Memperkuat Cinta kepada Rasulullah SAW melalui Tolabul Ilmi
Cimahpar Endah 2, Sukaraja — 30 Agustus 2026
Masjid Al Hidayah Cimahpar Endah 2 kembali dipenuhi suasana religius dan penuh kebersamaan pada malam ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW (Muludan).
Kegiatan yang dilaksanakan ba’da Isya hingga sekitar pukul 21.30 WIB tersebut dihadiri kurang lebih 120 jamaah, yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, serta anak-anak warga Cimahpar Endah 2.
Hadir sebagai penceramah, Ustadz Ujang Zaenudin dari Villa Anggrek, Sukaraja, yang menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya menuntut ilmu agama, mengenal Allah SWT dan Rasul-Nya, serta memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
📖 Rangkaian Acara
Acara Muludan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Rangkaian kegiatan meliputi:
1. Pembukaan
2. Sambutan DKM Masjid Al Hidayah
3. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an
4. Sambutan Ketua RW 11 Cimahpar Endah 2
5. Ceramah agama oleh Ustadz Ujang Zaenudin
6. Penutup dan doa
Kehadiran warga dari berbagai usia menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan masih menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman agama di lingkungan masyarakat.
---
📚 Pentingnya Tolabul Ilmi
Dalam ceramahnya, Ustadz Ujang Zaenudin mengingatkan jamaah tentang pentingnya tolabul ilmi, yaitu bersungguh-sungguh mencari dan mempelajari ilmu, terutama ilmu agama.
Rasulullah SAW bersabda:
«مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ»
"Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Dia akan memahamkannya dalam urusan agama."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Menuntut ilmu bukan hanya aktivitas untuk menambah pengetahuan, tetapi merupakan jalan menuju kebaikan. Dengan ilmu, seseorang dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, mana yang halal dan haram, serta bagaimana beribadah kepada Allah SWT dengan benar.
Rasulullah SAW juga bersabda:
«مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ»
"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."
(HR. Muslim)
Karena itu, duduk di majelis ilmu, membaca Al-Qur’an, mempelajari tauhid, fiqih, akhlak, dan ilmu agama lainnya merupakan bagian dari amal yang sangat mulia.
Keutamaan yang Sangat Besar
Dalam ceramah juga disampaikan ungkapan yang populer di tengah masyarakat bahwa menuntut ilmu lebih utama daripada ibadah-ibadah sunnah tertentu dalam jumlah yang sangat banyak, seperti shalat 1.000 rakaat atau menjenguk 1.000 orang sakit.
Namun, angka tersebut tidak boleh dinisbatkan sebagai hadis sahih kepada Rasulullah SAW tanpa sumber yang jelas. Makna yang dapat diambil adalah bahwa ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi karena dengan ilmu seseorang dapat memperbaiki seluruh amal ibadahnya.
Allah SWT berfirman:
«قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ»
"Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"
(QS. Az-Zumar: 9)
---
❤️ Nabi Muhammad SAW adalah Rahmat bagi Alam Semesta
Materi berikutnya mengingatkan jamaah bahwa kehadiran Nabi Muhammad SAW merupakan rahmat dan karunia yang sangat besar dari Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
«وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ»
"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."
(QS. Al-Anbiya: 107)
Nabi Muhammad SAW membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya, dari kesyirikan menuju tauhid, dari kebodohan menuju ilmu, serta mengajarkan akhlak yang mulia.
Allah SWT juga berfirman:
«لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ»
"Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika Dia mengutus seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri."
(QS. Ali 'Imran: 164)
---
🌹 Kisah Abu Lahab dan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Dalam kajian Maulid, sering disampaikan kisah bahwa Abu Lahab merasa gembira ketika mendengar kelahiran Nabi Muhammad SAW, karena berita tersebut disampaikan oleh budaknya yang bernama Tsuwaibah (Thuwaybah).
