadnya; sebagian menilai riwayatnya lemah. Meskipun demikian, isi nasihatnya sejalan dengan ajaran Islam yang didukung oleh dalil-dalil lain yang sahih: salat tepat waktu, menyegerakan pengurusan jenazah, menganjurkan pernikahan bagi yang mampu, dan menunaikan hak orang lain seperti membayar utang.

Pesan utamanya adalah agar seorang Muslim tidak menunda kewajiban dan perkara-perkara yang membawa kebaikan, karena waktu yang berlalu tidak akan kembali dan kesempatan belum tentu datang dua kali.

Melunasi utang merupakan salah satu kewajiban yang sangat ditekankan dalam Islam. Bahkan, hak sesama manusia (ḥuqūqul 'ibād) tidak gugur hanya karena seseorang meninggal dunia. Oleh karena itu, utang harus dipandang sebagai amanah yang wajib ditunaikan.

1. Utang adalah amanah

Allah berfirman:

> "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya." (QS. An-Nisa: 58)

Utang termasuk amanah. Ketika seseorang meminjam uang atau barang, ia berkewajiban mengembalikannya sesuai kesepakatan.

2. Menunda pembayaran padahal mampu adalah kezaliman

Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Penundaan pembayaran utang oleh orang yang mampu adalah suatu kezaliman." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini sangat tegas. Jika seseorang memiliki kemampuan untuk membayar, tetapi sengaja menunda tanpa alasan yang dibenarkan, ia telah berbuat zalim kepada orang yang memberi pinjaman.

3. Utang dapat menghalangi seseorang setelah meninggal

Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Jiwa seorang mukmin masih tergantung karena utangnya sampai utang itu dilunasi." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Para ulama menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan betapa seriusnya urusan utang. Karena itu, keluarga dianjurkan melunasi utang orang yang telah meninggal apabila memungkinkan.

4. Nabi ﷺ sangat berhati-hati terhadap utang

Pada masa awal Islam, Rasulullah ﷺ pernah tidak langsung menyalatkan jenazah yang masih memiliki utang sampai ada sahabat yang bersedia melunasinya. Hal ini menunjukkan bahwa utang bukan perkara ringan.

5. Berniat membayar utang

Islam juga melihat niat seseorang

Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Barang siapa mengambil harta manusia dengan niat mengembalikannya, maka Allah akan membantunya melunasinya. Dan barang siapa mengambilnya dengan niat merusaknya (tidak mengembalikan), maka Allah akan membinasakannya." (HR. Bukhari)

Jadi, meskipun sedang kesulitan, orang yang sungguh-sungguh berniat melunasi utang mendapat pertolongan Allah.

6. Jika benar-benar belum mampu

Islam tidak memerintahkan sesuatu di luar kemampuan. Allah berfirman:

> "Dan jika (orang yang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan." (QS. Al-Baqarah: 280)

Ayat ini mengajarkan dua hal:

Orang yang berutang harus jujur tentang kondisinya.

Pemberi utang dianjurkan memberi kelonggaran, bahkan memaafkan sebagian atau seluruh utang jika mampu.

7. Cara menjaga diri dari masalah utang

Beberapa adab yang dianjurkan:

Berutang hanya untuk kebutuhan yang benar-benar penting.

Mencatat utang dan jatuh temponya, sebagaimana dianjurkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 282.

Mendahulukan pembayaran utang ketika memiliki rezeki.

Tidak hidup bermewah-mewahan sementara masih memiliki utang yang mampu dibayar.

Menulis atau menyampaikan daftar utang kepada keluarga sebagai bentuk tanggung jawab apabila sewaktu-waktu meninggal dunia.

Hikmah

Mengapa utang harus segera dilunasi?

Menjaga kepercayaan dan kehormatan diri.

Menghindari dosa akibat menzalimi orang lain.

Menenangkan hati karena terbebas dari beban hak orang lain.

Mempererat hubungan sosial dan saling percaya dalam masyarakat.

Menjadi bekal yang baik untuk menghadap Allah, karena hak manusia adalah perkara yang sangat diperhatikan dalam Islam.

Rasulullah ﷺ bahkan sering berdoa:

> "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan lilitan utang."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Doa ini menunjukkan bahwa utang bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga persoalan moral dan spiritual. Seorang Muslim dianjurkan berusaha menghindari utang yang tidak perlu, dan jika terpaksa berutang, hendaknya memiliki niat yang tulus serta berusaha sungguh-sungguh untuk segera melunasinya.

