Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi
Selamat datang di Web Cimahpar Endah 2 RW 11, Pasirhalang, Sukaraja, Sukabumi

Rabu, 23 September 2026

September 23, 2026 | Posted in , , , , by cme2 | No comments





Cimahpar Endah 2, RW 11 — 23 September 2026

Rabu pagi menjadi hari yang berbeda bagi APRAK (Ajang Pejalan Kaki) Cimahpar Endah 2 RW 11. Bukan sekadar berjalan kaki di sekitar lingkungan, kali ini APRAK melakukan perjalanan Sufei atau wisata santai untuk menikmati suasana alam dan mempererat persahabatan.

Tepat sekitar pukul 09.00 WIB, perjalanan dimulai. Empat orang anggota APRAK ikut dalam kegiatan kali ini, yaitu Ade Rusliana, Pak Husna, Pak Bagio, dan Pak Toni.

Tujuan perjalanan adalah salah satu destinasi alam yang cukup dikenal di Kabupaten Cianjur, yaitu Curug Cikondang.

Perjalanan ini bukan sekadar mencari pemandangan. Ada makan bersama, ibadah, olahraga, bercanda, menikmati suasana alam, hingga mencicipi kuliner dalam perjalanan pulang.


Curug Cikondang, Air Terjun Megah di Cianjur Selatan

Curug Cikondang berada di kawasan Desa Wangunjaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Portal resmi pariwisata Kabupaten Cianjur mencatat Curug Cikondang sebagai salah satu destinasi pariwisata daerah.

Curug ini memiliki karakter yang sangat khas. Aliran airnya membentang lebar di dinding tebing sehingga dari kejauhan terlihat seperti tirai air raksasa.

Tidak mengherankan apabila Curug Cikondang sering dijuluki "Niagara Mini".

Menurut ANTARA, Curug Cikondang memiliki ketinggian sekitar 100 meter, dengan beberapa undakan aliran air sebelum mencapai bagian dasar sungai. Kawasan wisatanya juga berada di tengah bentang alam yang hijau, dengan perkebunan teh dan persawahan di sepanjang perjalanan.

Keindahan tersebut membuat perjalanan menuju Curug Cikondang sendiri sudah menjadi bagian dari pengalaman wisata.


Sejarah Pengembangan Curug Cikondang

Curug Cikondang bukan destinasi yang tiba-tiba terkenal.

Menurut keterangan pengelola yang dikutip ANTARA, kawasan Curug Cikondang mulai dikelola sebagai objek wisata sejak 2017. Pada masa pengembangannya, sejumlah fasilitas dan tempat swafoto mulai disiapkan untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan.

Kawasan wisata Curug Cikondang memiliki area sekitar 5 hektare. Salah satu daya tariknya adalah warung-warung yang berada di kawasan curug sehingga pengunjung dapat menikmati makanan sambil melihat langsung panorama air terjun.

Karakter alamnya juga membuat kawasan ini tidak hanya menarik bagi wisatawan keluarga, tetapi juga bagi pencinta aktivitas petualangan seperti trekking dan aktivitas di sekitar tebing dan aliran air.


Data Singkat Curug Cikondang

Nama: Curug Cikondang
Lokasi: Desa Wangunjaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
Ketinggian: sekitar 100 meter
Luas kawasan: sekitar 5 hektare
Jam operasional: sekitar 08.00–17.00 WIB menurut portal resmi pariwisata Cianjur
Fasilitas: mushola, area parkir, kuliner dan area menikmati pemandangan
Tiket: portal resmi mencantumkan kisaran Rp5.000–Rp10.000.

Catatan tiket 2026: pemberitaan Juli–Agustus 2026 menyebut adanya perbedaan tarif berdasarkan asal wisatawan. Disbudpar Cianjur menindaklanjuti persoalan tarif Rp100.000 yang diberlakukan kepada wisatawan luar daerah; dalam penjelasan yang diberitakan RRI, wisatawan lokal disebut sekitar Rp5.000, sementara pemberitaan lain menyebut wisatawan lokal Rp10.000. Karena tarif dapat berubah, pengunjung sebaiknya memastikan harga saat datang.


Berapa Banyak Pengunjung Curug Cikondang?

Curug Cikondang ternyata bukan hanya ramai pada musim liburan.

Data yang diberitakan pada Agustus 2026 menunjukkan bahwa jumlah pengunjung pada hari biasa berkisar 50–200 orang per hari, sedangkan pada akhir pekan dapat mencapai sekitar 400 orang.

Pada musim liburan panjang, jumlahnya bahkan dapat meningkat hingga sekitar 1.000 pengunjung dalam satu hari.

Angka tersebut menunjukkan bahwa Curug Cikondang telah menjadi salah satu tujuan wisata alam yang cukup dikenal, khususnya bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam Cianjur Selatan.


Perjalanan APRAK Dimulai dengan Suasana Santai

Berbeda dengan perjalanan wisata yang penuh jadwal dan target, kegiatan APRAK kali ini benar-benar dibuat santai.

