Beberapa orang kadang merasa paling benar, padahal bisa jadi dia salah atau orang lain juga benar. Tabayunlah sebelum kita berkesimpulan, mintalah petunjuk kepada اَللّهُ agar kita selalu diberi petunjuk dan perlindungan dari اَللّهُ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.
1. QS. An-Najm ayat 32 — jangan merasa diri paling suci
فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ
“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.”
(QS. An-Najm: 32)
Ini sangat tepat untuk orang yang merasa dirinya paling benar atau paling baik. Kita boleh meyakini pendapat kita benar berdasarkan dalil, tetapi tidak pantas menganggap diri pasti paling benar dan orang lain pasti salah.
2. QS. Al-Isra ayat 36 — jangan mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.”
Ayat ini mengajarkan pentingnya ilmu dan kepastian sebelum menilai orang lain. Jangan hanya berdasarkan cerita, dugaan, atau informasi sepihak.
Sangat relevan dengan kehidupan sekarang, terutama ketika seseorang langsung menyimpulkan sesuatu dari WhatsApp, media sosial, atau kabar dari orang lain.
3. QS. Al-Hujurat ayat 6 — periksa informasi sebelum mengambil sikap
فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”
Ini sangat penting dalam persoalan perselisihan antarwarga.
Seseorang bisa merasa dirinya benar karena hanya mendengar cerita dari satu pihak. Padahal setelah dilakukan tabayun, ternyata persoalannya berbeda.
4. QS. Al-Hujurat ayat 12 — jangan berprasangka
اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
“Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.”
Orang yang merasa paling benar terkadang sampai pada tahap menilai niat orang lain:
"Dia pasti sengaja."
"Dia memang orangnya begitu."
"Dia pasti punya maksud buruk."
Padahal kita tidak mengetahui isi hati seseorang.
5. QS. Al-Baqarah ayat 216 — sesuatu yang kita benci bisa jadi baik
وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
Ayat ini mengingatkan bahwa penilaian manusia terbatas. Apa yang menurut kita benar belum tentu seluruh persoalannya kita ketahui.
6. QS. Al-Baqarah ayat 113 — masing-masing pihak mengklaim dirinya benar
Ayat ini bahkan menggambarkan fenomena yang sangat mirip:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ لَيْسَتِ النَّصَارَىٰ عَلَىٰ شَيْءٍ وَقَالَتِ النَّصَارَىٰ لَيْسَتِ الْيَهُودُ عَلَىٰ شَيْءٍ
“Dan orang-orang Yahudi berkata, ‘Orang-orang Nasrani itu tidak memiliki suatu pegangan,’ dan orang-orang Nasrani berkata, ‘Orang-orang Yahudi tidak memiliki suatu pegangan.’”
Ayat ini menggambarkan bagaimana masing-masing kelompok merasa pihaknyalah yang benar dan pihak lain salah.
Yang paling cocok untuk kasus yang Anda maksud
Kalau konteksnya adalah perselisihan di masyarakat, saya akan menggabungkan tiga ayat:
QS. An-Najm: 32 → jangan merasa diri paling benar/suci.
QS. Al-Hujurat: 6 → tabayun sebelum menilai.
QS. Al-Hujurat: 12 → jangan berprasangka.
Pesan yang sangat bagus untuk disampaikan:
“Dalam kehidupan bermasyarakat, jangan merasa bahwa kebenaran selalu berada di pihak kita. Bisa jadi kita benar dalam satu hal, tetapi keliru dalam hal yang lain. Bisa jadi orang yang kita anggap salah ternyata memiliki sebagian kebenaran. Karena itu Allah mengingatkan, ‘Janganlah kamu menganggap dirimu suci; Dialah yang paling mengetahui siapa yang bertakwa.’ (QS. An-Najm: 32).
Sebelum menilai, lakukan tabayun. Sebelum menuduh, cari tahu. Sebelum menyalahkan, dengarkan kedua belah pihak. Sebab manusia memiliki keterbatasan pengetahuan, sedangkan Allah Maha Mengetahui.”
Menurut saya, kalimat “bisa jadi kita benar, tetapi tidak berarti orang lain seluruhnya salah” sangat bagus dijadikan prinsip dalam menyelesaikan persoalan warga.







0 comments:
Posting Komentar