Berikut penjelasan yang lebih lengkap dengan bahasa yang sederhana.

Niat dalam Islam: Mengapa Niat Baik Sudah Bernilai Ibadah, Sedangkan Niat Buruk Belum Tentu Menjadi Dosa?

Salah satu bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah cara Allah memperlakukan niat dan amal manusia. Allah tidak hanya melihat apa yang kita kerjakan, tetapi juga apa yang ada di dalam hati. Oleh karena itu, niat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa nilai suatu amal bergantung pada niatnya. Dua orang dapat melakukan perbuatan yang sama, tetapi pahala yang diterima berbeda karena niatnya berbeda.

1. Berniat melakukan kebaikan, tetapi belum sempat melakukannya

Inilah salah satu bentuk rahmat Allah yang luar biasa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Barang siapa berniat melakukan suatu kebaikan, lalu belum jadi melakukannya, maka Allah mencatat baginya satu kebaikan yang sempurna." (HR. Bukhari dan Muslim)

Misalnya:

Ingin bersedekah, tetapi uangnya belum ada.

Ingin salat tahajud, tetapi tertidur tanpa sengaja.

Ingin menjenguk orang sakit, tetapi tiba-tiba ada keadaan yang menghalangi.

Selama niat itu sungguh-sungguh, Allah tetap memberi pahala.

2. Berniat melakukan kebaikan lalu benar-benar melakukannya

Jika niat baik diwujudkan dalam perbuatan, pahalanya dilipatgandakan.

Dalam hadis yang sama disebutkan:

> "...Jika ia mengerjakannya, Allah mencatat baginya sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan lebih banyak lagi." (HR. Bukhari dan Muslim)

Besarnya pahala bergantung pada:

Keikhlasan.

Kesulitan yang dihadapi.

Manfaat bagi orang lain.

Waktu dan tempat pelaksanaannya.

3. Berniat melakukan keburukan tetapi tidak jadi dilakukan

Inilah kasih sayang Allah yang sangat besar.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Barang siapa berniat melakukan keburukan, kemudian ia tidak jadi melakukannya karena takut kepada Allah, maka Allah mencatat baginya satu kebaikan." (Makna hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Contohnya:

Sudah ingin berbohong, tetapi mengurungkan niat karena ingat Allah.

Sudah ingin mengambil barang orang lain, tetapi batal karena takut berdosa.

Sudah ingin membalas dengan kata-kata kasar, tetapi memilih diam demi mencari rida Allah.

Menahan diri karena Allah justru menjadi pahala.

Catatan penting

Jika seseorang batal berbuat dosa bukan karena takut kepada Allah, melainkan karena tidak ada kesempatan atau takut diketahui orang, maka ia tidak mendapat pahala. Bahkan dalam sebagian keadaan, niat jahatnya tetap tercela di sisi Allah.

4. Berniat melakukan dosa lalu benar-benar melakukannya

Apabila dosa itu dilakukan, Allah mencatatnya hanya satu dosa, bukan berlipat-lipat seperti pahala.

Ini menunjukkan bahwa rahmat Allah lebih besar daripada murka-Nya.

5. Setelah berbuat dosa lalu menyesal dan beristigfar

Inilah pintu rahmat Allah yang selalu terbuka.

Allah berfirman:

> "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

> "Orang yang bertobat dari dosa seperti orang yang tidak mempunyai dosa." (HR. Ibnu Majah, dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Apa itu tobat yang sungguh-sungguh?

Para ulama menjelaskan bahwa tobat memiliki syarat:

1. Berhenti dari perbuatan dosa.

2. Menyesali dosa tersebut dengan sungguh-sungguh.

3. Bertekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi.

4. Jika dosanya berkaitan dengan hak manusia, maka hak itu harus dikembalikan atau diminta kerelaannya.

Contohnya:

Mengembalikan barang yang dicuri.

Melunasi utang yang belum dibayar.

Meminta maaf atas fitnah atau penghinaan yang dilakukan.

Mengapa Allah begitu murah hati?

Karena Allah memiliki sifat Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang). Dalam sebuah hadis qudsi, Allah menetapkan bahwa rahmat-Nya mendahului murka-Nya. Hal ini tampak dari cara Allah memperlakukan amal manusia:

Niat baik → sudah mendapat 1 pahala.

Amal baik → minimal 10 pahala, bisa sampai 700 kali lipat atau lebih.

