Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi

Selasa, 14 Juli 2026

Juli 14, 2026 | by cme2 | No comments


 Ungkapan "Daripada berbicara mubazir maka lebih baik diam" memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Maksudnya bukan melarang seseorang berbicara, melainkan mengajarkan agar setiap ucapan memiliki manfaat dan tidak menimbulkan dosa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi pedoman bahwa seorang Muslim hendaknya menimbang perkataannya sebelum berbicara. Jika ucapan itu membawa kebaikan—seperti memberi nasihat, mengajarkan ilmu, mendamaikan orang yang berselisih, atau menghibur yang sedang bersedih—maka berbicaralah. Namun jika perkataan hanya berisi gosip, fitnah, kebohongan, ejekan, caci maki, atau hal-hal yang tidak bermanfaat, maka diam lebih baik.

Al-Qur'an juga mengingatkan:

> "Tidak ada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat." (QS. Qaf: 18)

Ayat ini mengajarkan bahwa setiap ucapan akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, lisan harus dijaga sebagaimana kita menjaga perbuatan.

Namun, diam tidak selalu lebih baik. Ada keadaan ketika berbicara justru menjadi kewajiban, misalnya:

Menyampaikan kebenaran.

Mencegah kemungkaran dengan cara yang baik.

Memberikan kesaksian yang benar.

Mengajarkan ilmu yang bermanfaat.

Membela orang yang dizalimi.

Diam dalam keadaan seperti itu justru dapat menjadi kesalahan.

Para ulama tasawuf juga menganggap menjaga lisan sebagai salah satu jalan menyucikan hati. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa banyak dosa berasal dari lisan, seperti ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), dusta, dan ucapan sia-sia. Dengan membiasakan diam dari hal yang tidak bermanfaat, hati menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan ibadah lebih khusyuk.

Kesimpulannya, Islam tidak mengajarkan kita untuk selalu diam, tetapi mengajarkan agar setiap kata bernilai ibadah. Jika ucapan membawa manfaat, kebenaran, dan kebaikan, maka berbicaralah. Namun jika hanya akan menjadi perkataan sia-sia atau berpotensi menyakiti orang lain, maka diam adalah pilihan yang lebih utama. Sebagaimana pepatah Arab mengatakan:

> "Keselamatan seseorang terletak pada penjagaan lisannya."

Inilah salah satu bentuk kebijaksanaan yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di era media sosial, ketika setiap kata yang ditulis atau diucapkan dapat tersebar luas dan meninggalkan jejak yang panjang.

0 comments:

Posting Komentar

Search Our Site