السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Warga Cimahpar Endah 2 yang saya banggakan,
Innal hamda lillah, nahmaduhu wa nasta'inuhu wanastaghfiruh, wa na'uudzu billaahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyi-aati a'maalinaa. May yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wamay yudhlil falaa haadiya lah, wa asyhadu an laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan abduhuu wa rosuuluh.
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ اَنْ تَمُوْتَ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَاۚ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الْاٰخِرَةِ نُؤْتِهٖ مِنْهَا ۗ وَسَنَجْزِى الشّٰكِرِيْنَ
Setiap yang bernyawa tidak akan mati, kecuali dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Siapa yang menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu dan siapa yang menghendaki pahala akhirat, niscaya Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu. Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.Āli ‘Imrān [3]:145
QS. Āli ‘Imrān ayat 145, kita dapat mengambil pelajaran yang sangat relevan dengan kehidupan seorang guru, terutama tentang niat, perjuangan, keteguhan, dan keikhlasan dalam mendidik.
1. Guru harus memiliki niat yang lurus
Ayat ini mengajarkan bahwa setiap perjuangan akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkan. Bagi seorang guru, mengajar bukan hanya pekerjaan untuk mendapatkan gaji, tetapi merupakan ibadah.
2. Guru tidak boleh mudah menyerah
Ayat ini turun dalam konteks Perang Uhud, ketika sebagian kaum Muslimin meninggalkan perjuangan karena takut menghadapi bahaya. Dari sini guru dapat belajar tentang keteguhan. Dalam mendidik, guru mungkin menghadapi murid yang sulit belajar, kelas yang penuh tantangan, keterbatasan fasilitas, atau perubahan zaman. Semua itu tidak seharusnya membuat guru berhenti berjuang.
3. Guru perlu berani menghadapi tantangan
Seorang guru adalah pejuang pendidikan. Tantangan pendidikan tidak selalu berupa sesuatu yang besar. Bisa berupa murid yang belum bisa membaca, kurang percaya diri, sulit berkonsentrasi, atau kurang motivasi belajar. Guru dipanggil untuk hadir, mendampingi, dan mencari jalan keluar, bukan menghindari masalah.
4. Guru perlu memahami bahwa hasil bukan sepenuhnya berada di tangannya
Guru wajib berusaha sebaik mungkin, tetapi perkembangan setiap anak berada dalam ketetapan dan kehendak Allah. Karena itu, guru tidak perlu merasa gagal ketika hasil yang diharapkan belum segera terlihat. Tugas guru adalah menanam, merawat, dan terus berusaha; Allah yang menentukan hasilnya.
5. Guru harus bersyukur atas kesempatan mendidik
Pada bagian akhir ayat disebutkan bahwa Allah akan memberikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Guru dapat menunjukkan rasa syukur dengan menggunakan ilmu, waktu, kesempatan, dan kemampuan untuk kebaikan murid. Mengajar dengan sabar, memberikan perhatian kepada anak, terus belajar, dan memperbaiki cara mengajar merupakan bentuk syukur seorang guru.
Menjadi guru adalah sebuah perjuangan. Luruskan niat, jangan mudah menyerah, terus berusaha mendidik dengan ikhlas, dan serahkan hasilnya kepada Allah.
🫴 Siapa Kita ... ?!!
🇮🇩 INDONESIA !!







0 comments:
Posting Komentar