Niat buruk → belum dicatat sebagai dosa.

Dosa dilakukan → hanya dicatat 1 dosa.

Bertobat dengan sungguh-sungguh → dosa dapat dihapus.

Pelajaran yang dapat diambil

Kita hendaknya sering menanamkan niat-niat baik, karena niat yang tulus sudah bernilai ibadah. Jangan menunda bertobat ketika terjatuh dalam dosa, sebab pintu ampunan Allah selalu terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan dan matahari belum terbit dari barat. Selain itu, jangan pernah meremehkan dosa kecil, karena dosa yang terus-menerus dilakukan tanpa tobat dapat mengeraskan hati. Sebaliknya, jangan pula berputus asa dari rahmat Allah, karena sebesar apa pun dosa seseorang, ampunan Allah jauh lebih besar apabila ia kembali kepada-Nya dengan tobat yang tulus.

Dengan memahami ajaran ini, seorang Muslim akan hidup di antara harap (raja') terhadap rahmat Allah dan takut (khauf) kepada azab-Nya. Keseimbangan antara keduanya akan mendorong seseorang untuk terus memperbanyak amal saleh, menjauhi maksiat, dan segera kembali kepada Allah setiap kali melakukan kesalahan.

Ya, keyakinan bahwa anak kecil yang meninggal sebelum balig akan menjadi sebab rahmat bagi kedua orang tuanya memiliki dasar dari hadis-hadis Nabi ﷺ. Namun, penjelasannya perlu dipahami secara tepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

1. Anak kecil yang meninggal tidak menanggung dosa

Dalam Islam, seorang anak yang belum balig belum dibebani kewajiban syariat (taklif). Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Pena (catatan amal) diangkat dari tiga golongan: orang yang tidur hingga bangun, anak kecil hingga balig, dan orang yang hilang akal hingga sadar." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Artinya, anak kecil belum dicatat dosa sebagaimana orang dewasa.

2. Anak kecil berada dalam rahmat Allah

Banyak ulama menjelaskan bahwa anak-anak kaum Muslimin yang meninggal sebelum balig berada dalam rahmat Allah dan termasuk penghuni surga.

3. Benarkah anak akan menjemput orang tuanya?

Terdapat hadis yang menggambarkan bahwa anak yang meninggal akan menjadi syafaat bagi orang tuanya.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa anak-anak itu akan menunggu di pintu surga, kemudian memohon kepada Allah agar orang tuanya juga dimasukkan ke surga. Dalam riwayat lain digambarkan bahwa mereka berpegang pada pakaian atau tangan orang tuanya dan tidak mau masuk surga sampai Allah mengizinkan orang tuanya masuk bersama mereka. Gambaran ini menunjukkan besarnya kasih sayang Allah kepada orang tua yang beriman dan sabar atas musibah tersebut.

Makna "menjemput" yang sering disampaikan dalam ceramah adalah cara sederhana untuk menjelaskan hadis-hadis tentang syafaat anak kepada orang tuanya.

4. Apakah semua orang tua pasti masuk surga karena anaknya?

Di sinilah yang perlu diluruskan.

Syafaat hanya terjadi dengan izin Allah, sebagaimana firman-Nya:

> "Tiada seorang pun yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya." (QS. Al-Baqarah: 255)

Jadi, bukan karena anak memiliki kekuasaan sendiri, melainkan karena Allah memuliakan anak tersebut dan mengizinkan syafaatnya.

Selain itu, orang tua tetap dituntut untuk beriman dan beramal saleh. Kehadiran anak yang wafat bukanlah "jaminan otomatis" masuk surga, melainkan salah satu sebab datangnya rahmat Allah.

5. Syarat terpenting bagi orang tua adalah sabar

Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Tidaklah seorang Muslim yang ditinggal mati tiga orang anaknya yang belum balig, melainkan Allah memasukkannya ke dalam surga karena rahmat-Nya terhadap anak-anak itu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, para sahabat bertanya, "Bagaimana jika dua anak?" Rasulullah ﷺ menjawab, "Dua anak juga." Bahkan ada riwayat yang menunjukkan bahwa kehilangan satu anak pun, jika dihadapi dengan kesabaran dan mengharap pahala dari Allah, menjadi sebab datangnya pahala yang besar.

Hikmah yang dapat diambil

Bagi orang tua, kehilangan anak adalah ujian yang sangat berat. Namun Islam memberikan harapan bahwa:

Anak yang meninggal sebelum balig berada dalam rahmat Allah.

