Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi
Selamat datang di Web Cimahpar Endah 2 RW 11, Pasirhalang, Sukaraja, Sukabumi

Jumat, 11 September 2026

September 11, 2026 | Posted in , , by cme2 | No comments

 


Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, kesehatan, kesempatan, dan begitu banyak nikmat yang sering kali tidak kita sadari.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan mudah-mudahan sampai kepada kita semua sebagai umatnya.

Bapak-bapak, ibu-ibu, dan jamaah Masjid Al-Hidayah yang dirahmati Allah.

Pada kesempatan ini, mari kita renungkan satu hal yang sangat dekat dengan kehidupan kita:

> Allah memuliakan manusia. Tetapi kemuliaan itu harus dijaga.

1. Allah menciptakan dan memuliakan manusia

Allah SWT berfirman dalam QS. At-Tin ayat 4


> “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Lihatlah diri kita.

Allah memberikan kepada manusia akal untuk berpikir, hati untuk merasakan, mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, lisan untuk berbicara, tangan untuk bekerja, kaki untuk berjalan, dan ilmu untuk membedakan yang benar dan yang salah.

Allah juga menyediakan berbagai makanan, air, udara, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan lingkungan yang memungkinkan manusia menjalani kehidupan.

Bahkan bumi yang kita tempati mempunyai begitu banyak kondisi yang memungkinkan kehidupan manusia.

Tetapi sayangnya, manusia sendiri sering merusaknya.

Hutan dirusak, air dicemari, udara dikotori, dan alam dieksploitasi tanpa memperhatikan amanah Allah.

Maka nikmat yang seharusnya menjadi sarana bersyukur justru dapat berubah menjadi sumber malapetaka.


2. Allah menjaga manusia, tetapi manusia juga harus menjaga dirinya


Allah memberikan kepada kita berbagai bentuk penjagaan dan kesempatan.


Allah memberikan kesehatan, keluarga, rezeki, petunjuk, dan kesempatan untuk bertaubat.


Tetapi kita juga diperintahkan untuk menjaga diri.


Allah berfirman:


> “Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”

QS. At-Tahrim: 6




Jadi menjaga diri bukan hanya menjaga kesehatan tubuh.


Menjaga diri berarti menjaga:


iman kita,


shalat kita,


akhlak kita,


mata kita,


telinga kita,


lisan kita,


hati kita,


dan perbuatan kita.



Karena tubuh ini adalah amanah Allah.



---


3. Kalau manusia tidak menjaga dirinya, kedudukannya bisa jatuh


Allah melanjutkan dalam QS. At-Tin.


Setelah mengatakan manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, Allah berfirman bahwa manusia dapat dikembalikan ke tempat yang serendah-rendahnya.


Kemudian Allah memberikan pengecualian:


> “Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan...”

QS. At-Tin: 6




Artinya, kemuliaan manusia tidak cukup hanya karena memiliki tubuh yang sempurna, otak yang cerdas, harta yang banyak, atau kedudukan yang tinggi.


Kemuliaan manusia terletak pada iman dan amal saleh.



---


4. Empat hal yang dapat menyebabkan manusia celaka


Pertama: Kekufuran


Orang yang tidak beriman kepada Allah mungkin mendapatkan kesenangan dunia.


Punya harta, rumah, kendaraan, jabatan, makanan yang enak, dan berbagai kenikmatan.


Tetapi kalau semua itu tidak membawa kepada iman dan ketaatan kepada Allah, maka kesenangan dunia tersebut tidak menjamin keselamatan akhirat.


Allah menggambarkan orang yang hanya mengejar kenikmatan dunia seperti kehidupan binatang yang hanya makan dan bersenang-senang, sedangkan akhiratnya dilupakan.


Karena itu jangan sampai hidup kita hanya:


bangun — bekerja — mencari uang — makan — tidur — mencari kesenangan,


tetapi lupa bertanya:


> “Untuk apa Allah memberikan saya kehidupan?”





---


Kedua: Mengikuti hawa nafsu


Manusia mempunyai nafsu.


Nafsu bukan selalu sesuatu yang buruk. Tetapi nafsu harus dikendalikan, bukan menjadi penguasa kehidupan.


Kalau mata ingin melihat yang haram, diikuti.


Kalau lisan ingin mencaci, diikuti.


