Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi
Selamat datang di Web Cimahpar Endah 2 RW 11, Pasirhalang, Sukaraja, Sukabumi

Jumat, 03 Juli 2026

Juli 03, 2026 | by cme2 | No comments




SUKARAJA, SUKABUMI – Kebersihan lingkungan merupakan pondasi utama dalam menciptakan kawasan permukiman yang sehat, aman, nyaman, dan harmonis. Di Cimahpar Endah 2 RW 11, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, semangat menjaga kebersihan terus ditanamkan sebagai budaya bersama. Lingkungan yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan bagi warga, tetapi juga mencerminkan tingkat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan, kelestarian lingkungan, dan kualitas hidup.

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat, tantangan dalam menjaga kebersihan lingkungan juga semakin besar. Oleh karena itu, partisipasi aktif seluruh warga menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.

Kebersihan Lingkungan Dimulai dari Rumah Sendiri

Menjaga kebersihan tidak harus dimulai dari hal-hal besar. Langkah sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan anorganik, membersihkan halaman rumah, merawat saluran air, serta tidak membakar sampah sembarangan merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan.

Jika setiap keluarga memiliki kesadaran yang sama, maka lingkungan akan menjadi lebih sehat, bebas dari tumpukan sampah, terhindar dari genangan air, serta mampu mengurangi risiko penyakit seperti demam berdarah, diare, maupun infeksi saluran pernapasan.

Lingkungan yang bersih juga memberikan manfaat sosial. Anak-anak dapat bermain dengan nyaman, para lansia dapat beraktivitas dengan aman, dan tamu yang datang akan merasakan suasana yang tertib serta menyenangkan.

Gotong Royong Menjadi Perekat Persaudaraan

Selain menjaga kebersihan secara mandiri, budaya gotong royong menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia yang harus terus dilestarikan.

Melalui kegiatan kerja bakti, warga dapat bersama-sama membersihkan jalan lingkungan, selokan, taman, tempat ibadah, hingga fasilitas umum lainnya. Kegiatan seperti ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.

Ketika seluruh warga saling mengenal dan bekerja sama, berbagai persoalan lingkungan akan lebih mudah diselesaikan. Kebersamaan inilah yang menjadi modal utama dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh rasa kekeluargaan.

Kebersihan dalam Pandangan Islam

Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kebersihan dan kepedulian sosial. Allah SWT berfirman:

"...Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."

(QS. Al-Baqarah: 222)

Ayat tersebut menegaskan bahwa menjaga kebersihan merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Kebersihan bukan hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari keimanan dan bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Rasulullah SAW juga bersabda:

"Menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut mengajarkan bahwa tindakan kecil seperti membersihkan sampah atau mengangkat benda yang mengganggu jalan memiliki nilai ibadah dan pahala di sisi Allah SWT.

Selain itu, Allah SWT juga berfirman:

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa."

(QS. Al-Ma'idah: 2)

Semangat gotong royong yang selama ini menjadi budaya masyarakat Indonesia sejalan dengan ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk saling membantu dalam kebaikan.

Manfaat Lingkungan Bersih bagi Masyarakat

Menjaga kebersihan lingkungan memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Mengurangi risiko banjir akibat saluran air tersumbat.
  • Mencegah berkembangnya nyamuk penyebab demam berdarah.
  • Menurunkan risiko penyebaran berbagai penyakit.
  • Menjadikan lingkungan lebih indah dan nyaman.
  • Meningkatkan nilai estetika kawasan perumahan.
  • Mempererat hubungan antarwarga melalui kegiatan kerja bakti.
  • Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.

Semua manfaat tersebut akan terasa apabila seluruh warga memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan.

Mari Bersama Membangun Cimahpar Endah 2 RW 11

Keberhasilan menjaga lingkungan bukan hanya ditentukan oleh program kerja pengurus RW atau RT, melainkan oleh kepedulian seluruh warga. Setiap langkah kecil, seperti menyapu halaman rumah, membersihkan selokan, atau mengikuti kerja bakti, merupakan investasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Dengan semangat kebersamaan, Cimahpar Endah 2 RW 11 dapat menjadi contoh lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan harmonis. Budaya gotong royong yang terus dijaga akan memperkuat rasa persaudaraan, meningkatkan solidaritas sosial, dan menjadikan lingkungan sebagai tempat tinggal yang nyaman bagi semua.