Anak tersebut dapat menjadi syafaat bagi orang tuanya dengan izin Allah.

Kesabaran orang tua saat menghadapi musibah menjadi sebab diangkatnya derajat dan dihapuskan dosa-dosanya.

Allah tidak menyia-nyiakan air mata dan kesabaran seorang hamba yang tetap beriman kepada-Nya.

Karena itu, ketika mendengar ungkapan "anak kecil akan menjemput orang tuanya di akhirat", makna yang lebih tepat adalah bahwa anak tersebut, dengan izin Allah, dapat memberikan syafaat dan menjadi sebab Allah melimpahkan rahmat kepada orang tuanya, bukan bahwa ia memiliki kekuasaan sendiri untuk menentukan siapa yang masuk surga. Inilah salah satu bentuk kasih sayang Allah yang sangat luas kepada hamba-hamba-Nya.

Ungkapan "Salatlah seakan-akan itulah salatmu yang terakhir" berasal dari hadis Rasulullah ﷺ.

Beliau bersabda:

> "Apabila engkau berdiri untuk melaksanakan salat, maka salatlah seperti salatnya orang yang akan berpisah (salat terakhir)." (HR. Ibnu Majah dan Ahmad; dinilai hasan oleh sejumlah ulama)

Apa maknanya?

Hadis ini mengajarkan agar kita mengerjakan salat dengan penuh kesungguhan, karena tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah setelah salat itu ia masih diberi kesempatan hidup atau tidak.

Bayangkan jika kita mengetahui bahwa salat Zuhur hari ini adalah salat terakhir sebelum meninggal. Tentu kita akan:

Berwudu dengan sebaik-baiknya.

Datang tepat waktu.

Khusyuk dan tidak tergesa-gesa.

Memahami bacaan yang diucapkan.

Memperbanyak doa dan istigfar.

Tidak memikirkan urusan dunia selama salat.

Itulah yang diinginkan Rasulullah ﷺ.

Hikmah salat seperti salat terakhir

1. Menumbuhkan kekhusyukan. Pikiran lebih fokus kepada Allah daripada kepada urusan dunia.

2. Meningkatkan keikhlasan. Salat dilakukan semata-mata karena Allah, bukan agar dipuji manusia.

3. Menghindari sikap menunda tobat. Seseorang akan berpikir, "Jika ini salat terakhirku, apakah aku sudah memohon ampun kepada Allah?"

4. Mendorong menyempurnakan rukun dan bacaan. Tidak terburu-buru dalam rukuk, sujud, maupun tasyahud.

5. Mengingat kematian. Rasulullah ﷺ mengajarkan agar seorang mukmin sering mengingat kematian, bukan untuk membuat putus asa, tetapi agar lebih siap bertemu Allah.

Renungan

Setelah mengucapkan salam dalam salat, tanyakan kepada diri sendiri:

Seandainya aku meninggal setelah salat ini, apakah aku telah mengerjakannya dengan baik?

Sudahkah aku meminta ampun atas dosa-dosaku?

Sudahkah aku memaafkan orang lain dan berusaha menunaikan hak-hak mereka?

Sudahkah aku bersyukur atas nikmat Allah?

Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu kita memperbaiki kualitas ibadah dari waktu ke waktu.

Salat adalah ibadah pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Jika salat seseorang baik, maka besar harapan amal-amal lainnya juga menjadi baik. Karena itu, setiap kali berdiri menghadap kiblat, hadirkanlah dalam hati:

> "Ya Allah, mungkin inilah salatku yang terakhir di dunia. Terimalah ibadahku, ampunilah dosaku, dan wafatkanlah aku dalam keadaan husnul khatimah."

Dengan cara pandang seperti ini, salat tidak lagi menjadi sekadar rutinitas lima kali sehari, tetapi menjadi pertemuan yang penuh kerinduan dan penghambaan kepada Allah SWT.

Read More

Selasa, 14 Juli 2026

Juli 14, 2026 | by cme2 | No comments


 Ungkapan "Daripada berbicara mubazir maka lebih baik diam" memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Maksudnya bukan melarang seseorang berbicara, melainkan mengajarkan agar setiap ucapan memiliki manfaat dan tidak menimbulkan dosa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi pedoman bahwa seorang Muslim hendaknya menimbang perkataannya sebelum berbicara. Jika ucapan itu membawa kebaikan—seperti memberi nasihat, mengajarkan ilmu, mendamaikan orang yang berselisih, atau menghibur yang sedang bersedih—maka berbicaralah. Namun jika perkataan hanya berisi gosip, fitnah, kebohongan, ejekan, caci maki, atau hal-hal yang tidak bermanfaat, maka diam lebih baik.