Dalam riwayat yang disebutkan dalam Shahih Bukhari, Tsuwaibah adalah budak Abu Lahab yang kemudian dibebaskan olehnya. Riwayat tersebut berkaitan dengan mimpi Al-Abbas tentang keadaan Abu Lahab setelah meninggal.
Namun perlu dicatat, kisah tersebut tidak berarti Abu Lahab mendapatkan keselamatan karena bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Al-Qur'an secara tegas menyebutkan ancaman terhadap Abu Lahab dalam Surah Al-Masad.
Pelajaran yang dapat diambil adalah bahwa kelahiran Rasulullah SAW merupakan peristiwa yang sangat agung bagi umat manusia, tetapi keselamatan seseorang tetap berkaitan dengan iman dan amalnya.
---
🕌 Tiga Ilmu Pokok yang Wajib Dipelajari
Ustadz Ujang juga menjelaskan pentingnya mempelajari ilmu agama, khususnya tiga bidang pokok:
1. TAUHID
Tauhid adalah ilmu untuk mengenal dan mengesakan Allah SWT.
Seorang muslim harus mengetahui bahwa hanya Allah yang wajib disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Allah SWT berfirman:
«فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ»
"Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah."
(QS. Muhammad: 19)
Dengan ilmu tauhid, seorang muslim memahami siapa Rabb-nya, mengenal sifat-sifat Allah SWT, serta menjaga dirinya dari kesyirikan.
2. FIQIH
Fiqih adalah ilmu yang membantu seorang muslim memahami hukum-hukum syariat yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Contohnya:
- Tata cara wudhu
- Shalat
- Puasa
- Zakat
- Haji dan umrah
- Muamalah
- Pernikahan
- Halal dan haram
Dengan fiqih, seseorang tidak hanya beribadah, tetapi mengetahui bagaimana beribadah dengan tata cara yang benar.
3. TASAWUF / ILMU AKHLAK
Dalam konteks kajian keislaman, tasawuf berkaitan dengan upaya membersihkan hati dan memperbaiki akhlak.
Seorang muslim tidak cukup hanya memiliki ilmu dan banyak beribadah, tetapi juga harus memiliki hati yang bersih serta akhlak yang baik.
Di antaranya:
- Ikhlas
- Sabar
- Tawakal
- Rendah hati
- Tidak sombong
- Tidak dengki
- Tidak riya
- Menjauhi penyakit hati
Rasulullah SAW bersabda:
«إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ»
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak."
Riwayat ini dikenal dalam sejumlah kitab hadis, antara lain Al-Adab Al-Mufrad karya Imam Al-Bukhari dan Al-Muwatta' Imam Malik dengan redaksi yang berdekatan.
---
✨ Mengenal Sifat Wajib Allah SWT
Dalam pelajaran ilmu tauhid yang umum diajarkan di pesantren dan masyarakat Muslim Indonesia, dikenal 20 sifat wajib bagi Allah SWT.
Di antaranya:
1. Wujud — Allah itu ada.
2. Qidam — Allah tidak mempunyai permulaan.
3. Baqa' — Allah tidak mempunyai akhir dan kekal.
4. Mukhalafatuhu lil-hawadits — Allah berbeda dengan seluruh makhluk.
5. Qiyamuhu binafsihi — Allah berdiri sendiri dan tidak membutuhkan makhluk.
6. Wahdaniyah — Allah Maha Esa.
7. Qudrat — Allah Maha Kuasa.
8. Iradat — Allah Maha Berkehendak.
9. Ilmu — Allah Maha Mengetahui.
10. Hayat — Allah Maha Hidup.
11. Sama' — Allah Maha Mendengar.
12. Bashar — Allah Maha Melihat.
13. Kalam — Allah Maha Berfirman.
Dan seterusnya hingga 20 sifat wajib Allah SWT yang dipelajari dalam ilmu tauhid.
Allah SWT berfirman:
«لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ»
"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat."