Sebagaimana kata-kata bijak yang patut menjadi inspirasi bersama:

"Kebersihan adalah cerminan kepedulian, sedangkan gotong royong adalah kekuatan yang menyatukan hati. Ketika keduanya berjalan beriringan, lahirlah masyarakat yang sehat, rukun, dan sejahtera."

Mari kita mulai dari diri sendiri, mengajak keluarga, kemudian menggerakkan lingkungan sekitar. Karena perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama.

Cimahpar Endah 2 RW 11 Bersih Hari Ini, Nyaman untuk Generasi Nanti.

Read More

Kamis, 02 Juli 2026

Juli 02, 2026 | by cme2 | No comments

 


RW 11 Perumahan Cimahpar Endah 2, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja

Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Penyakit yang disebabkan oleh virus rabies ini dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan, cakaran, maupun jilatan pada luka terbuka. Apabila gejala klinis telah muncul, rabies hampir selalu berakibat fatal. Oleh karena itu, pencegahan melalui edukasi masyarakat dan vaksinasi hewan penular rabies (HPR) menjadi langkah yang sangat penting.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pencegahan dan pengendalian rabies. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara mengenali gejala rabies, langkah penanganan apabila terjadi gigitan hewan, serta pentingnya vaksinasi bagi hewan peliharaan.

Rabies Masih Menjadi Ancaman Nyata

Data di Kabupaten Sukabumi menunjukkan bahwa rabies bukanlah penyakit yang dapat dianggap sepele. Pada tahun 2016, Kecamatan Jampang Tengah pernah mencatat 13 kasus rabies pada manusia, dengan satu orang meninggal dunia akibat tidak menyelesaikan vaksin anti rabies (VAR) sesuai prosedur. Selain itu, pada tahun 2017 terdapat 6 kasus di Kecamatan Cikembar dan pada tahun 2018 tercatat 2 kasus di Kecamatan Nyalindung.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, selama periode Januari hingga Juni 2025 tercatat 104 kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) yang memerlukan penanganan medis.

Populasi Hewan Penular Rabies Cukup Besar

Kabupaten Sukabumi memiliki populasi anjing yang cukup tinggi. Estimasi pada tahun 2023 menunjukkan terdapat sekitar 15.426 ekor anjing yang tersebar di 47 kecamatan, sedangkan di Kecamatan Kadudampit diperkirakan terdapat sekitar 370 ekor anjing.

Selain anjing, hewan lain seperti kucing, monyet, dan musang juga termasuk dalam kelompok Hewan Penular Rabies (HPR) sehingga memerlukan perhatian dan pengawasan.

Penularan Rabies Dapat Terjadi di Mana Saja

Virus rabies dapat berpindah dari hewan ke hewan maupun dari hewan ke manusia. Risiko penularan semakin tinggi apabila terdapat hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak divaksin berkeliaran di ruang publik seperti pasar, terminal, tempat wisata, rumah sakit, pantai, hingga tempat pembuangan sampah.

Oleh karena itu, pemilik hewan peliharaan memiliki tanggung jawab untuk menjaga hewan tetap sehat, tidak dilepasliarkan, serta rutin mendapatkan vaksinasi rabies.

Langkah Pencegahan Rabies

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah rabies antara lain:

  • Melakukan vaksinasi rabies secara rutin pada hewan peliharaan.
  • Tidak membiarkan anjing atau kucing berkeliaran tanpa pengawasan.
  • Menghindari kontak dengan hewan liar yang menunjukkan perilaku tidak normal.
  • Mengajarkan anak-anak agar tidak mengganggu atau memancing hewan yang tidak dikenal.
  • Segera melapor apabila menemukan hewan yang diduga terjangkit rabies.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Hewan?

Apabila seseorang digigit atau dicakar oleh hewan yang diduga membawa virus rabies, tindakan pertama sangat menentukan keselamatan korban.

Langkah yang harus dilakukan adalah:

  1. Segera cuci luka menggunakan air mengalir dan sabun selama minimal 15 menit.
  2. Berikan antiseptik pada luka.
  3. Jangan menutup luka rapat sebelum mendapatkan pemeriksaan tenaga kesehatan.
  4. Segera datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan apabila diperlukan menerima Vaksin Anti Rabies (VAR).
  5. Laporkan kejadian kepada petugas kesehatan hewan agar hewan yang menggigit dapat dilakukan observasi.

Penanganan dini sangat penting karena vaksin akan bekerja efektif apabila diberikan sebelum virus menyerang sistem saraf pusat.