Al-Qur'an juga mengingatkan:

> "Tidak ada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat." (QS. Qaf: 18)

Ayat ini mengajarkan bahwa setiap ucapan akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, lisan harus dijaga sebagaimana kita menjaga perbuatan.

Namun, diam tidak selalu lebih baik. Ada keadaan ketika berbicara justru menjadi kewajiban, misalnya:

Menyampaikan kebenaran.

Mencegah kemungkaran dengan cara yang baik.

Memberikan kesaksian yang benar.

Mengajarkan ilmu yang bermanfaat.

Membela orang yang dizalimi.

Diam dalam keadaan seperti itu justru dapat menjadi kesalahan.

Para ulama tasawuf juga menganggap menjaga lisan sebagai salah satu jalan menyucikan hati. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa banyak dosa berasal dari lisan, seperti ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), dusta, dan ucapan sia-sia. Dengan membiasakan diam dari hal yang tidak bermanfaat, hati menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan ibadah lebih khusyuk.

Kesimpulannya, Islam tidak mengajarkan kita untuk selalu diam, tetapi mengajarkan agar setiap kata bernilai ibadah. Jika ucapan membawa manfaat, kebenaran, dan kebaikan, maka berbicaralah. Namun jika hanya akan menjadi perkataan sia-sia atau berpotensi menyakiti orang lain, maka diam adalah pilihan yang lebih utama. Sebagaimana pepatah Arab mengatakan:

> "Keselamatan seseorang terletak pada penjagaan lisannya."

Inilah salah satu bentuk kebijaksanaan yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di era media sosial, ketika setiap kata yang ditulis atau diucapkan dapat tersebar luas dan meninggalkan jejak yang panjang.

Read More
Juli 14, 2026 | by cme2 | No comments

"Iqra'..." (Bacalah!) adalah wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Perintah ini menunjukkan bahwa Islam dibangun di atas ilmu. Tidak mengherankan jika para ulama menempatkan ilmu agama sebagai fondasi utama kehidupan seorang Muslim. 

Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, manusia semakin mudah memperoleh informasi, tetapi tidak semua informasi mampu memberikan petunjuk hidup. Banyak orang yang cerdas secara intelektual, namun kehilangan arah dalam menjalani kehidupan. Di sinilah pentingnya ilmu agama sebagai cahaya yang menerangi hati dan membimbing manusia menuju keselamatan dunia dan akhirat.

Ilmu Agama Adalah Kebutuhan, Bukan Sekadar Pelengkap

Sebagian orang menganggap ilmu agama hanya diperlukan oleh ustaz, kyai, atau santri. Padahal, setiap Muslim wajib mempelajari ilmu agama sesuai kebutuhannya. Rasulullah SAW bersabda:

> "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah)

Hadis ini menunjukkan bahwa mempelajari agama bukan pilihan, melainkan kewajiban. Dengan ilmu agama, seseorang mengetahui cara beribadah yang benar, memahami halal dan haram, serta mampu membedakan antara kebenaran dan kebatilan.

Tanpa ilmu agama, seseorang mudah tersesat oleh hawa nafsu, tradisi yang salah, atau pengaruh lingkungan yang menyesatkan. Ibarat seorang musafir yang berjalan di malam hari tanpa lampu, langkahnya penuh keraguan dan risiko.

Iqro': Langkah Awal Membangun Generasi Qurani

Salah satu sarana penting dalam mengenalkan ilmu agama kepada anak-anak adalah melalui Buku Iqro'. Buku sederhana ini telah membantu jutaan Muslim Indonesia belajar membaca Al-Qur'an dari tingkat paling dasar.

Melalui Iqro', seorang anak mulai mengenal huruf hijaiyah, memahami tanda baca, hingga akhirnya mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Dari sinilah kecintaan terhadap Al-Qur'an mulai tumbuh.

Allah SWT berfirman:

> "Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)

Membimbing anak belajar Iqro' bukan sekadar mengajarkan membaca huruf Arab, tetapi sedang menanamkan pondasi akhlak, iman, dan ketakwaan yang akan menjadi bekal hidupnya di masa depan.