(QS. Asy-Syura: 11)
---
🌟 Sifat Wajib bagi Rasulullah SAW
Umat Islam juga perlu mengenal sifat-sifat wajib bagi para Rasul Allah SWT, yaitu:
1. Shiddiq
Rasulullah SAW selalu benar dan tidak berdusta.
2. Amanah
Rasulullah SAW dapat dipercaya dalam menyampaikan risalah Allah SWT.
3. Tabligh
Rasulullah SAW menyampaikan seluruh wahyu dan risalah yang diperintahkan Allah SWT.
4. Fathanah
Rasulullah SAW memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan yang sempurna dalam menjalankan tugas kerasulan.
Keempat sifat tersebut menjadi teladan bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
---
🌹 Pentingnya Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW
Salah satu pesan penting dalam peringatan Maulid adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Allah SWT berfirman:
«إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا»
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
(QS. Al-Ahzab: 56)
Rasulullah SAW bersabda:
«"Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali."»
(HR. Muslim)
Karena itu, mari kita biasakan memperbanyak shalawat dalam kehidupan sehari-hari, dengan tetap memahami makna dan adabnya.
---
📖 Kisah Seorang Pendosa dan Kecintaan kepada Nama Muhammad SAW
Dalam ceramah juga disampaikan sebuah kisah yang dinisbatkan dalam literatur kisah/riwayat seperti Hilyatul Auliya' (Kitab Hilyah).
Dikisahkan pada zaman Bani Israil terdapat seseorang yang selama bertahun-tahun melakukan banyak dosa. Ketika meninggal dunia, masyarakat memperlakukannya dengan buruk dan membuang jasadnya.
Kemudian Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS untuk mengurus jenazah orang tersebut.
Nabi Musa AS merasa heran karena orang tersebut dikenal sebagai pendosa. Setelah ditelusuri, ternyata orang tersebut pernah membuka kitab Taurat dan menemukan nama Muhammad SAW di dalamnya.
Ia kemudian menunjukkan kecintaan dan penghormatan kepada nama Muhammad SAW, bahkan dalam kisah tersebut disebutkan ia mencium nama tersebut dan meletakkannya pada matanya.
Kisah tersebut mengandung pesan tentang besarnya kecintaan kepada Rasulullah SAW dan kemuliaan nama beliau.
Namun, kisah seperti ini sebaiknya dipahami sebagai kisah yang dinukil dalam literatur keagamaan, bukan dijadikan dasar hukum atau dinyatakan sebagai hadis sahih tanpa penelitian sanad.
Pelajaran terpentingnya adalah: jangan pernah meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun dan jangan berputus asa dari rahmat Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
«قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ»
"Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah."
(QS. Az-Zumar: 53)
---
🤲 Penutup: Jadikan Maulid sebagai Momentum Memperbaiki Diri
Peringatan Muludan di Masjid Al Hidayah Cimahpar Endah 2 bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenal Rasulullah SAW, mencintai beliau, memperbanyak shalawat, serta meningkatkan semangat menuntut ilmu agama.
Dari kegiatan malam ini, jamaah diajak untuk terus belajar:
Belajar tauhid agar benar dalam mengenal Allah.
Belajar fiqih agar benar dalam beribadah.
Belajar akhlak agar baik dalam bermasyarakat.
Belajar sirah agar semakin mengenal Rasulullah SAW.
Semoga kegiatan Muludan ini membawa keberkahan bagi seluruh warga Cimahpar Endah 2, mempererat silaturahmi antarwarga, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta menjadikan Masjid Al Hidayah sebagai pusat ilmu, ibadah, dan persaudaraan.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
📸 Dokumentasi Kegiatan
Muludan Masjid Al Hidayah Cimahpar Endah 2
30 Agustus 2026 | Ba'da Isya – 21.30 WIB
Penceramah: Ustadz Ujang Zaenudin – Villa Anggrek, Sukaraja
Jamaah: ±120 orang










0 comments:
Posting Komentar