Layanan Pelaporan Gigitan Hewan

Masyarakat yang mengalami gigitan Hewan Penular Rabies dapat segera menghubungi Puskeswan Wilayah I yang melayani wilayah Kadudampit, Sukaraja, Sukalarang, Sukabumi, Kebonpedes, Gegerbitung, Gunungguruh, Cisaat, dan Cirenghas. Kontak petugas yang dapat dihubungi antara lain:

  • drh. Budina : 0813-8464-5564
  • drh. Reyhan : 0852-7446-3391
  • Nasep : 0823-1980-0115

Rabies Center di Kabupaten Sukabumi

Kabupaten Sukabumi juga telah menyediakan sejumlah fasilitas kesehatan yang menjadi Rabies Center sebagai tempat pelayanan bagi masyarakat yang memerlukan penanganan pasca gigitan. Di antaranya adalah:

  • Puskesmas Sukaraja
  • Puskesmas Cisaat
  • Puskesmas Parungkuda
  • Puskesmas Palabuhanratu
  • Puskesmas Cikakak
  • Puskesmas Jampang Tengah
  • Puskesmas Purabaya
  • Puskesmas Sagaranten
  • Puskesmas Surade
  • Puskesmas Sekarwangi
  • Puskesmas Cikembar
  • Puskesmas Waluran
  • Puskesmas Kalapanunggal
  • Puskesmas Cidolog
  • RSUD Sekarwangi
  • RSUD Palabuhanratu

Mari Bersama Wujudkan Kabupaten Sukabumi Bebas Rabies

Pencegahan rabies bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Kepedulian pemilik hewan untuk melakukan vaksinasi, menjaga hewan peliharaan dengan baik, serta melaporkan setiap kasus gigitan merupakan langkah nyata dalam memutus rantai penularan penyakit rabies.

Dengan meningkatkan kesadaran bersama, diharapkan Kabupaten Sukabumi dapat mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman rabies.

"Mencegah lebih baik daripada mengobati. Vaksinasi hewan peliharaan hari ini adalah investasi untuk melindungi keluarga dan lingkungan dari ancaman rabies."



Read More

Rabu, 01 Juli 2026

Juli 01, 2026 | by cme2 | No comments
Bekal Menghadapi Akhirat: Menjaga Iman, Kejujuran, dan Memakmurkan Masjid

Kehidupan di dunia hanyalah persinggahan yang sementara, sedangkan akhirat merupakan negeri yang kekal. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya mempersiapkan bekal terbaik berupa iman, amal saleh, dan akhlak yang mulia. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa pada hari kiamat matahari akan didekatkan sehingga manusia merasakan panas yang sangat dahsyat. Pada saat itu tidak ada tempat berteduh, kecuali naungan yang Allah berikan kepada hamba-hamba pilihan-Nya. Salah satu golongan yang mendapatkan naungan tersebut adalah pemuda yang tumbuh dan menghabiskan masa mudanya dalam beribadah kepada Allah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih riwayat **** dan **** tentang tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya.

Allah SWT juga berfirman:

"Pada hari ketika tidak berguna harta dan anak-anak, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih." (QS. Asy-Syu'ara: 88–89).

Selain memperbanyak ibadah, seorang mukmin harus menjaga lisannya. Sumpah dan janji palsu merupakan dosa besar yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tanda orang munafik di antaranya adalah apabila berjanji, ia mengingkari. Karena itu, janganlah mudah mengucapkan janji apabila tidak mampu menunaikannya, dan jangan sekali-kali menggunakan sumpah palsu demi memperoleh keuntungan dunia yang sesaat.

Dalam kehidupan sehari-hari, Rasulullah ﷺ juga mengingatkan bahwa tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid, sedangkan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar, karena di sana sering terjadi kelalaian, perselisihan, dan berbagai bentuk kecurangan apabila manusia tidak menjaga ketakwaannya. Namun, hal ini bukan berarti pasar itu haram, melainkan menjadi peringatan agar setiap muslim tetap jujur, amanah, dan menjaga akhlaknya ketika berdagang. Sebaliknya, masjid adalah tempat terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui salat, zikir, menuntut ilmu, dan mempererat ukhuwah. Apabila belum dapat menghadiri masjid karena uzur, maka jadikan rumah sebagai tempat yang dipenuhi ibadah dan dzikir.