Ilmu Agama Menyelamatkan dari Kesalahan

Banyak masalah dalam kehidupan muncul karena kurangnya pemahaman agama. Perselisihan keluarga, pergaulan bebas, korupsi, penipuan, hingga rusaknya moral masyarakat sering kali berawal dari jauhnya manusia dari ilmu agama.

Seseorang yang memahami agama akan lebih berhati-hati dalam berbicara, bertindak, dan mengambil keputusan. Ia sadar bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Allah berfirman:

> "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama (orang-orang yang berilmu)." (QS. Fathir: 28)

Ayat ini menunjukkan bahwa semakin tinggi ilmu agama seseorang, semakin besar rasa takut dan penghargaannya kepada Allah. Ilmu melahirkan kesadaran, sedangkan kesadaran melahirkan ketakwaan.

Ilmu Agama Membentuk Akhlak Mulia

Tujuan utama Islam bukan hanya mencetak manusia yang pintar, tetapi juga manusia yang berakhlak mulia. Nabi Muhammad SAW bersabda:

> "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)

Ilmu agama mengajarkan kejujuran, kesabaran, amanah, kasih sayang, dan rasa hormat kepada sesama. Anak yang sejak kecil dibiasakan belajar mengaji dan memahami agama akan memiliki benteng moral yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan zaman.

Ketika teknologi semakin canggih dan arus informasi semakin deras, akhlak menjadi aset yang sangat berharga. Ilmu agama berfungsi sebagai kompas yang menjaga manusia agar tidak kehilangan arah.

Ilmu Agama Menenangkan Hati

Banyak orang hidup berkecukupan, memiliki jabatan tinggi, dan dikenal masyarakat, tetapi tetap merasa gelisah. Sebaliknya, ada orang yang hidup sederhana namun hatinya tenang dan bahagia.

Perbedaan ini sering kali terletak pada kedekatan seseorang dengan Allah SWT. Ilmu agama mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta, melainkan pada ketenangan hati.

Allah SWT berfirman:

> "ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)

Melalui ilmu agama, seseorang memahami makna sabar ketika diuji, bersyukur ketika diberi nikmat, dan bertawakal ketika menghadapi kesulitan. Pemahaman inilah yang membuat hidup terasa lebih ringan dan penuh harapan.

Investasi Terbaik untuk Masa Depan

Banyak orang rela mengeluarkan biaya besar demi pendidikan duniawi anak-anaknya. Itu tentu penting. Namun jangan sampai pendidikan agama justru diabaikan.

Rumah yang megah, kendaraan yang mewah, dan harta yang melimpah tidak akan mampu menemani seseorang ketika memasuki alam kubur. Yang akan menjadi penerang adalah iman, amal saleh, dan ilmu yang bermanfaat.

Rasulullah SAW bersabda:

> "Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)

Mengajarkan anak membaca Iqro', mengaji, dan memahami agama merupakan investasi jangka panjang yang pahalanya terus mengalir, bahkan setelah seseorang meninggal dunia.

Mari Memulai dari Hal yang Sederhana

Belajar agama tidak harus menunggu menjadi tua atau memiliki banyak waktu luang. Semua dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti belajar membaca Iqro', mengikuti pengajian rutin, membaca Al-Qur'an setiap hari, atau mempelajari satu hadis setiap pekan.

Orang tua juga memiliki peran besar dalam membimbing keluarga menuju kehidupan yang lebih Islami. Luangkan waktu untuk mendampingi anak mengaji, mengajak mereka ke masjid, dan memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan merasa malu jika belum lancar membaca Al-Qur'an. Selama masih ada kemauan untuk belajar, pintu rahmat Allah selalu terbuka. Setiap huruf yang dibaca akan menjadi pahala, setiap langkah menuju majelis ilmu akan dicatat sebagai kebaikan.

Penutup

Ilmu agama adalah cahaya yang menerangi kehidupan. Dengan ilmu agama, manusia mengenal Tuhannya, memahami tujuan hidupnya, serta mengetahui jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Buku Iqro' yang sederhana menjadi simbol langkah awal perjalanan panjang menuju kedekatan dengan Al-Qur'an dan Allah SWT.