Kalau hati ingin iri, diikuti.


Kalau ingin mengambil hak orang lain, diikuti.


Kalau ingin bermaksiat, diikuti.


Akhirnya manusia menjadi budak hawa nafsunya sendiri.


Padahal orang yang kuat bukanlah orang yang mampu mengalahkan orang lain.


Orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika hawa nafsunya mengajak kepada keburukan.



---


Ketiga: Menyia-nyiakan waktu


Allah mengingatkan kita dalam QS. Al-'Asr:


> “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian.”




Kemudian Allah memberikan empat jalan keselamatan:


1. Beriman



2. Beramal saleh



3. Saling menasihati dalam kebenaran



4. Saling menasihati dalam kesabaran




Perhatikan jamaah sekalian.


Allah mengatakan “manusia berada dalam kerugian”, bukan hanya orang miskin, bukan hanya orang yang sakit, bukan hanya orang yang gagal.


Semua manusia berada dalam kerugian kecuali yang menjaga empat perkara tersebut.


Umur kita berkurang setiap hari.


Uang bisa dicari kembali.


Rumah bisa diperbaiki.


Kendaraan bisa diganti.


Tetapi waktu yang sudah berlalu tidak akan pernah kembali.


Maka mari kita bertanya kepada diri sendiri:


> “Umur saya yang sudah berlalu, digunakan untuk apa?”





---


5. Mata dan telinga juga akan dimintai pertanggungjawaban


Allah memberikan kita mata.


Tetapi apakah mata kita digunakan untuk melihat sesuatu yang Allah ridai?


Allah memberikan telinga.


Tetapi apakah telinga kita digunakan untuk mendengar Al-Qur'an, nasihat, ilmu dan perkataan yang baik?


Allah memberikan akal.


Tetapi apakah akal kita digunakan untuk mengenal kebesaran Allah?


Allah berfirman dalam QS. Al-Isra ayat 36 bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati akan dimintai pertanggungjawaban.


Jangan sampai mata yang Allah berikan justru digunakan untuk maksiat.


Jangan sampai telinga yang Allah berikan justru digunakan untuk mendengar ghibah dan fitnah.


Jangan sampai lisan yang Allah berikan digunakan untuk menyakiti tetangga.


Karena semuanya adalah amanah.



---


6. Bagaimana agar Allah mencintai kita?


Kita tentu ingin dicintai Allah.


Tetapi cinta kepada Allah bukan hanya ucapan.


Al-Qur'an menjelaskan bahwa Allah mencintai orang-orang yang memiliki sifat tertentu, di antaranya orang yang bertakwa, berbuat ihsan, bertaubat, bersabar, dan menjaga kebersihan diri.


Maka kalau kita ingin mendapatkan cinta Allah:


Perbaiki shalat.

Perbanyak taubat.

Jaga lisan.

Jaga mata.

Jaga hati.

Hormati orang tua.

Sayangi keluarga.

Jangan menyakiti tetangga.

Bantu orang yang membutuhkan.

Dan perbanyak amal saleh.



---


Penutup


Jamaah Masjid Al-Hidayah yang dirahmati Allah.


Allah sudah memberikan kepada kita kehidupan, akal, kesehatan, keluarga, rezeki, waktu, dan kesempatan untuk bertaubat.


Jangan sampai semua nikmat itu kita gunakan untuk menjauh dari Allah.


Mari kita jaga diri dan keluarga kita.


Jangan hanya menjaga rumah agar tidak kemalingan.


Jagalah hati agar tidak dicuri oleh dunia.


Jangan hanya menjaga tubuh agar sehat.


Jagalah iman agar tetap hidup.


Jangan hanya takut kehilangan harta.


Takutlah kehilangan waktu dan kesempatan untuk beramal.


Semoga Allah menjadikan kita manusia yang menggunakan mata untuk melihat kebaikan, telinga untuk mendengar kebenaran, akal untuk berpikir, hati untuk bersyukur, dan seluruh anggota tubuh untuk beribadah kepada-Nya.


Semoga Allah menjaga kita, keluarga kita, dan warga Cimahpar Endah 2 RW 11 dari segala keburukan, menjaga iman kita sampai akhir hayat, dan mengumpulkan kita kelak di dalam surga-Nya.


Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

0 comments:

Posting Komentar

Search Our Site