Setelah tiba di kawasan Curug Cikondang, rombongan menikmati suasana alam sambil makan bersama di warung yang tersedia di kawasan curug.

Suara air terjun, udara pegunungan dan pemandangan hijau membuat makan sederhana terasa lebih nikmat.

Inilah salah satu keindahan kegiatan APRAK:

Tidak harus mahal untuk bahagia.

Terkadang, makanan sederhana yang disantap bersama teman-teman di tengah alam justru meninggalkan kenangan yang lebih kuat.


Jangan Lupa Ibadah

Di tengah kegiatan wisata, APRAK tetap menyempatkan diri untuk melaksanakan salat.

Bagi APRAK, jalan-jalan bukan alasan untuk meninggalkan kewajiban.

Justru perjalanan ke alam dapat menjadi kesempatan untuk semakin menyadari kebesaran Allah SWT.

Air yang jatuh dari ketinggian, pepohonan yang hijau, udara yang sejuk dan bentang alam yang indah merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya.

Allah SWT berfirman:

فَانْظُرْ إِلَىٰ آثَارِ رَحْمَتِ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا

"Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah matinya."

(QS. Ar-Rum: 50)


Pak Bagio: Tidak Hanya Melihat Air, tetapi Ikut Nyemplung!

Perjalanan tentu tidak lengkap tanpa cerita lucu.

Saat berada di Curug Cikondang, Pak Bagio memilih untuk berenang.

Ketika yang lain menikmati pemandangan dan suasana, Pak Bagio justru menikmati airnya secara langsung.

Inilah yang membuat perjalanan APRAK menjadi lebih hidup.

Ada yang berjalan, ada yang makan, ada yang menikmati pemandangan, ada yang beribadah, dan ada pula yang langsung berbasah-basahan menikmati alam.

Namun tentu saja, aktivitas di sekitar air terjun harus tetap memperhatikan kondisi arus, kedalaman dan keselamatan.

Alam dinikmati, keselamatan tetap nomor satu.


Curug Cikondang: Bukan Sekadar Tempat Berfoto

Bagi sebagian orang, wisata air terjun mungkin hanya dianggap sebagai tempat berfoto.

Namun bagi APRAK, perjalanan seperti ini mempunyai makna yang lebih luas.

Ada kesempatan untuk:

  • menggerakkan tubuh;
  • menghirup udara segar;
  • menikmati keindahan alam;
  • mengurangi kejenuhan;
  • mempererat persahabatan;
  • bercanda dan tertawa bersama;
  • menikmati kuliner lokal;
  • serta mensyukuri nikmat Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah..."

(HR. Muslim)

Kekuatan bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang semangat menjalani kehidupan dengan sehat, positif dan bermanfaat.


Pulang, Mampir Sate Cireunghas

Setelah puas menikmati Curug Cikondang, rombongan kemudian memulai perjalanan pulang.

Tetapi perjalanan belum benar-benar selesai.

Dalam perjalanan, rombongan mampir terlebih dahulu untuk menikmati sate Cireunghas, kuliner yang dikenal di kawasan tersebut.

Dagingnya yang empuk dan rasanya enak menjadi penutup perjalanan yang sangat pas.

Setelah menikmati sate, perjalanan dilanjutkan kembali menuju Cimahpar Endah 2.


Tiba di Cimahpar Endah 2 Pukul 15.30 WIB

Setelah seharian menikmati perjalanan, rombongan APRAK akhirnya kembali ke Cimahpar Endah 2 sekitar pukul 15.30 WIB.

Perjalanan sederhana selama kurang lebih setengah hari itu meninggalkan banyak cerita.

Bukan tentang seberapa jauh perjalanan ditempuh.

Bukan pula tentang berapa banyak tempat yang dikunjungi.

Tetapi tentang kebersamaan.

Empat orang berangkat bersama, menikmati alam bersama, makan bersama, beribadah, bercanda, dan akhirnya pulang bersama.


APRAK: Sehat Badannya, Senang Hatinya, Erat Persaudaraannya

Kegiatan seperti Sufei Curug Cikondang menjadi bagian dari semangat APRAK Cimahpar Endah 2 RW 11.

APRAK bukan hanya komunitas untuk berjalan kaki.

APRAK adalah ruang untuk bersilaturahmi, menjaga kebugaran, menikmati alam, berbagi cerita dan membangun persahabatan.

Usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk hidup sehat dan menikmati kehidupan jangan sampai berkurang.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

"Dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia."

(QS. Al-Qashash: 77)

Menikmati alam, bersilaturahmi dan menjaga kesehatan dapat menjadi bagian dari rasa syukur atas nikmat kehidupan, selama tetap dilakukan dengan cara yang baik dan tidak melupakan kewajiban kepada Allah SWT.

APRAK CIMAHpar ENDAH 2 RW 11

Jalan sehat — wisata sehat — silaturahmi — bahagia bersama.

Salam APRAK!
Sehat, kompak, ceria!

0 comments:

Posting Komentar

Search Our Site