Rasulullah ﷺ juga mengabarkan bahwa setiap manusia akan melewati jembatan Shirath yang terbentang di atas neraka. Cara seseorang melintasinya bergantung kepada kadar iman dan amal salehnya. Ada yang melintas secepat kilat, ada yang seperti angin, ada yang berlari, berjalan, bahkan ada yang terjatuh. Seorang mukmin senantiasa memohon keselamatan kepada Allah dan berharap rahmat-Nya ketika melewati jembatan tersebut.

Ketika manusia dibangkitkan dari alam kubur, tidak ada lagi penolong selain Allah SWT. Allah berfirman:

"Maka pada hari itu tidak berguna lagi syafaat, kecuali bagi orang yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih." (QS. Thaha: 109).

Karena itu, mari memperbanyak kalimat "Lā ilāha illallāh", memperbaiki amal, menjaga kejujuran, memakmurkan masjid, dan senantiasa memohon pertolongan Allah. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang memperoleh rahmat, kemudahan melewati Shirath, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya pada hari akhir. Aamiin.
AdR

Read More

Minggu, 28 Juni 2026

Juni 28, 2026 | by cme2 | 5 comments

 
















Sukabumi – Suasana penuh kehangatan, kekeluargaan, dan nilai-nilai kepedulian mewarnai kegiatan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim (MT) Halimatussadiyyah di Masjid Al-Hidayah, Perumahan Cimahpar Endah 2, Kampung Pasirhalang, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu pagi. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 120 peserta yang seluruhnya mengenakan busana muslim, sehingga menghadirkan suasana religius dan penuh kekhidmatan.

Kegiatan sosial keagamaan ini diprakarsai oleh Ibu dr. Winda, Ibu Hj. Aan Hasanah, beserta jajaran panitia MT Halimatussadiyyah yang telah bekerja sama mempersiapkan acara dengan baik. Turut hadir pula Ibu Hj. Nina Ade selaku Ibu RW, pengurus DKM Masjid Al-Hidayah, para tokoh masyarakat, jamaah majelis taklim, serta warga sekitar yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang menambah kekhusyukan suasana. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh perwakilan panitia, Ketua RW, serta Ketua DKM Masjid Al-Hidayah. Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim, kemudian diakhiri dengan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa kegiatan santunan bukan hanya sekadar agenda rutin, tetapi juga merupakan upaya menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian serta kasih sayang dari lingkungan sekitarnya.

Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kesejahteraan anak yatim. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 220:

"...Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim. Katakanlah, 'Memperbaiki keadaan mereka adalah baik...'" (QS. Al-Baqarah: 220).

Selain itu, Allah SWT juga mengingatkan umat Islam dalam Surah Ad-Dhuha ayat 9:

"Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang." (QS. Ad-Dhuha: 9).

Ayat-ayat tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga, menyayangi, dan membantu anak yatim merupakan bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Keutamaan menyantuni anak yatim juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Beliau bersabda:

"Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini." Kemudian Rasulullah SAW mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah beliau yang dirapatkan. (HR. Bukhari).

Hadis tersebut menunjukkan betapa besar kemuliaan orang-orang yang memberikan perhatian dan kepedulian kepada anak yatim, baik melalui bantuan materi, pendidikan, maupun kasih sayang.

Lebih dari sekadar memberikan santunan, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membangun budaya gotong royong di tengah masyarakat. Semangat berbagi yang ditunjukkan oleh MT Halimatussadiyyah beserta seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Sebagaimana ungkapan motivasi yang sarat makna, "Harta terbaik bukanlah yang kita simpan, melainkan yang mampu kita manfaatkan untuk menghadirkan senyum dan harapan bagi orang lain." Setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan menjadi investasi amal yang tidak akan pernah sia-sia di sisi Allah SWT.

Melalui kegiatan santunan ini, MT Halimatussadiyyah bersama seluruh elemen masyarakat Cimahpar Endah 2 telah menunjukkan bahwa kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi merupakan fondasi penting dalam membangun lingkungan yang harmonis, religius, serta penuh kasih sayang. Semoga kegiatan yang penuh keberkahan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat), demi terwujudnya kehidupan bermasyarakat yang semakin peduli, rukun, dan diridhai Allah SWT.







Read More

Sabtu, 27 Juni 2026

Juni 27, 2026 | by cme2 | No comments

 





Read More
Juni 27, 2026 | by cme2 | No comments

 

Kegiatan pengajian ibu ibu PKK di RW 11 Cimahoar Endah 2 Pasirhalang Sujaraja Sukabumi.

Read More
Juni 27, 2026 | by cme2 | No comments

 



Read More

Search Our Site