Mari kita hidupkan kembali semangat "Iqra'", semangat membaca, belajar, dan memahami agama. Karena bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga bangsa yang memiliki iman, akhlak, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

"Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memahamkannya tentang agama." (HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa mencintai ilmu, mengamalkannya, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Read More

Sabtu, 11 Juli 2026

Juli 11, 2026 | by cme2 | No comments
Pada hari Selasa tgl 7 Juli 2026 di Mouvi Liwet Cafe, dengan dihadiri sebanyak 36 orang ibu-ibu PKK dan ibu-ibu pengajian Halimmatusadiyah turut serta mengikuti acara pembubaran kepanitiaan "Peduli anak yatim dan Dhuafa" dengan sangat khidmat. Ketua (Bu hj. Winda), sekretaris (Bu Hani) dan bendahara (Bu Linda Husna dan Bu hj. Ajizah) terpilih di acara peduli anak yatim masing-masing menyampaikan laporan kegiatan yg telah terlaksana. Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan kepengurusan baru untuk periode tahun 2027 mendatang dengan susunan ketua Bu Iis Nugraha, Sekertaris Bu Nanay dan Bendahara Bu Meni dan Bu hj. Ajizah. Acara dilanjutkan dengan ucapan selamat dari semua yg hadir untuk kepanitiaan yg baru, dan dilanjutkan dengan acara ramah tamah yg di meriahkan dengan lantunan lagu-lagu menambah cerianya acara.


Read More

Jumat, 03 Juli 2026

Juli 03, 2026 | by cme2 | No comments



Pasirhalang, Sukaraja, Sukabumi – Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, masih banyak masyarakat yang menjaga nilai-nilai kepedulian dan semangat berbagi. Salah satu contoh nyata dapat disaksikan setiap hari Jumat di Masjid Al Hidayah, Perumahan Cimahpar Endah 2 RW 11, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Melalui kegiatan Jumat Berkah, ibu-ibu PKK dengan penuh keikhlasan menyiapkan makanan dan minuman untuk dibagikan kepada para jemaah setelah menunaikan Salat Jumat.

Program sederhana ini lahir bukan karena ingin mendapatkan pujian atau pengakuan, melainkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan upaya menghidupkan budaya berbagi di tengah masyarakat. Seluruh makanan dan minuman yang dibagikan berasal dari swadaya ibu-ibu PKK. Mereka menyisihkan sebagian rezekinya, membeli bahan makanan dengan dana pribadi, kemudian mengolahnya sendiri di rumah sebelum dibawa ke masjid untuk dibagikan kepada para jemaah.

Tidak ada kemewahan dalam kegiatan ini. Yang paling berharga justru adalah keikhlasan, kebersamaan, dan semangat beramal yang tumbuh dari hati setiap orang yang terlibat.

Berbagi yang Berawal dari Hati

Setiap hari Jumat, sejak pagi hari, beberapa ibu sudah mulai menyiapkan berbagai hidangan sederhana. Ada yang memasak makanan ringan, membuat kue tradisional, menyiapkan nasi bungkus, hingga meracik minuman segar. Semua dilakukan dengan penuh kasih sayang dan harapan agar makanan yang diberikan dapat menjadi berkah bagi siapa saja yang menerimanya.

Setelah Salat Jumat selesai, makanan dan minuman tersebut dibagikan kepada para jemaah yang keluar dari Masjid Al Hidayah. Senyum para penerima menjadi kebahagiaan tersendiri bagi ibu-ibu yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan rezekinya.

Kegiatan ini mengajarkan bahwa sedekah tidak selalu diukur dari besar atau kecilnya nilai yang diberikan. Bahkan sebungkus makanan atau segelas minuman yang diberikan dengan hati yang ikhlas dapat menjadi amal yang sangat bernilai di sisi Allah SWT.

Menghidupkan Sunnah Berbagi

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk saling berbagi dan membantu sesama. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui."

(QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat tersebut memberikan motivasi bahwa setiap sedekah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan tidak akan pernah sia-sia. Allah SWT menjanjikan balasan yang berlipat ganda kepada hamba-Nya yang gemar berinfak dan berbagi kepada sesama.

Tidak hanya itu, Allah SWT juga berfirman:

"Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan yang sempurna sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui."

(QS. Ali 'Imran: 92)

Ayat ini mengingatkan bahwa keberkahan hidup tidak hanya berasal dari seberapa banyak harta yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa besar kepedulian kita dalam berbagi kepada orang lain.

