Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi

Rabu, 01 Juli 2026

Juli 01, 2026 | by cme2 | No comments
Bekal Menghadapi Akhirat: Menjaga Iman, Kejujuran, dan Memakmurkan Masjid

Kehidupan di dunia hanyalah persinggahan yang sementara, sedangkan akhirat merupakan negeri yang kekal. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya mempersiapkan bekal terbaik berupa iman, amal saleh, dan akhlak yang mulia. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa pada hari kiamat matahari akan didekatkan sehingga manusia merasakan panas yang sangat dahsyat. Pada saat itu tidak ada tempat berteduh, kecuali naungan yang Allah berikan kepada hamba-hamba pilihan-Nya. Salah satu golongan yang mendapatkan naungan tersebut adalah pemuda yang tumbuh dan menghabiskan masa mudanya dalam beribadah kepada Allah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih riwayat **** dan **** tentang tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya.

Allah SWT juga berfirman:

"Pada hari ketika tidak berguna harta dan anak-anak, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih." (QS. Asy-Syu'ara: 88–89).

Selain memperbanyak ibadah, seorang mukmin harus menjaga lisannya. Sumpah dan janji palsu merupakan dosa besar yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tanda orang munafik di antaranya adalah apabila berjanji, ia mengingkari. Karena itu, janganlah mudah mengucapkan janji apabila tidak mampu menunaikannya, dan jangan sekali-kali menggunakan sumpah palsu demi memperoleh keuntungan dunia yang sesaat.

Dalam kehidupan sehari-hari, Rasulullah ﷺ juga mengingatkan bahwa tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid, sedangkan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar, karena di sana sering terjadi kelalaian, perselisihan, dan berbagai bentuk kecurangan apabila manusia tidak menjaga ketakwaannya. Namun, hal ini bukan berarti pasar itu haram, melainkan menjadi peringatan agar setiap muslim tetap jujur, amanah, dan menjaga akhlaknya ketika berdagang. Sebaliknya, masjid adalah tempat terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui salat, zikir, menuntut ilmu, dan mempererat ukhuwah. Apabila belum dapat menghadiri masjid karena uzur, maka jadikan rumah sebagai tempat yang dipenuhi ibadah dan dzikir.

Rasulullah ﷺ juga mengabarkan bahwa setiap manusia akan melewati jembatan Shirath yang terbentang di atas neraka. Cara seseorang melintasinya bergantung kepada kadar iman dan amal salehnya. Ada yang melintas secepat kilat, ada yang seperti angin, ada yang berlari, berjalan, bahkan ada yang terjatuh. Seorang mukmin senantiasa memohon keselamatan kepada Allah dan berharap rahmat-Nya ketika melewati jembatan tersebut.

Ketika manusia dibangkitkan dari alam kubur, tidak ada lagi penolong selain Allah SWT. Allah berfirman:

"Maka pada hari itu tidak berguna lagi syafaat, kecuali bagi orang yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih." (QS. Thaha: 109).

Karena itu, mari memperbanyak kalimat "Lā ilāha illallāh", memperbaiki amal, menjaga kejujuran, memakmurkan masjid, dan senantiasa memohon pertolongan Allah. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang memperoleh rahmat, kemudahan melewati Shirath, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya pada hari akhir. Aamiin.
AdR

0 comments:

Posting Komentar

Search Our Site