Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi

Rabu, 29 Juli 2026

Juli 29, 2026 | by cme2 | 1 comment

 




Segala puji hanya milik Allah SWT yang masih memberikan nikmat iman, Islam, kesehatan, serta kesempatan kepada kita untuk kembali menghadiri majelis ilmu. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Oleh karena itu, menghadiri pengajian bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan ikhtiar untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.

1. Keutamaan Shalat Berjamaah

Shalat berjamaah memiliki keutamaan yang sangat besar dibandingkan shalat sendirian. Rasulullah ﷺ bersabda:

«"Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat."

(HR. Bukhari dan Muslim)»

Keutamaan ini menunjukkan betapa Islam sangat menganjurkan umatnya untuk memakmurkan masjid. Selain memperoleh pahala yang berlipat, shalat berjamaah juga mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan persaudaraan, serta melatih kedisiplinan dan kebersamaan dalam beribadah.

Allah SWT juga berfirman:

«"Dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk."

(QS. Al-Baqarah: 43)»

Ayat ini menjadi salah satu dalil penting mengenai anjuran melaksanakan ibadah bersama kaum muslimin.

2. Silaturahmi Membuka Pintu Rezeki dan Memperpanjang Umur

Silaturahmi bukan hanya mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan, tetapi juga membawa keberkahan hidup.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi."

(HR. Bukhari dan Muslim)»

Makna dipanjangkan umur menurut para ulama dapat berupa umur yang benar-benar dipanjangkan oleh Allah, atau umur yang diberkahi sehingga waktu yang dimiliki dipenuhi dengan amal-amal kebaikan yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

3. Keutamaan Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Allah memberikan keistimewaan kepada beberapa masjid yang memiliki nilai ibadah luar biasa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«"Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali daripada shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Sedangkan shalat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali dibandingkan shalat di masjid lainnya."

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)»

Keutamaan ini menjadi motivasi bagi setiap muslim yang diberi kesempatan menunaikan ibadah haji maupun umrah agar memperbanyak shalat selama berada di dua tanah suci tersebut.

4. Tiga Penyebab Malas Shalat Berjamaah

Di antara penyebab seseorang enggan melaksanakan shalat berjamaah ialah:

1. Malas melangkahkan kaki menuju masjid, padahal setiap langkah menuju masjid akan menghapus dosa dan mengangkat derajat.

2. Tidak mau meninggalkan kesibukan atau kesenangan dunia, sehingga urusan dunia lebih diutamakan daripada panggilan Allah.

3. Selalu ingin terburu-buru, sehingga menganggap shalat berjamaah menghabiskan waktu.

Padahal Allah SWT berfirman:

«"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."

(QS. An-Nisa: 103)»

Seorang mukmin hendaknya menjadikan panggilan adzan sebagai prioritas utama dalam kehidupannya.

5. Amal Kebaikan Menghapus Keburukan

Setiap amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi sebab dihapusnya dosa-dosa kecil.

Allah SWT berfirman:

«"Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk."

(QS. Hud: 114)»

Ayat ini mengajarkan bahwa jangan pernah berhenti berbuat baik. Membantu sesama, menjaga lisan, menghormati orang tua, bersedekah, dan beribadah dengan sungguh-sungguh akan menjadi penebus berbagai kesalahan yang pernah dilakukan.

6. Tujuh Golongan yang Mendapat Naungan Allah

Pada hari kiamat, ketika tidak ada naungan selain naungan Allah, terdapat tujuh golongan yang memperoleh perlindungan-Nya.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa di antaranya adalah:

- Pemimpin yang adil.

- Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.

- Orang yang hatinya terpaut dengan masjid.

- Dua orang yang saling mencintai karena Allah.

- Orang yang menolak ajakan maksiat karena takut kepada Allah.

- Orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya.

- Orang yang mengingat Allah ketika sendirian hingga meneteskan air mata.

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengingatkan kita agar memperbanyak sedekah dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan pujian manusia.

7. Setiap Kebaikan Adalah Sedekah

Sedekah tidak selalu berupa harta atau uang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«"Setiap kebaikan adalah sedekah."

(HR. Bukhari dan Muslim)»

Senyum kepada saudara, membantu tetangga, menyingkirkan duri dari jalan, memberikan nasihat yang baik, mengajarkan ilmu, bahkan menahan diri dari menyakiti orang lain semuanya bernilai sedekah di sisi Allah SWT.

Karena itu, jangan pernah merasa tidak mampu bersedekah. Selama kita masih mampu berbuat baik, pintu sedekah selalu terbuka.

Penutup

Para ulama mengatakan bahwa orang-orang yang membiasakan diri dengan amal kebaikan di dunia akan dimuliakan Allah dengan berbagai kebaikan di akhirat. Kehidupan dunia hanyalah tempat menanam, sedangkan akhirat adalah tempat memanen hasilnya.

Marilah kita menjadikan shalat berjamaah sebagai kebutuhan, mempererat silaturahmi, memakmurkan masjid, memperbanyak sedekah, serta terus mengisi hari-hari dengan amal saleh. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, memberikan keberkahan umur dan rezeki, serta mengumpulkan kita kelak bersama orang-orang yang saleh di surga-Nya.

Aamiin ya Rabbal 'Alamiin.

AdR

1 komentar:

  1. Terimakasih, semuanya bermanfaat. Terlihat juga berapa santainya audiensi m, Indah sekali sambil menunggu waktu Isya

    BalasHapus

Search Our Site