Teladan Rasulullah SAW dalam Bersedekah

Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam hal berbagi dan bersedekah. Beliau bersabda:

"Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut mengajarkan bahwa memberi lebih utama daripada meminta. Namun yang lebih penting lagi adalah membangun semangat saling membantu sehingga masyarakat menjadi kuat dan penuh kasih sayang.

Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa memberi makan kepada orang yang lapar, maka Allah akan memberinya makan dari buah-buahan surga."

(HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Memberikan makanan kepada orang lain merupakan salah satu bentuk sedekah yang paling mudah dilakukan dan sangat dianjurkan dalam Islam. Tidak harus mewah, yang terpenting adalah halal, baik, dan diberikan dengan niat yang tulus karena Allah SWT.

Peran Mulia Ibu-Ibu PKK

Keberhasilan kegiatan Jumat Berkah tidak terlepas dari semangat luar biasa ibu-ibu PKK yang menjadi penggerak utama. Mereka membuktikan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

Melalui tangan-tangan mereka, bahan makanan sederhana berubah menjadi hidangan yang penuh manfaat. Melalui doa-doa mereka, setiap masakan dipersembahkan sebagai amal jariyah yang diharapkan menjadi pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak.

Kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antaranggota PKK. Mereka saling membantu, berbagi tugas, bertukar resep, dan saling menyemangati untuk terus istiqamah dalam melakukan kebaikan. Kebersamaan yang terjalin menjadi bukti bahwa gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan utama masyarakat Cimahpar Endah 2 RW 11.

Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Jumat Berkah bukan sekadar membagikan makanan. Lebih dari itu, kegiatan ini menanamkan nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan rasa syukur kepada seluruh masyarakat.

Bagi para jemaah, makanan yang diterima mungkin terlihat sederhana. Namun di balik setiap bungkus makanan terdapat ketulusan, doa, dan harapan agar setiap orang yang menikmatinya memperoleh keberkahan.

Bagi anak-anak yang menyaksikan kegiatan ini, Jumat Berkah menjadi contoh nyata bahwa berbagi merupakan bagian dari akhlak seorang Muslim. Nilai-nilai seperti ini penting diwariskan kepada generasi muda agar budaya tolong-menolong terus hidup di masa mendatang.

Mengajak Lebih Banyak Warga Berpartisipasi

Program Jumat Berkah terbuka bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi. Bentuk dukungan tidak harus berupa uang. Siapa pun dapat ikut berkontribusi dengan memasak, menyumbangkan bahan makanan, membantu pengemasan, mendistribusikan makanan, atau sekadar mendoakan agar kegiatan ini terus berjalan dengan lancar.

Semakin banyak warga yang terlibat, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Semangat berbagi yang dilakukan bersama akan memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menciptakan lingkungan yang penuh kepedulian.

Allah SWT berfirman:

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan."

(QS. Al-Ma'idah: 2)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa setiap bentuk kerja sama dalam kebaikan adalah amal yang sangat dicintai oleh Allah SWT.

Semoga Menjadi Amal Jariyah

Seluruh rangkaian kegiatan Jumat Berkah di Masjid Al Hidayah Cimahpar Endah 2 merupakan wujud nyata bahwa kebaikan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dengan niat yang ikhlas, sedikit rezeki yang disisihkan dan diolah dengan penuh kasih dapat menghadirkan manfaat bagi banyak orang.

Semoga Allah SWT menerima setiap amal, setiap tetes keringat, setiap doa, dan setiap hidangan yang disiapkan oleh ibu-ibu PKK serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini. Semoga Jumat Berkah terus menjadi agenda yang istiqamah, membawa keberkahan bagi warga Cimahpar Endah 2 RW 11, dan menginspirasi lingkungan lain untuk menumbuhkan budaya berbagi.

Sebagaimana pesan Rasulullah SAW:

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."

(Hadis ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan dinilai hasan oleh sejumlah ulama.)

Mari jadikan setiap hari Jumat sebagai momentum memperbanyak amal saleh, mempererat tali silaturahmi, dan menebarkan manfaat kepada sesama. Karena sejatinya, harta yang kita miliki hanyalah titipan, sedangkan kebaikan yang kita bagikan akan menjadi bekal yang menemani hingga kehidupan akhirat.

"Berbagi bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang seberapa tulus hati kita memberi. Semoga setiap Jumat menjadi saksi hadirnya kepedulian, setiap sedekah menjadi jalan menuju keberkahan, dan setiap senyum yang terukir menjadi amal yang mengantarkan kita meraih ridha Allah SWT."

Read More

Search Our Site